Kejar China, Toyota dan Nissan Tambah Kapasitas Produksi Baterai

Toyota dan Nissan bersama beberapa perusahaan lain akan berinvestasi untuk tambah kapasitas produksi baterai

Kejar China, Toyota dan Nissan Tambah Kapasitas Produksi Baterai
Adi Hidayat
  • Oleh Adi Hidayat

  • Jum'at, 06 September 2024 | 10:00 WIB

KatadataOTO – Toyota dan Nissan bersama beberapa perusahaan lain akan meningkatkan kapasitas produksi baterai Electric Vehicle hingga 50 persen dibanding sekarang. Tak tanggung-tanggung, mereka digadang-gadang akan berinvestasi hingga 1 triliun yen atau Rp 107,5 triliun.

Investasi sebesar itu bisa menambah kapasitas produksi menjadi 120 GWh.

Dari jumlah itu, Toyota diharapkan bisa berinvestasi sebesar 250 yen atau Rp 26,8 triliun. Sementara Nissan sebanyak 150 miliar yen setara Rp 16,1 triliun.

Kemudian Panasonic Holdings akan berinvestasi di Jepang sebesar 550 milyar yen, setara Rp 59,1 triliun.

Mobil Konsep Nissan Hyper Tourer
Photo : KatadataOTO

Sementara Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang diharapkan juga bisa mengumumkan subsidi sebesar 350 miliar yen atau Rp 37,6 triliun

Besarnya investasi yang dilakukan diharapkan bisa mempercepat pembangunan ekosistem kendaraan elektrifikasi Jepang. Pasalnya saat ini perkembangan Electric Vehicle di negara tersebut dinilai kurang cepat terutama bila dibandingkan dengan China.

Mereka lebih banyak memilih untuk mengembangan kendaraan berteknologi hybrid yang belakangan semakin bertumbuh.

Bahkan menurut Japan Light Motor Vehicle and Motorcycle Association penjualan kendaraan listrik semester 1 2024 turun 39 persen dibanding periode serupa tahun lalu. Akibatkan, market sharenya pun drop menjadi hanya 0,7 persen padahal di 2023 mampu menguasai 1,6 persen.

Japan Automobile Importers Association (JAIA) mengungkap kecilnya angka penjualan tersebut karena sedikitnya pilihan yang ada. Pasar kendaraan listrik di Jepang pun dikatakan lebih dikuasai oleh merek asing.

Toyota Mau Bikin bZ4X GR Sport
Photo : Carbuzz

BYD adalah salah satu merek yang cukup agresif dalam mengembangkan kendaraan listrik di Jepang. Mereka telah mengimpor sedikitnya 980 unit dari tiga model utama yaitu Atto 3, Dolphin dan Seal.

Sementara bila dibandingkan dengan Indonesia, kapasitas produksi di Jepang tersebut sebenarnya masih jauh lebih besar. Pasalnya pasbrik milik PT Hyundai LG Industri di Karawang hanya mampu menghasilkan 10 GWh per tahun,

Hasil produksinya pun saat ini masih terbatas memenuhi kebutuhan Hyundai Motors Indonesia yaitu Kona. Meski demikian banyak yang berharap bahwa hasil produksi tersebut bisa juga dipakai untuk merek lain.


Terkini

mobil
Mobil diesel GWM

GWM Klaim Penjualan Sempat Drop Karena Harga Solar Meroket

Penjualan mobil diesel yang menjadi salah satu andalan GWM sempat terganggu karena kenaikan harga solar

news
AiMOGA

Chery Pamer Robot Humanoid Berkarakter Sekuriti dan Perawat

Chery Group terus memperluas potensi pengembangan robot humanoid menggunakan berbagai skenario menarik

mobil
Mobil listrik, BYD

Wholesales Mobil Listrik Agustus 2026 Tumbuh, Hybrid Turun

Mobil listrik menyumbangkan wholesales tertingginya tahun ini di Agustus, PHEV naik sementara hybrid turun

mobil
BYD

BYD Genjot Ekspor Mobil Listrik, Pesan 10 Kapal Pengangkut Lagi

Menurut laporan terbaru, kapal-kapal anyar BYD akan mulai dikirim dari galangan mulai 2027 sampai 2029

mobil
GWM Wey G9

GWM Wey G9 Siap Dikirim ke Konsumen November, Sudah Bisa Dipesan

Harga mulai Rp 1,1 miliar, GWM Wey G9 bisa dipesan oleh konsumen dan akan dikirim bertahap pada November

news
SIM Keliling Bandung

Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Bandung 15 September, Ada di BPR

Kepolisian berusaha untuk mempermudah urusan para pengendara, seperti dengan menghadirkan SIM keliling Bandung

news
SIM Keliling Jakarta

Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini 15 September 2026

SIM keliling Jakarta beroperasi di lima lokasi berbeda hari ini, simak persyaratan dan biaya yang dibutuhkan

news
Ganjil Genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 15 September 2026, Ada Menkeu Baru

Aturan Ganjil Genap Jakarta masih menajdi andalan untuk memecah kebuntuan terutama di jam-jam relatif padat