Hyundai Stargazer Cartenz Jadi Idaman Baru, Penjualan Naik
23 September 2026, 09:00 WIB
Gaikindo tampak menanti adanya stimulus ataupun insentif otomotif untuk bantu penjualan mobil baru di 2026
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pemerintah belum memberikan sinyal terkait pemberian insentif otomotif di 2026. Padahal pemberian bantuan itu berkontribusi dalam membantu mendongkrak penjualan.
Apalagi di tengah pelemahan daya beli dan ketidakpastian kondisi ekonomi, termasuk di Indonesia.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) bahkan sampai melakukan revisi target penjualan 2025 lantaran angkanya sampai November belum memuaskan.
Di periode Januari-November 2025 penjualan mobil baru secara retail (distribusi dari diler ke konsumen) adalah 739.977 unit.
Sementara angka wholesales atau penyaluran dari pabrik ke diler baru tembus 710.084 unit. Masih jauh dari target awal Gaikindo yang cukup ambisius di 900 ribu unit.
Belum bisa diprediksi pasti sampai kapan pelemahan daya beli di sektor otomotif terjadi. Oleh karena itu kepastian insentif masih diharapkan.
“Kami memahami, bahwa pemerintah akan mencari jalan terbaik agar industri otomotif Indonesia dapat terus membaik dan berkembang lebih pesat,” kata Jongkie Sugiarto, Ketua I Gaikindo kepada KatadataOTO, Senin (15/12).
Sepanjang 2025, insentif berkontribusi besar buat kendaraan elektrifikasi. Banyak mobil listrik bisa dijual dengan harga kompetitif bahkan turun sampai ke Rp 100 jutaan berkat subsidi.
Insentif juga diyakini jadi salah satu daya tarik utama manufaktur untuk berinvestasi di Indonesia. Tetapi ini juga harus disertai keberlanjutan kebijakan.
Dia enggan menyebutkan lebih rinci prediksi penjualan mobil baru di tahun depan. Namun tampaknya Gaikindo menanti pemerintah beri kepastian terkait insentif otomotif.
“Proyeksi di tahun 2026 kami belum bahas dengan anggota (Gaikindo),” ucap Jongkie.
Di sisi lain, pengamat otomotif memprediksi angka penjualan mobil baru di 2026 tanpa adanya insentif hanya bisa mencapai 700 ribu sampai 800 ribu unit. Itupun harus disertai perbaikan ekonomi di 2026.
“Pemulihan ini terancam karena sinyal kebijakan pemerintah masih bertolak belakang, seperti penguatan fiskal yang lambat,” kata Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif dan akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 September 2026, 09:00 WIB
22 September 2026, 20:01 WIB
17 September 2026, 17:00 WIB
17 September 2026, 15:00 WIB
17 September 2026, 11:00 WIB
Terkini
26 September 2026, 19:04 WIB
Wujudkan keinginan konsumen Indonesia Jaecoo J5 EV kenalkan Genuine Body Kit berikan tampilan lebih sporty
26 September 2026, 16:52 WIB
Dorna mengumumkan jadwal MotoGP 2027, terdiri dari 22 seri dan terdapat dua sirkuit baru yang jadi tuan rumah
26 September 2026, 07:00 WIB
Motul Performance Solution hadir untuk melatih para mekanik maupun pemilik bengkel independen di Palembang
25 September 2026, 22:01 WIB
Prestone Racing Coolant baru saja diperkenalkan untuk para pemilik mobil balap di Automechanika Jakarta 2026
25 September 2026, 19:00 WIB
Pemerintah berencana untuk memberikan insentif motor listrik di tahun ini, tapi belum menemui titik terang
25 September 2026, 17:23 WIB
Suzuki e Sky punya peluang dihadirkan di RI, namun perlu memperhagikan strategi bersaing dengan para rivalnya
25 September 2026, 17:22 WIB
Motul Indonesia Energy (MIE) memberikan partner ambassador mereka perjalanan berharga ke benua Eropa
25 September 2026, 09:00 WIB
Astra Otoparts ikut ambil bagian di ajang Automechanika Jakarta 2026, hadirkan integrasi layanan otomotif