Lamborghini Akui Persaingan dengan Merek Cina Makin Sengit
26 November 2025, 12:00 WIB
Mengalami peningkatan penjualan di tengah krisis ekonomi, calon konsumen harus indent Lamborghini hingga 2024 mendatang
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Meski beberapa negara mengalami krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina, penjualan supercar Lamborghini justru mengalami peningkatan signifikan. Hal ini terlihat dari indent Lamborghini yang mencapai 18 bulan.
Dalam wawancaranya dengan France24, Stephen Winkelmann selaku President dan CEO Lamborghini mengaku bila saat ini pihaknya cukup kewalahan menghadapi pesanan dari para konsumen.
Karenanya apabila pembelian dilakukan saat ini, mobil baru bisa didapatkan pada pertengahan 2024.
"Banyak konsumen semakin banyak melangkah ke Lamborghini. Karena mereka mempercayai merek tersebut, mereka melihat betapa indahnya mobil-mobil itu, seberapa tinggi performa mereka," kata Stephan Winkelmann dilansir Indiatimes, Jumat (2/9/2022).
Telah menjual semua kendaraannya hingga dua tahun mendatang, perusahaan mengatakan bila permintaan tersebut telah mencapai rekor baru. Tercatat pesanan dan penjualan Lamborghini pada paruh pertama 2022 mencapai 5.090 unit.
Sama dengan pabrikan otomotif lainnya, indent panjang yang dihadapi perusahaan merupakan imbas dari krisis chip semikonduktor. Meski demikian, perusahaan mobil mewah tersebut tengah berupaya meningkatkan produksi kendaraan sehingga permintaan dari konsumen bisa terpenuhi dengan lebih cepat.
Mengalami peningkatan penjualan pasca pandemi, pabrikan mobil asal Italia ini optimis bila kendaraan miliknya memang banyak diminati calon konsumen, sehingga mampu bertahan seiring dengan perbaikan ekonomi global ke depannya.
"Ekonomi global hanya perlu tetap sedikit stabil untuk melanjutkannya", tambahnya.
Selain mobil konvensional, Lamborghini juga memiliki rencana untuk menghadirkan versi hybrid dari masing-masing modelnya pada 2024. Perkembangan teknologi juga membuat pabrikan siap menghadirkan mobil mewah full electric pertama.
"Hanya dalam dua tahun, perusahaan melakukan sebanyak dan secepat yang kami bisa untuk menjaga semua hal diperbarui dan bergulir dengan cara positif," ujar Winkelmann.
Sebagai informasi, pada awal Agustus 2022, Lamborghini melaporkan penjualan terbaik sepanjang sejarah. Pabrikan bahkan mampu memecahkan rekor penjualan dan mendapat keuntungan maksimal.
Dari total penjualan yang ditorehkan, 61 persen selama periode tersebut dicatat oleh SUV andalan perusahaan, yakni Lamborghini Urus. Mampu menemukan pasar yang jauh lebih luas, mobil ini dapat digunakan oleh beragam konsumen bahkan untuk menunjang aktivitas harian mereka.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
26 November 2025, 12:00 WIB
25 November 2025, 14:00 WIB
13 Oktober 2025, 19:00 WIB
03 September 2025, 07:00 WIB
19 Agustus 2025, 16:00 WIB
Terkini
17 Februari 2026, 09:00 WIB
Gaikindo menilai ekspor mobil dari Indonesia terus berkembang meskipun masih menemui beberapa tantangan
17 Februari 2026, 07:00 WIB
Pemerintah Cina menilai, hadirkan tombol fisik pada mobil listrik bisa meningkatkan keselamatan pengguna
17 Februari 2026, 06:00 WIB
Saat tanggal merah Tahun Baru Imlek 2026, SIM keliling Bandung tetap bisa ditemukan di dua tempat berbeda
16 Februari 2026, 20:29 WIB
Land Rover Defender model year 2026 resmi diluncurkan dengan beragam perubahan baik dari sisi tampilan hingga fitur
16 Februari 2026, 18:01 WIB
Mitsubishi naik ke urutan tiga besar merek mobil terlaris di Indonesia per Januari 2026, berikut daftarnya
16 Februari 2026, 13:52 WIB
Menurut data milik Gaikindo, sepanjang Januari 2026 wholesales mobil LCGC hanya berkisar 10.694 unit saja
16 Februari 2026, 11:00 WIB
DFSK Indonesia siapkan model baru di pertengahan 2026 untuk menjangkau pasar yang lebih luas dibanding sekarang
16 Februari 2026, 11:00 WIB
Per Januari 2026 wholesales dan retail sales Neta nol unit, tidak ada rencana peluncuran produk baru