Jetour Masih Akan Buka 3 Diler Baru Hingga Akhir Tahun

Jetour masih akan buka tiga diler baru hingga akhir tahun untuk memudahkan masyarakat mendapatkan layanan

Jetour Masih Akan Buka 3 Diler Baru Hingga Akhir Tahun
  • Oleh Adi Hidayat

  • Selasa, 17 Desember 2024 | 23:27 WIB

KatadataOTO – Meski sudah memasuki akhir tahun tetapi Jetour rupanya masih memiliki pekerjaan tersisa. Salah satunya adalah memenuhi jumlah target diler yang beroperasi hingga akhir tahun.

Hal tersebut pun menjadi sebuah tantangan tersendiri karena diler merupakan salah satu faktor penting agar masyarakat mudah mendapatkan layanan baik penjualan maupun perawatan.

“Saat ini kami sudah memiliki dua diler dan targetnya hingga akhir tahun nanti bakal ada lima yang beroperasi,” ungkap Ranggy Radiansyah, Marketing Director PT Jetour Motor Indonesia (17/12).

Jumlah itu dipastikan bakal terus bertambah di masa depan khususnya di 2025. Ranggy menegaskan bahwa pihaknya bakal membuka diler di setiap bulan.

Jetour Fokus Tingkatkan Layanan Purna Jual, Siap Manjakan Konsumen
Photo : Jetour

“Tiap bulan kami akan buka diler baru karena target jangka panjang Jetour adalah memiliki 100 diler hingga lima tahun ke depan di seluruh Indonesia,” ungkapnya kemudian.

Dengan lebih tersebarnya diler maka masyarakat diharapkan lebih mudah mendapat layanan. Mulai dari penjualan, melakukan perawatan hingga mendapatkan suku cadang.

Terlebih mulai tahun depan mereka siap lebih agresif dalam menggarap pasar otomotif Indonesia. Salah satunya adalah dengan meluncurkan beragam produk menarik.

“Saya belum bisa memberi informasi jumlah model yang akan diluncurkan tahun depan. Tetapi bisa dipastikan Jetour bakal membawa T2 baik ICE maupun hybrid,” ungkapnya kemudian.

Sebelumnya diberitakan bahwa pada 2025 Jetour Motor Indonesia akan meluncurkan lebih banyak produk tahun depan. Salah satunya adalah T2 yang diklaim cocok untuk dibawa offroad.

Terlebih mobil akan dibawa dalam dua pilihan teknologi yaitu ICE dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).
Untuk pilihan ICE ada dua opsi yang mungkin dibawa yaitu mesin 2.000cc turbo bertenaga sebesar 250 hp dan torsi 390 Nm.

Sementara pilihan berikutnya adalah mesin bensin 1.500 cc turbo bertenaga 181 hp dan torsi 290 Nm.

Jetour T2
Photo : Jetour

Sedangkan buat Jetour T2 PHEV menggunakan mesin 1.500 turbo bertenaga 221 hp serta torsi 390 Nm. Jantung mekanis tersebut kemudian disandingkan dengan baterai berkapasitas 26,7 kWh guna mengoptimalkan konsumsi bbm tanpa mengurangi performa kendaraan.

Dimensi Jetour T2 pun terbilang cukup menarik karena memiliki panjang 4.785 mm, lebar 2.006 mm, tinggi 1.870 mm dan wheelbase 2.800 mm. Model ini memiliki approching angle 28 derajat, departure angle 30 derajat serta ground clearance 220 mm.


Terkini

otosport
MotoGP 2026

Dua Rookie Lengkapi Formasi Pembalap MotoGP 2026

Persaingan baru, rookie Diogo Moreira dan Toprak Razgatlioglu siap meramaikan ajang balap MotoGP 2026

otosport
Julian johan

Julian Johan Bawa Misi Penting pada Rally Dakar 2026

Julian Johan sudah melakukan berbagai persiapan guna berlaga di Rally Dakar 2026, seperti latihan di Maroko

mobil
Taksi Listrik

Pengamat Tanggapi Kecelakaan Taksi Listrik yang Kembali Terulang

Taksi listrik Green SM kembali alami kecelakaan, pengamat sorot pentingnya pelatihan softskill pengemudi

mobil
Penjualan BYD

Penjualan BYD sejak Debut di RI, Sudah Pasarkan 50 Ribu Unit

Penjualan BYD di Indonesia selama periode 2024-2025 tembus 50 ribu unit dan wajib dirakit lokal tahun ini

mobil
BYD

BYD Gerah Desain Mobil Mereka Selalu Ditiru Kompetitor

BYD menilai terobosan serta inovasi pada mobil listrik sebagai kontribusi dalam pengembangan industri

mobil
Leapmotor

Leapmotor B10 Makin Dekat ke Indonesia, Calon Pesaing Geely EX5

Leapmotor merupakan salah satu merek asal Tiongkok yang bakal masuk Indonesia melalui Indomobil Group

mobil
Mobil Cina

3 Merek Mobil Cina Ini Mulai Geser Popularitas Jepang di Inggris

Tiga merek mobil Cina catat penjualan positif di Inggris, angka penjualannya diproyeksikan 200 ribu di 2025

motor
Motor listrik

Subsidi Motor Listrik Sudah Tidak Diharapkan Lagi pada 2026

Aismoli mengungkapkan ada cara lain untuk kembali menggairahkan pasar motor listrik pada periode 2026