10 Merek Mobil Terlaris Februari 2026, Toyota Kian Mendominasi
10 Maret 2026, 11:00 WIB
Toyota dan Nissan bersama beberapa perusahaan lain akan berinvestasi untuk tambah kapasitas produksi baterai
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Toyota dan Nissan bersama beberapa perusahaan lain akan meningkatkan kapasitas produksi baterai Electric Vehicle hingga 50 persen dibanding sekarang. Tak tanggung-tanggung, mereka digadang-gadang akan berinvestasi hingga 1 triliun yen atau Rp 107,5 triliun.
Investasi sebesar itu bisa menambah kapasitas produksi menjadi 120 GWh.
Dari jumlah itu, Toyota diharapkan bisa berinvestasi sebesar 250 yen atau Rp 26,8 triliun. Sementara Nissan sebanyak 150 miliar yen setara Rp 16,1 triliun.
Kemudian Panasonic Holdings akan berinvestasi di Jepang sebesar 550 milyar yen, setara Rp 59,1 triliun.
Sementara Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang diharapkan juga bisa mengumumkan subsidi sebesar 350 miliar yen atau Rp 37,6 triliun
Besarnya investasi yang dilakukan diharapkan bisa mempercepat pembangunan ekosistem kendaraan elektrifikasi Jepang. Pasalnya saat ini perkembangan Electric Vehicle di negara tersebut dinilai kurang cepat terutama bila dibandingkan dengan China.
Mereka lebih banyak memilih untuk mengembangan kendaraan berteknologi hybrid yang belakangan semakin bertumbuh.
Bahkan menurut Japan Light Motor Vehicle and Motorcycle Association penjualan kendaraan listrik semester 1 2024 turun 39 persen dibanding periode serupa tahun lalu. Akibatkan, market sharenya pun drop menjadi hanya 0,7 persen padahal di 2023 mampu menguasai 1,6 persen.
Japan Automobile Importers Association (JAIA) mengungkap kecilnya angka penjualan tersebut karena sedikitnya pilihan yang ada. Pasar kendaraan listrik di Jepang pun dikatakan lebih dikuasai oleh merek asing.
BYD adalah salah satu merek yang cukup agresif dalam mengembangkan kendaraan listrik di Jepang. Mereka telah mengimpor sedikitnya 980 unit dari tiga model utama yaitu Atto 3, Dolphin dan Seal.
Sementara bila dibandingkan dengan Indonesia, kapasitas produksi di Jepang tersebut sebenarnya masih jauh lebih besar. Pasalnya pasbrik milik PT Hyundai LG Industri di Karawang hanya mampu menghasilkan 10 GWh per tahun,
Hasil produksinya pun saat ini masih terbatas memenuhi kebutuhan Hyundai Motors Indonesia yaitu Kona. Meski demikian banyak yang berharap bahwa hasil produksi tersebut bisa juga dipakai untuk merek lain.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
10 Maret 2026, 11:00 WIB
09 Maret 2026, 07:14 WIB
08 Maret 2026, 13:00 WIB
27 Februari 2026, 20:00 WIB
27 Februari 2026, 07:00 WIB
Terkini
12 Maret 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta dilaksanakan secara ketat dengan pengawasan ketat dari berbagai titik termasuk kamera ETLE
12 Maret 2026, 06:00 WIB
Kepolisian sengaja menghadirkan SIM keliling Bandung untuk memfasilitasi para pengendara di Kota Kembang
12 Maret 2026, 06:00 WIB
Persyaratannya mirip perpanjangan di kantor Satpas, simak informasi lengkap seputar SIM keliling Jakarta hari ini
11 Maret 2026, 20:39 WIB
MPV ramah lingkungan Wuling Darion PHEV jadi opsi menarik buat masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik
11 Maret 2026, 19:00 WIB
Kehadiran mobil listrik baru Polytron, diharapkan bisa menggairahkan pasar kendaraan roda empat di Indonesia
11 Maret 2026, 18:00 WIB
Penjualan motor listrik Alva diklaim mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya meski harganya lebih tinggi
11 Maret 2026, 17:00 WIB
Keinginan BYD untuk bergabung dengan Formula 1 demi semakin memperkenalkan brand mereka ke seluruh dunia
11 Maret 2026, 15:00 WIB
Diler Xpeng Pluit jadi salah satu strategi pabrikan untuk memperluas jangkauan pasar dan permudah konsumen