Pemesanan Denza D9 2026 Resmi Dibuka, Ada Varian PHEV
30 Maret 2026, 14:00 WIB
Gaikindo tampak menanti adanya stimulus ataupun insentif otomotif untuk bantu penjualan mobil baru di 2026
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pemerintah belum memberikan sinyal terkait pemberian insentif otomotif di 2026. Padahal pemberian bantuan itu berkontribusi dalam membantu mendongkrak penjualan.
Apalagi di tengah pelemahan daya beli dan ketidakpastian kondisi ekonomi, termasuk di Indonesia.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) bahkan sampai melakukan revisi target penjualan 2025 lantaran angkanya sampai November belum memuaskan.
Di periode Januari-November 2025 penjualan mobil baru secara retail (distribusi dari diler ke konsumen) adalah 739.977 unit.
Sementara angka wholesales atau penyaluran dari pabrik ke diler baru tembus 710.084 unit. Masih jauh dari target awal Gaikindo yang cukup ambisius di 900 ribu unit.
Belum bisa diprediksi pasti sampai kapan pelemahan daya beli di sektor otomotif terjadi. Oleh karena itu kepastian insentif masih diharapkan.
“Kami memahami, bahwa pemerintah akan mencari jalan terbaik agar industri otomotif Indonesia dapat terus membaik dan berkembang lebih pesat,” kata Jongkie Sugiarto, Ketua I Gaikindo kepada KatadataOTO, Senin (15/12).
Sepanjang 2025, insentif berkontribusi besar buat kendaraan elektrifikasi. Banyak mobil listrik bisa dijual dengan harga kompetitif bahkan turun sampai ke Rp 100 jutaan berkat subsidi.
Insentif juga diyakini jadi salah satu daya tarik utama manufaktur untuk berinvestasi di Indonesia. Tetapi ini juga harus disertai keberlanjutan kebijakan.
Dia enggan menyebutkan lebih rinci prediksi penjualan mobil baru di tahun depan. Namun tampaknya Gaikindo menanti pemerintah beri kepastian terkait insentif otomotif.
“Proyeksi di tahun 2026 kami belum bahas dengan anggota (Gaikindo),” ucap Jongkie.
Di sisi lain, pengamat otomotif memprediksi angka penjualan mobil baru di 2026 tanpa adanya insentif hanya bisa mencapai 700 ribu sampai 800 ribu unit. Itupun harus disertai perbaikan ekonomi di 2026.
“Pemulihan ini terancam karena sinyal kebijakan pemerintah masih bertolak belakang, seperti penguatan fiskal yang lambat,” kata Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif dan akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
30 Maret 2026, 14:00 WIB
26 Maret 2026, 17:00 WIB
25 Maret 2026, 07:32 WIB
16 Maret 2026, 17:08 WIB
15 Maret 2026, 18:00 WIB
Terkini
30 Maret 2026, 14:00 WIB
Pemesanan Denza D9 resmi dibuka di Cina dengan beragam ubahan menarik untuk menarik minat para pelanggan
30 Maret 2026, 11:00 WIB
Toyota menjadi produsen mobil terbesar di Indonesia pada Februari 2026 disusul Mitsubishi Motors dan Daihatsu
30 Maret 2026, 09:53 WIB
Bezzecchi dan Martin berhasil mempertahankan posisi mereka di klasemen sementara MotoGP 2026 usai seri Amerika
30 Maret 2026, 06:00 WIB
Pembatasan ganjil genap Jakarta kembali diterapkan di sejumlah lokasi yang kerap terjadi kemacetan lalu lintas
30 Maret 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta kembali dioperasikan seperti biasa di awal pekan, simak lokasi serta persyaratannya
30 Maret 2026, 06:00 WIB
Jelang akhir bulan, SIM keliling Bandung tetap melayani masyarakat yang ingin mengurus dokumen berkendara
30 Maret 2026, 03:55 WIB
Marco Bezzecchi memenangkan MotoGP Amerika 2026 ditemani rekan segarasinya, Jorge Martin di urutan kedua
29 Maret 2026, 16:08 WIB
Mobil listrik Denza Z bakal mengisi kelas yang sama dengan Porsche 911, gandeng Daniel Craig untuk promosinya