BYD Berniat Punya Pabrik Baterai di Subang Demi Tingkatkan TKDN
06 September 2026, 01:22 WIB
Toyota dan Nissan bersama beberapa perusahaan lain akan berinvestasi untuk tambah kapasitas produksi baterai
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Toyota dan Nissan bersama beberapa perusahaan lain akan meningkatkan kapasitas produksi baterai Electric Vehicle hingga 50 persen dibanding sekarang. Tak tanggung-tanggung, mereka digadang-gadang akan berinvestasi hingga 1 triliun yen atau Rp 107,5 triliun.
Investasi sebesar itu bisa menambah kapasitas produksi menjadi 120 GWh.
Dari jumlah itu, Toyota diharapkan bisa berinvestasi sebesar 250 yen atau Rp 26,8 triliun. Sementara Nissan sebanyak 150 miliar yen setara Rp 16,1 triliun.
Kemudian Panasonic Holdings akan berinvestasi di Jepang sebesar 550 milyar yen, setara Rp 59,1 triliun.
Sementara Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang diharapkan juga bisa mengumumkan subsidi sebesar 350 miliar yen atau Rp 37,6 triliun
Besarnya investasi yang dilakukan diharapkan bisa mempercepat pembangunan ekosistem kendaraan elektrifikasi Jepang. Pasalnya saat ini perkembangan Electric Vehicle di negara tersebut dinilai kurang cepat terutama bila dibandingkan dengan China.
Mereka lebih banyak memilih untuk mengembangan kendaraan berteknologi hybrid yang belakangan semakin bertumbuh.
Bahkan menurut Japan Light Motor Vehicle and Motorcycle Association penjualan kendaraan listrik semester 1 2024 turun 39 persen dibanding periode serupa tahun lalu. Akibatkan, market sharenya pun drop menjadi hanya 0,7 persen padahal di 2023 mampu menguasai 1,6 persen.
Japan Automobile Importers Association (JAIA) mengungkap kecilnya angka penjualan tersebut karena sedikitnya pilihan yang ada. Pasar kendaraan listrik di Jepang pun dikatakan lebih dikuasai oleh merek asing.
BYD adalah salah satu merek yang cukup agresif dalam mengembangkan kendaraan listrik di Jepang. Mereka telah mengimpor sedikitnya 980 unit dari tiga model utama yaitu Atto 3, Dolphin dan Seal.
Sementara bila dibandingkan dengan Indonesia, kapasitas produksi di Jepang tersebut sebenarnya masih jauh lebih besar. Pasalnya pasbrik milik PT Hyundai LG Industri di Karawang hanya mampu menghasilkan 10 GWh per tahun,
Hasil produksinya pun saat ini masih terbatas memenuhi kebutuhan Hyundai Motors Indonesia yaitu Kona. Meski demikian banyak yang berharap bahwa hasil produksi tersebut bisa juga dipakai untuk merek lain.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
06 September 2026, 01:22 WIB
02 September 2026, 15:00 WIB
02 September 2026, 07:00 WIB
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
19 Agustus 2026, 15:12 WIB
Terkini
15 September 2026, 17:00 WIB
Penjualan mobil diesel yang menjadi salah satu andalan GWM sempat terganggu karena kenaikan harga solar
15 September 2026, 15:00 WIB
Chery Group terus memperluas potensi pengembangan robot humanoid menggunakan berbagai skenario menarik
15 September 2026, 13:00 WIB
Mobil listrik menyumbangkan wholesales tertingginya tahun ini di Agustus, PHEV naik sementara hybrid turun
15 September 2026, 09:00 WIB
Menurut laporan terbaru, kapal-kapal anyar BYD akan mulai dikirim dari galangan mulai 2027 sampai 2029
15 September 2026, 07:00 WIB
Harga mulai Rp 1,1 miliar, GWM Wey G9 bisa dipesan oleh konsumen dan akan dikirim bertahap pada November
15 September 2026, 06:00 WIB
Kepolisian berusaha untuk mempermudah urusan para pengendara, seperti dengan menghadirkan SIM keliling Bandung
15 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta beroperasi di lima lokasi berbeda hari ini, simak persyaratan dan biaya yang dibutuhkan
15 September 2026, 06:00 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta masih menajdi andalan untuk memecah kebuntuan terutama di jam-jam relatif padat