Awal Dominasi Merek Mobil Cina, Mulai Dikenal di Eropa
02 November 2026, 09:00 WIB
Pertimbangkan kebijakan terkait tarif impor mobil listrik China, BYD mau tunda pembangunan pabrik di Meksiko
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Menjelang pergantian presiden di Amerika Serikat, raksasa otomotif Tiongkok BYD mau tunda pembangunan pabrik yang bertempat di Meksiko.
Untuk diketahui BYD sudah menjual enam model rakitan China di Meksiko yaitu BYD Han, Tang, Yuan Plus, Seal, Dolphin dan Dolphin Mini.
Baik presiden AS maupun calon presiden Donald Trump saat ini tidak antusias dengan kehadiran mobil listrik China. Administrasi Biden telah mengumumkan rencana untuk berlakukan tarif impor EV dari Tiongkok.
Sedangkan Donald Trump punya rencana sendiri yaitu memberikan tarif impor kendaraan dirakit di Meksiko, walaupun negara itu merupakan bagian dari pakta Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara.
Hal-hal tersebut diduga menjadi faktor pertimbangan BYD mendirikan pabrik. Karena mereka masih memiliki rencana untuk melakukan ekspor unit rakitan Meksiko ke pasar AS.
Sebelumnya BYD telah menentukan tiga kandidat lokasi pabrik di area Meksiko. Namun kabarnya proses penentuan tempat bakal ditunda atau bahkan dirombak total di masa mendatang.
Menurut sejumlah laporan, mereka memilih untuk memutuskan nanti pada November 2024 setelah presiden baru resmi dilantik.
Sama seperti BYD, Tesla juga telah berkomitmen mendirikan pabrik di Meksiko. Targetnya selesai di pertengahan 2024, tetapi karena beberapa alasan prosesnya melambat.
“Saya pikir kita mau melihat dulu kondisi ekonomi global sebelum kita bisa melaju cepat buat pembangunan pabrik di Meksiko,” kata Elon Musk, CEO Tesla seperti dikutip Carscoops, Rabu (4/9).
BYD memang diketahui tengah memperluas jangkauan penjualannya, tidak ketinggalan di Indonesia. Pada April 2024 mereka berkomitmen mendirikan pabrik di Kawasan Industri Subang Smartpolitan, Jawa Barat.
Sebelum itu BYD sempat terkendala mengimpor unit ke RI meski pemesanan sudah menumpuk, diketahui akibat masalah komitmen investasi dan proses impor yang diklaim berbeda dari umumnya.
Fasilitas perakitan itu ditargetkan mulai produksi unit mulai 2026. Hanya saja masih belum ada informasi lebih lanjut terkait model apa yang akan dirakit lokal dan dijual buat konsumen Tanah Air.
Bersamaan dengan pembangunan pabrik, BYD berkomitmen untuk terus memperluas layanan melalui kehadiran diler-diler di berbagai wilayah Indonesia.
“Sampai April total kita punya (diler) di delapan kota, sales dan aftersales sesuai kebutuhan konsumen. Kami masih lanjutkan ekspansi global,” kata Eagle Zhao, Presiden Direktur BYD Motor Indonesia beberapa waktu lalu.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
02 November 2026, 09:00 WIB
23 Oktober 2026, 17:00 WIB
21 Oktober 2026, 09:00 WIB
19 Oktober 2026, 07:02 WIB
18 Oktober 2026, 17:00 WIB
Terkini
02 November 2026, 15:54 WIB
Adopsi motor listrik di Indonesia masih belum semasif mobil listrik, AISI ungkap persentasenya masih kecil
02 November 2026, 11:00 WIB
Marc Marquez saat ini tengah memimpin klasemen sementara MotoGP 2026 usai memenangkan seri Malaysia di Sepang
02 November 2026, 09:00 WIB
Merek mobil Cina mulai menjamur dan mencatatkan penjualan positif di berbagai wilayah, terkininya di eropa
02 November 2026, 07:00 WIB
Yamaha Gear Ultima edisi Kicau Mania hadir perdana di gelaran Umi Kasum Cup VI, jadi inspirasi modifikasi
01 November 2026, 20:29 WIB
iCar Indonesia membuka diler di dalam mal pertamanya di Jakarta untuk mendekatkan diri dengan konsumen
01 November 2026, 17:37 WIB
Di bulan ini sejumlah SPBU di Indonesia nampak menahan harga BBM mereka, mulai dari RON 92 sampai jenis diesel
01 November 2026, 15:07 WIB
Marc Marquez berhasil meraih kemenangan di MotoGP Malaysia 2026 dan mendapat poin untuk menjauh dari Martin
01 November 2026, 10:13 WIB
Bappenas menjelaskan pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia perlu kolaborasi berbagai pihak