Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta Digelar Lagi, Simak Syaratnya
03 November 2026, 09:00 WIB
Cara hitung denda terlambat bayar pajak kendaraan sebenarnya tidak terlalu sulit sehingga pemilik bisa melakukan perhitungan
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Terlambat membayar pajak kendaraan adalah sebuah tindakan merugikan. Hal ini karena pemilik kendaraan harus membayar denda yang seharusnya tidak perlu dilakukan bila pembayaran
Namun bila sudah terlanjur, maka denda harus dibayarkan sesuai ketentuan. Untuk itu lakukanlah persiapan uang sesuai denda yang harus dibayarkan.
Perhitungan denda terlambat bayar pajak kendaraan berbeda-beda, tergantung waktu keterlambatan dan jenis kendaraannya. Ada perhitungan yang bisa dilakukan oleh pemilik kendaraan untuk mengetahui besaran denda.
Untuk melakukan perhitungan, ketahui lebih dulu berapa lama keterlambatan pajak kendaraan. Setelah itu, pahamilah bahwa denda pajak mobil adalah sebesar 25 persen berlaku untuk 1 tahun.
Bila keterlambatan hanya hitungan bulan maka Anda cukup membaginya dengan jumlah bulannya saja. Artinya, anggapan bahwa denda keterlambatan 1 bulan sama seperti denda 1 tahun adalah salah.
Jika berdasarkan jumlah pajak kendaraan bermotor (PKB) di STNK sebesar Rp 364.200 dan SWDKLLJ Rp 243.000, maka perhitungan denda adalah:
Rp364.200 + Rp243.000 x 25 persen x 6/12 = Rp394.575
Dengan maka total yang harus dibayarkan adalah Rp 364.200 + Rp 243.000 + Rp 394.575 = Rp 1.001.775.
Perhitungan tersebut dilakukan dengan perhitungan bahwa keterlambatan pajak kendaraan hanya 6 bulan. Semakin menunda kewajiban pembayaran, maka semakin mahal pula denda yang harus dibayar nantinya.
Denda terlambat bayar pajak kendaraan tertuang dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Pasal 95 UU No. 28 Tahun 2009 disebutkan bahwa etentuan pajak daerah ditetapkan berdasarkan peraturan daerah, termasuk di dalamnya aturan mengenai sanksi administratif yang diberlakukan.
Selain denda, terlambat membayar pajak kendaraan juga bisa membuat pemilik kendaraan ditilang, sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dalam Undang-Undang tersebut disebutkan bahwa Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor berlaku selama 5 tahun serta harus disahkan setiap tahun.
Pengesahan dilakukan saat membayar PKB dan tanpa adanya pengesahan, STNK milik pemilik kendaraan dianggap tidak sah. Kondisi tersebut membuat polisi berhak melakukan penilangan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
03 November 2026, 09:00 WIB
07 Januari 2026, 11:00 WIB
11 November 2025, 16:00 WIB
29 Oktober 2025, 08:00 WIB
18 September 2025, 07:00 WIB
Terkini
04 November 2026, 21:44 WIB
Honda CRF1150L Africa Twin Series diperbaharui secara total mulai dari mesin, sasis hingga teknoligi terkini
04 November 2026, 21:07 WIB
BMW garapan Ilham Zaki Asari ini berhasil tampil di ajang SEMA Show 2026 dengan menggunakan produk-produk RI
04 November 2026, 21:00 WIB
Honda Sensing Ride merupakan asisten berkendara canggih yang diproyeksikan jadi standar baru keselamatan
04 November 2026, 20:22 WIB
Meski dibayangi konflik Timur Tengah, MotoGP Qatar 2026 menjadi kesempatan emas bagi Marquez jadi juara dunia
04 November 2026, 20:16 WIB
Pasar LCGC di RI disebut lesu, perusahaan pembiayaan Astra Credit Companies beberkan faktor penyebabnya
04 November 2026, 13:00 WIB
Aturan TKDN 60 persen yang digadang-gadang akan diterapkan pada 2027 mendapat perhatian serius dari MG
04 November 2026, 11:00 WIB
Daihatsu catat kenaikan penjualan Januari-Oktober 2026, tumbuh delapan persen dari periode sama di 2025
04 November 2026, 09:00 WIB
Chery Volt Dragon ikut jejak BYD Flash Charging, tawarkan SPKLU ultra cepat buat pengguna lini elektrifikasi