PEVS 2026 Resmi Digelar di JIExpo, Wadah Akselerasi Elektrifikasi
29 Oktober 2026, 13:00 WIB
Bappenas menjelaskan pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia perlu kolaborasi berbagai pihak
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pemerintah terus berupaya mendorong adopsi kendaraan listrik. Salah satunya melalui langkah yang tengah dilakukan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Mereka menuturkan bahwa ada enam strategi perlu ditempuh pemerintah, guna memperkuat ekosistem Electric Vehicle (EV) di Tanah Air.
“Pertama diperlukan kepastian insentif jangka menengah,” ungkap Rachmat Pambudy, Menteri PPN/Kepala Bappenas di PEVS 2026.
Rachmat mengungkapkan bahwa pemberian insentif untuk mobil listrik maupun hybrid, tidak melulu berupa subsidi langsung.
Akan tetapi, insentif juga bisa berupa insentif fiskal, dukungan pemerintah daerah hingga kebijakan lain yang dapat mendorong produktivitas kendaraan listrik.
Kedua pemerintah perlu meningkatkan penggunaan komponen lokal secara bertahap, dengan target tingkat komponen dalam negeri (TKDN) kendaraan roda empat mencapai 80 persen pada 2030.
Langkah tersebut ditujukan untuk mendukung pengembangan industri baterai, elektronika, sistem penggerak serta peningkatan daya saing industri nasional.
Kemudian pembangunan infrastruktur pengisian daya, perlu mengacu pada standar yang jelas.
Upaya ini mencakup percepatan pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), peningkatan konektivitas hingga penerapan standar konektor dan perangkat pendukung.
Strategi keempat adalah penguatan ekonomi sirkular baterai yang dilakukan melalui pengembangan industri daur ulang.
Pengelolaan baterai bekas masih menjadi tantangan. Namun, pengembangan sektor tersebut berpotensi membuka peluang usaha dan mendorong terbentuknya industri baru.
“Kelima pengembangan kota cerdas perlu didukung elektrifikasi transportasi, transit-oriented development (TOD) serta pengelolaan kebutuhan perjalanan berbasis data yang saat ini terus dikembangkan,” tegas Rachmat.
Terakhir pemerintah perlu mengembangkan skema pembiayaan inovatif untuk memenuhi kebutuhan pendanaan pencapaian kontribusi iklim nasional (nationally determined contribution/NDC) yang diperkirakan mencapai 281 miliar dolar Amerika Serikat.
Menurut Rachmat, kebutuhan tersebut tidak dapat hanya mengandalkan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), sehingga diperlukan sumber pembiayaan yang beragam.
“Bappenas akan terus mendukung upaya tersebut dan tentu membutuhkan dukungan dari berbagai pihak karena ini merupakan pekerjaan bersama,” pungkasnya.
Di sisi lain, Rachmat mengingatkan pentingnya memanfaatkan momentum untuk mengembangkan industri otomotif nasional.
Menurut dia, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menyampaikan cita-cita lama Indonesia untuk memiliki industri otomotif sendiri.
Karena itu, pembangunan infrastruktur perlu berjalan seiring dengan pertumbuhan penggunaan kendaraan listrik.
Selain infrastruktur, ia menekankan pentingnya membangun ekosistem industri secara menyeluruh, termasuk pengembangan komponen dan baterai kendaraan listrik.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
29 Oktober 2026, 13:00 WIB
26 Oktober 2026, 11:00 WIB
21 Oktober 2026, 22:50 WIB
21 Oktober 2026, 06:39 WIB
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Terkini
01 November 2026, 07:00 WIB
Peluang kolaborasi dari AISI terbuka lebar untuk merek-merek sepeda motor Cina yang mulai masuk Indonesia
31 Oktober 2026, 22:37 WIB
Absennya Jorge Martin menjadi kesempatan berharga bagi Marquez untuk raih kemenangan di MotoGP Malaysia 2026
31 Oktober 2026, 18:12 WIB
Deus ex Machina kembali ikut serta dalam acara tahunan yang mengumpulkan berbagai hobi maupun kesenian
31 Oktober 2026, 14:38 WIB
Sprint race MotoGP Malaysia 2026 dimenangkan oleh Pedro Acosta, hadapi persaingan sengit dengan Marc Marquez
31 Oktober 2026, 09:00 WIB
ADM baru saja menggelar Daihatsu Vocational Expo 2026 di SMK Muhammadiyah 2 Jatinom, Klaten, Jawa Tengah
31 Oktober 2026, 08:05 WIB
Pameran sepeda motor IMOS 2026 bakal digelar di ICE BSD, Tangerang dan dalam durasi lebih lama yakni 10 hari
30 Oktober 2026, 22:25 WIB
VinFast ikut perkenalkan lini mobil listrik di GIIAS Makassar 2026, untuk kebutuhan pribadi maupun komersial
30 Oktober 2026, 17:00 WIB
Gaikindo menegaskan pentingnya pemberian insentif mobil hybrid dalam mendorong transisi menuju elektrifikasi