Bing Bang Auto Festival 2026 Usung Konsep Baru, Banyak Promo
22 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil hidrogen diklaim lebih efisien, hanya saja implementasinya di Indonesia masih temui banyak kendala
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Transisi menuju elektrifikasi bisa ditempuh melalui beberapa jalan. Selain mobil listrik masih ada HEV (Hybrid Electric Vehicle), PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) sampai FCEV (Fuel Cell Electric Vehicle).
FCEV menggunakan bahan bakar hidrogen dan memiliki sejumlah keunggulan. Dibandingkan mobil listrik berbasis baterai, pengisian dayanya mirip seperti mobil konvensional dan memakan waktu singkat.
Hanya saja masih banyak kendala jika mobil hidrogen mau digunakan secara masif. Sama seperti BEV (Battery Electric Vehicle), infrastruktur masih sangat terbatas dan harga mobil terbilang mahal.
Bicara mobil hidrogen sendiri di Indonesia belum ada. Di pasar global ada tiga merek sudah memiliki lini FCEV yaitu Toyota, Honda dan Hyundai.
Itupun dijual ataupun disewakan secara terbatas. Di Amerika Serikat, infrastruktur hidrogen paling memadai ada di California.
Ditambah lagi hidrogen yang digunakan sebaiknya Green Hydrogen sehingga ramah lingkungan. Namun biaya pengembangan material itu mahal.
“Green Energy kalau sudah ada ya oke. Tetapi menurut informasi harganya tidak murah dibandingkan baterai,” kata Tenggono Chuandra Phoa, Sekretaris Jenderal Periklindo (Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia) di Jakarta Pusat belum lama ini.
Sehingga meski ada peluang untuk pemakaian mobil hidrogen secara masif, Periklindo menilai saat ini mobil listrik masih jadi opsi utama elektrifikasi. Mengingat sudah ada beberapa pabrik baterai di RI mendukung produksi BEV.
Sedangkan untuk memproduksi bahan bakar hidrogen bersih perlu teknologi memadai. Masih butuh waktu juga sampai harga hidrogen bisa turun sesuai kemampuan masyarakat.
“Pabrik baterai yang diresmikan (di Indonesia) mendukung industri. Karena kita punya bahan baku cukup banyak semua ada di Indonesia,” ungkap Tenggono.
Muhamad Alhaqurahman Isa, Coordinator of Business & Supervision EBTKE Kementerian ESDM belum lama ini mengatakan hidrogen jadi kunci upaya dekarbonisasi di sektor Hard to Abate seperti produksi baja, manufaktur dan transportasi jarak jauh.
“Indonesia perlu melakukan diversifikasi sumber energi terbarukan dari energi tinggi karbon ke rendah karbon,” ungkap dia saat seminar di IEE Series 2024 beberapa waktu lalu.
Target yang ditetapkan oleh ESDM untuk mencapai penggunaan Green Hydrogen di sektor industri adalah sebelum 2040.
Ia memaparkan kelebihan hidrogen adalah tanpa emisi, bisa diproduksi dari sumber energi terbarukan dan mendorong potensi ekonomi baru.
“Yang dikembangkan di Indonesia tahap awal adalah hidrogen rendah karbon. Bertahap menuju Green Hydrogen menyesuaikan kemampuan teknologi dalam negeri,” tegas dia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
22 Oktober 2026, 11:00 WIB
22 Oktober 2026, 09:00 WIB
21 Oktober 2026, 22:50 WIB
21 Oktober 2026, 13:00 WIB
21 Oktober 2026, 11:00 WIB
Terkini
22 Oktober 2026, 15:44 WIB
Debut di Chery Brand Night, Tiggo X7 dan all new Tiggo 7 jadi amunisi baru untuk penjualan di pasar global
22 Oktober 2026, 13:08 WIB
Toyota Innova Zenix Hybrid kini dilengkapi T Intouch terbaru, berbagai fungsi kendaraan dapat diakses dari HP
22 Oktober 2026, 11:00 WIB
Bing Bang Auto Festival 2026 akan menyuguhkan kejutan dan menjadi panggung untuk mobil serta motor listrik
22 Oktober 2026, 09:00 WIB
Usulan insentif mobil hybrid dinilai kurang tepat, seharusnya pemerintah lebih fokus pada bantuan untuk EV
22 Oktober 2026, 07:00 WIB
iCar Mod Fest menjadi tempat menampilkan karya kreatif konsumen dalam melakukan modifikasi pada kendaraan
21 Oktober 2026, 22:50 WIB
Leapmotor berusaha mematuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia
21 Oktober 2026, 17:00 WIB
LCR Honda menunjuk David Alonso sebagai rekan Johann Zarco dan melengkapi susunan pembalap MotoGP 2027
21 Oktober 2026, 15:00 WIB
Bersamaan dengan acara Chery International User Summit 2026, iCar V25 resmi meluncur dan berpeluang masuk RI