Kabar Pergantian Merek Daihatsu ke Toyota Dipastikan Hoax
03 April 2025, 17:34 WIB
Toyota dan Nissan bersama beberapa perusahaan lain akan berinvestasi untuk tambah kapasitas produksi baterai
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Toyota dan Nissan bersama beberapa perusahaan lain akan meningkatkan kapasitas produksi baterai Electric Vehicle hingga 50 persen dibanding sekarang. Tak tanggung-tanggung, mereka digadang-gadang akan berinvestasi hingga 1 triliun yen atau Rp 107,5 triliun.
Investasi sebesar itu bisa menambah kapasitas produksi menjadi 120 GWh.
Dari jumlah itu, Toyota diharapkan bisa berinvestasi sebesar 250 yen atau Rp 26,8 triliun. Sementara Nissan sebanyak 150 miliar yen setara Rp 16,1 triliun.
Kemudian Panasonic Holdings akan berinvestasi di Jepang sebesar 550 milyar yen, setara Rp 59,1 triliun.
Sementara Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang diharapkan juga bisa mengumumkan subsidi sebesar 350 miliar yen atau Rp 37,6 triliun
Besarnya investasi yang dilakukan diharapkan bisa mempercepat pembangunan ekosistem kendaraan elektrifikasi Jepang. Pasalnya saat ini perkembangan Electric Vehicle di negara tersebut dinilai kurang cepat terutama bila dibandingkan dengan China.
Mereka lebih banyak memilih untuk mengembangan kendaraan berteknologi hybrid yang belakangan semakin bertumbuh.
Bahkan menurut Japan Light Motor Vehicle and Motorcycle Association penjualan kendaraan listrik semester 1 2024 turun 39 persen dibanding periode serupa tahun lalu. Akibatkan, market sharenya pun drop menjadi hanya 0,7 persen padahal di 2023 mampu menguasai 1,6 persen.
Japan Automobile Importers Association (JAIA) mengungkap kecilnya angka penjualan tersebut karena sedikitnya pilihan yang ada. Pasar kendaraan listrik di Jepang pun dikatakan lebih dikuasai oleh merek asing.
BYD adalah salah satu merek yang cukup agresif dalam mengembangkan kendaraan listrik di Jepang. Mereka telah mengimpor sedikitnya 980 unit dari tiga model utama yaitu Atto 3, Dolphin dan Seal.
Sementara bila dibandingkan dengan Indonesia, kapasitas produksi di Jepang tersebut sebenarnya masih jauh lebih besar. Pasalnya pasbrik milik PT Hyundai LG Industri di Karawang hanya mampu menghasilkan 10 GWh per tahun,
Hasil produksinya pun saat ini masih terbatas memenuhi kebutuhan Hyundai Motors Indonesia yaitu Kona. Meski demikian banyak yang berharap bahwa hasil produksi tersebut bisa juga dipakai untuk merek lain.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 April 2025, 17:34 WIB
02 April 2025, 14:00 WIB
25 Maret 2025, 16:05 WIB
25 Maret 2025, 15:42 WIB
24 Maret 2025, 11:15 WIB
Terkini
03 April 2025, 19:00 WIB
Pertamina memberikan diskon Pertamax, Pertamax Turbo dan Pertamina Dex selama masa arus balik Lebaran 2025
03 April 2025, 17:34 WIB
Astra Daihatsu Motor membantah kabar yang menyebut merek dan logo mereka bakal beralih menggunakan Toyota
03 April 2025, 12:00 WIB
Sedikitnya ada lima ruas tol Trans Sumatera yang beroperasi tanpa tarif saat arus balik untuk melancarkan lalu lintas
03 April 2025, 12:00 WIB
PT CSI mulai incar konsumen fleet untuk Chery J6, berpeluang dijadikan armada taksi online di masa mendatang
03 April 2025, 10:00 WIB
tol Probolinggo Banyuwangi seksi 1 dibuka secara fungsional saat arus balik Lebaran 2025 untuk hindari kemacetan
03 April 2025, 07:55 WIB
Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bakal berdampak ke harga motor Honda di Indonesia
02 April 2025, 18:27 WIB
Demi mengurangi kepadatan lalu lintas pada arus balik Lebaran 2025, Tol Japek II Selatan mulai dibuka hari ini
02 April 2025, 17:00 WIB
Jasa Marga bebaskan tarif tol saat arus balik untuk beri kemudahan kepada masyarakat saat arus balik