Daihatsu Catatkan Kenaikan di Tengah Lesunya Penjualan Mobil Baru
19 Juni 2026, 17:00 WIB
Gaikindo tampak menanti adanya stimulus ataupun insentif otomotif untuk bantu penjualan mobil baru di 2026
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pemerintah belum memberikan sinyal terkait pemberian insentif otomotif di 2026. Padahal pemberian bantuan itu berkontribusi dalam membantu mendongkrak penjualan.
Apalagi di tengah pelemahan daya beli dan ketidakpastian kondisi ekonomi, termasuk di Indonesia.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) bahkan sampai melakukan revisi target penjualan 2025 lantaran angkanya sampai November belum memuaskan.
Di periode Januari-November 2025 penjualan mobil baru secara retail (distribusi dari diler ke konsumen) adalah 739.977 unit.
Sementara angka wholesales atau penyaluran dari pabrik ke diler baru tembus 710.084 unit. Masih jauh dari target awal Gaikindo yang cukup ambisius di 900 ribu unit.
Belum bisa diprediksi pasti sampai kapan pelemahan daya beli di sektor otomotif terjadi. Oleh karena itu kepastian insentif masih diharapkan.
“Kami memahami, bahwa pemerintah akan mencari jalan terbaik agar industri otomotif Indonesia dapat terus membaik dan berkembang lebih pesat,” kata Jongkie Sugiarto, Ketua I Gaikindo kepada KatadataOTO, Senin (15/12).
Sepanjang 2025, insentif berkontribusi besar buat kendaraan elektrifikasi. Banyak mobil listrik bisa dijual dengan harga kompetitif bahkan turun sampai ke Rp 100 jutaan berkat subsidi.
Insentif juga diyakini jadi salah satu daya tarik utama manufaktur untuk berinvestasi di Indonesia. Tetapi ini juga harus disertai keberlanjutan kebijakan.
Dia enggan menyebutkan lebih rinci prediksi penjualan mobil baru di tahun depan. Namun tampaknya Gaikindo menanti pemerintah beri kepastian terkait insentif otomotif.
“Proyeksi di tahun 2026 kami belum bahas dengan anggota (Gaikindo),” ucap Jongkie.
Di sisi lain, pengamat otomotif memprediksi angka penjualan mobil baru di 2026 tanpa adanya insentif hanya bisa mencapai 700 ribu sampai 800 ribu unit. Itupun harus disertai perbaikan ekonomi di 2026.
“Pemulihan ini terancam karena sinyal kebijakan pemerintah masih bertolak belakang, seperti penguatan fiskal yang lambat,” kata Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif dan akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
19 Juni 2026, 17:00 WIB
17 Juni 2026, 11:00 WIB
12 Juni 2026, 07:00 WIB
10 Juni 2026, 15:00 WIB
10 Juni 2026, 13:00 WIB
Terkini
27 Juni 2026, 21:00 WIB
AHM meminta konsumen tidak perlu ragu dengan kualitas new Honda Vario Evo 160 yang diluncurkan di Indonesia
27 Juni 2026, 20:34 WIB
Sprint Race MotoGP Belanda 2026 di Sirkuit Assen berlangsung sengit, dua rider Trackhouse Aprilia naik podium
27 Juni 2026, 18:15 WIB
Mobil mewah diyakini mengalami tantangan khususnya dari segi harga jual di tengah ketidakpastian kurs
27 Juni 2026, 09:00 WIB
Mitsubishi Destinator menghadirkan pengalaman berkendara yang nyaman, aman dan efisien untuk mobilitas harian
27 Juni 2026, 07:00 WIB
Yadea Indonesia membuktikan kualitas produknya melalui agenda kunjungan Wapres ke Papua beberapa waktu lalu
26 Juni 2026, 22:57 WIB
Mitsubishi Pajero Sport tawarkan keseimbangan performa mesin dan efisiensi bahan bakar untuk keluarga
26 Juni 2026, 09:00 WIB
AHM menjelaskan kalau mereka belum memutuskan bagaimana masa depan paten Honda Ryden 160 yang mereka daftarkan
26 Juni 2026, 07:00 WIB
Francesco Bagnaia mendapatkan kontrak selama empat tahun dari Aprilia dan akan berduet dengan Bezzecchi