Pasar Motor Listrik 2025 Anjlok, Subsidi Jadi Biang Kerok
30 Desember 2025, 14:00 WIB
Peminat semakin banyak, Moeldoko berharap insentif mobil listrik bisa berlanjut setleah pergantian presiden
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Relaksasi pajak diberikan oleh pemerintah untuk sejumlah manufaktur kendaraan listrik di Indonesia yang memenuhi persyaratan seperti komitmen investasi atau pembangunan pabrik dalam negeri.
Sudah ada beberapa model menikmati seperti Hyundai Ioniq 5, Kona Electric, Wuling Air ev, Binguo EV sampai Cloud EV. Beberapa merek lain masih CBU (Completely Built Up) tetapi menikmati insentif mobil listrik karena komitmen investasi.
Seperti BYD (Build Your Dreams), saat ini menawarkan tiga model yaitu Dolphin, Atto 3, Seal dan M6. Pabrik mereka di kawasan Subang ditargetkan beroperasi 2026, tetapi belum diketahui jelas model mana yang bakal dirakit lokal.
Mengingat sebentar lagi masa jabatan Presiden Joko Widodo sudah habis, sempat muncul pertanyaan soal nasib insentif mobil listrik di masa mendatang.
“Mudah-mudahan lanjut, saya pikir tahun depan lebih banyak ya permintaannya,” kata Moeldoko, Ketua Umum Periklindo (Perkumpulan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) sekaligus Kepala Staf Kepresidenan di DoubleTree Hilton, Jakarta Pusat belum lama ini.
Secara keseluruhan ia menilai minat terhadap EV (Electric Vehicle) terus membaik. Tidak terkecuali untuk motor listrik yang perkembangannya disebut positif selama satu bulan belakangan.
Sebelumnya diberitakan, pada 2024 Presiden Jokowi tercatat memberikan bantuan untuk 60.700 unit motor, termasuk tambahan 10.700 unit tahun ini.
Per 3 September 2024, data di laman SISAPIRa menunjukkan bahwa ada sebanyak 30.067 bantuan motor listrik tersalurkan, sementara 8.843 orang dalam proses verifikasi dan 20.960 orang lainnya baru mendaftarkan diri.
Totalnya kuota bantuan motor listrik tembus 59.870 unit, tersisa 987 lagi untuk masyarakat yang membutuhkan. Hal itu jadi parameter tingginya minat konsumen terhadap kendaraan listrik.
“Justru kita ingin mendorong lagi agar pemerintah memberikan penambahan alokasi, kita harapkan meningkat ke 100 ribu,” tegas Moeldoko.
Kemudian jika bicara kendaraan roda empat ia percaya diri insentif mobil listrik masih akan dilanjutkan pada pemerintahan baru.
“Sementara masih berlanjut, (di pemerintahan baru) saya pikir tidak akan berubah ya,” kata dia singkat.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Desember 2025, 14:00 WIB
30 Desember 2025, 10:00 WIB
24 Desember 2025, 09:00 WIB
19 Desember 2025, 17:00 WIB
15 Desember 2025, 08:00 WIB
Terkini
30 Desember 2025, 19:00 WIB
Pelarangan door handle elektrik bergaya flush atau hidden pada mobil Cina bakal merevolusi desain kendaraan
30 Desember 2025, 18:00 WIB
Di 2025 angka penjualan mobil Cina diprediksi tembus 27 juta unit, sementara pabrikan Jepang 25 juta unit
30 Desember 2025, 17:18 WIB
Francesco Bagnaia diminta untuk bisa kembali berjuang di barisan terdepan ketika mengarungi MotoGP 2026
30 Desember 2025, 16:00 WIB
VinFast Indonesia mengatakan bahwa mereka siap memenuhi kewajibannya atas insentif CBU yang telah didapatkan
30 Desember 2025, 15:00 WIB
Ucok harus mengeluarkan dana hampir Rp 1 miliaran untuk memodifikasi Yamaha Xmax berkelir dominan biru
30 Desember 2025, 14:00 WIB
Menurut data Kemenhub, motor listrik yang telah mengantongi SRUT di 2025 baru 55.059 unit atau turun 28,6 persen
30 Desember 2025, 13:00 WIB
Industri baterai lithium terpengaruh dari kinerja penjualan mobil listrik di Cina yang diproyeksi akan turun
30 Desember 2025, 12:00 WIB
Sejumlah model mobil yang disuntik mati oleh pabrikan kemudian diganti produk lain, berikut daftarnya