Penjualan Mobil Juli 2026 Kembali Membaik, Tumbuh 3,6 Persen
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
Gaikindo tampak menanti adanya stimulus ataupun insentif otomotif untuk bantu penjualan mobil baru di 2026
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pemerintah belum memberikan sinyal terkait pemberian insentif otomotif di 2026. Padahal pemberian bantuan itu berkontribusi dalam membantu mendongkrak penjualan.
Apalagi di tengah pelemahan daya beli dan ketidakpastian kondisi ekonomi, termasuk di Indonesia.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) bahkan sampai melakukan revisi target penjualan 2025 lantaran angkanya sampai November belum memuaskan.
Di periode Januari-November 2025 penjualan mobil baru secara retail (distribusi dari diler ke konsumen) adalah 739.977 unit.
Sementara angka wholesales atau penyaluran dari pabrik ke diler baru tembus 710.084 unit. Masih jauh dari target awal Gaikindo yang cukup ambisius di 900 ribu unit.
Belum bisa diprediksi pasti sampai kapan pelemahan daya beli di sektor otomotif terjadi. Oleh karena itu kepastian insentif masih diharapkan.
“Kami memahami, bahwa pemerintah akan mencari jalan terbaik agar industri otomotif Indonesia dapat terus membaik dan berkembang lebih pesat,” kata Jongkie Sugiarto, Ketua I Gaikindo kepada KatadataOTO, Senin (15/12).
Sepanjang 2025, insentif berkontribusi besar buat kendaraan elektrifikasi. Banyak mobil listrik bisa dijual dengan harga kompetitif bahkan turun sampai ke Rp 100 jutaan berkat subsidi.
Insentif juga diyakini jadi salah satu daya tarik utama manufaktur untuk berinvestasi di Indonesia. Tetapi ini juga harus disertai keberlanjutan kebijakan.
Dia enggan menyebutkan lebih rinci prediksi penjualan mobil baru di tahun depan. Namun tampaknya Gaikindo menanti pemerintah beri kepastian terkait insentif otomotif.
“Proyeksi di tahun 2026 kami belum bahas dengan anggota (Gaikindo),” ucap Jongkie.
Di sisi lain, pengamat otomotif memprediksi angka penjualan mobil baru di 2026 tanpa adanya insentif hanya bisa mencapai 700 ribu sampai 800 ribu unit. Itupun harus disertai perbaikan ekonomi di 2026.
“Pemulihan ini terancam karena sinyal kebijakan pemerintah masih bertolak belakang, seperti penguatan fiskal yang lambat,” kata Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif dan akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
05 Agustus 2026, 19:00 WIB
05 Agustus 2026, 18:00 WIB
30 Juli 2026, 16:49 WIB
23 Juli 2026, 23:04 WIB
Terkini
12 Agustus 2026, 21:12 WIB
Astra Financial menyatakan bahwa target selama GIIAS 2026 terlampaui melalui pembiayaan kendaraan ACC dan TAF
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
iGreen+ meresmikan SPKLU Ultra Fast Charging ke-17 untuk memudahkan para pengguna mobil listrik di Indonesia
12 Agustus 2026, 16:34 WIB
Kendaraan listrik Farizon SV menjadi armada baru perusahaan transportasi Daytrans untuk rute favorit
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
Penjualan mobil di Indonesia mengalami pemulihan di periode Juli 2026, tercatat 77.412 unit secara retail
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
Sejauh ini, kebakaran EV yang terjadi di Indonesia bukan disebabkan oleh baterai dan masih dapat dipadamkan
12 Agustus 2026, 07:00 WIB
Jetour T2 i-DM resmi diluncurkan dalam ajang GIIAS 2026, SUV satu ini dipasarkan dengan banderol Rp 699 juta
12 Agustus 2026, 06:16 WIB
Ada lima lokasi SIM keliling Jakarta yang dapat melayani prosedur perpanjangan Surat Izin Mengemudi A dan C
12 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung merupakan fasilitas yang dihadirkan untuk memudahkan para pengendara di Kota Kembang