Ganjil Genap Puncak Pertama di Bulan Ramadan 2026
20 Februari 2026, 14:00 WIB
Pihak kepolisian berencana untuk melakukan penutupan jalur puncak saat malam tahun baru 2022 untuk menekan mobilitas
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Bagi yang ingin merayakan tahun baru 2022 di Puncak tampaknya harus berpikir ulang. Pasalnya Polres Bogor berencana menutup total jalur Puncak saat libur Natal 2021 dan tahun baru (Nataru) 2022.
Rencana penutupan jalan dilakukan untuk menekan mobilitas warga saat libur panjang. Sebab, pada masa-masa liburan, kasus positif Covid-19 berisiko meningkat seperti yang terjadi pada pertengahan 2021.
Penutupan jalur Puncak sebenarnya bukanlah hal baru. Pasalnya, tahun lalu kebijakan serupa sudah pernah dilaksanakan. Ketika itu, penutupan dilakukan selama 12 jam mulai dari 31 Desember hingga tanggal 1 Januari.
Kebijakan tersebut dinilai berhasil menekan mobilitas masyarakat sehingga bukan tidak mungkin diterapkan kembali. Terlebih saat ini varian baru Covid-19 mulai merebak di beberapa negara Asia Tenggara sehingga kewaspadaan harus lebih ditingkatkan.
“Jalur puncak memungkinkan untuk ditutup total, sambil melihat hasil kebijakan Pemerintah pusat. Sekarang saja sudah mulai kami antisipasi dengan penerapan ganjil genap setiap akhir pekan dan mungkin nanti akan ditambahkan pos pengamanan terkait Nataru. Secara teknisnya bagaimana, masih kami koordinasikan. Nanti akan diselaraskan,” ungkap AKBP Harun, Kapolres Bogor.
Selama ini, kawasan Puncak Bogor memang merupakan salah satu tujuan wisata masyarakat untuk merayakan pergantian tahun. Kepadatan lalu lintas diperkirakan akan sangat tinggi, sehingga diperlukan persiapan untuk mengantisipasi hal tersebut.
Meski telah memasuki Desember, kepadatan lalu lintas di Puncak belakangan ini justru menurun. Lengangnya arus lalu lintas terjadi setelah pelonggaran aturan PPKM sehingga wisatawan dari luar Bogor ke Puncak cenderung berkurang. Hal ini jauh berbeda dengan awal PPKM diberlakukan, mobilitas kendaraan datang ke kawasan Puncak justru sangat tinggi.
“Kalau dilihat belakangan ini, intensitasnya mulai berkurang. Sekarang kepadatan sudah mulai menurun, mungkin karena tempat wisata lain sudah mulai banyak buka sehingga yang ke Puncak terpecah konsentrasinya,” jelas Harun.
Seiring dengan mulai melandainya jumlah kasus positif Covid-19, Pemerintah mulai melonggarkan beberapa aturan. Langkah tersebut dinilai cukup efektif untuk kembali menggerakkan roda perekonomian masyarakat khususnya di bidang wisata dan perdagangan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 Februari 2026, 14:00 WIB
30 Januari 2026, 14:00 WIB
23 Januari 2026, 14:00 WIB
16 Januari 2026, 14:00 WIB
09 Januari 2026, 14:00 WIB
Terkini
30 Juni 2026, 21:00 WIB
BMW iX3 dijadwalkan meluncur di pameran otomotif GIIAS 2026, meskipun penjualan EV BMW diklaim masih datar
30 Juni 2026, 20:28 WIB
Dua model baru Changan yakni S05 EV dan REEV bisa dipesan, CBU Thailand dengan estimasi harga Rp 500 jutaan
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Gaikindo menilai stimulus yang diberikan pemerintah dapat menggairahkan industri otomotif yang tengah terjepit
30 Juni 2026, 13:00 WIB
Chery Q EV hadir dengan tawaran yang menarik mulai dari desain dan dukungan fitur yang lengkap di kelas Rp 200 jutaa
30 Juni 2026, 11:03 WIB
SUV Jetour T1 siap menantang Mitsubishi Destinator, tersedia dalam opsi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)
30 Juni 2026, 06:37 WIB
Di akhir Juni 2026 fasilitas SIM keliling Jakarta beroperasi seperti biasa di lima lokasi, simak jadwalnya
30 Juni 2026, 06:00 WIB
Kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk mengakomodir kebutuhan para pengendara motor dan mobil
30 Juni 2026, 06:00 WIB
Untuk bisa sedikit mengurai kemacetan parah di Ibu Kota, diberlakukan aturan Ganjil Genap Jakarta sejak pagi