Chery QQ3 EV Meluncur, Rival Aion UT Harga Rp 100 Jutaan
31 Maret 2026, 17:00 WIB
Induk KUD akan mendistribusikan mobil rakyat ke masyarakat pedesaan, mulai siapkan infrastruktur pendukung
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Induk Koperasi Unit Desa atau Induk KUD ikut mendukung rencana pemerintah dalam menyediakan transportasi yang bisa dijangkau masyarakat termasuk di pedesaan.
Salah satunya adalah melalui wacana produksi mobil rakyat. Diketahui kendaraan itu nantinya akan dirakit oleh PT Pindad dan sudah bertenaga listrik.
Oleh karena itu Induk KUD bakal ikut membantu pengembangan infrastruktur seperti stasiun pengisian daya dan bengkel perbaikan.
Mengingat Induk KUD memiliki cabang yang tersebar di berbagai area desa, sehingga memahami pemetaan persebaran ekosistemnya.
“Kami di provinsi mempunyai kantor, posko-posko. Dari kabupaten, kecamatan kami punya KUD, itu kami sediakan lahan untuk bengkel,” kata Portasius Nggedi, Direktur Utama Induk KUD di Tangerang belum lama ini.
Ia mengungkapkan pihaknya juga mulai melakukan persiapan dengan menggandeng anggota di sejumlah wilayah dalam mengikuti pelatihan penanganan mobil rakyat bertenaga listrik.
Sementara bicara soal ekosistem Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), Induk KUD akan menggaet pihak ketiga buat membangun fasilitas tersebut.
“Stasiun pengisian mobil listrik kami bekerja sama dengan (pihak) luar. Memang kami ada minta 250 unit dulu untuk uji coba pemasangan,” kata Portasius.
Menurut dia saat ini pihaknya menjalin kerja sama dengan mitra dari luar negeri guna memaksimalkan ekosistem EV mobil rakyat.
Portasius menegaskan pemerintah mengarahkan koperasi agar ikut ambil bagian dalam mengembangkan industri strategis, termasuk mobil rakyat.
Mobil rakyat nantinya akan didistribusikan oleh Induk KUD kepada masyarakat desa. Prediksi kisaran harganya adalah Rp 50 juta.
Ini tidak berbeda jauh dari Alat Mekanis Multiguna Pedesaan atau AMMDes yang sempat ditawarkan Rp 70 jutaan.
Induk KUD akan menyalurkan lini kendaraan kepada masyarakat sesuai kebutuhan. Misalnya buat mengangkut hasil tani dan barang muatan lainnya.
“Mungkin padinya diangkut oleh mobil ini, tidak usah pakai truk yang dikenakan (biaya) jasa besar,” kata Portasius.
Belum diketahui pasti spesifikasi teknis maupun tampilan mobil rakyat, tetapi diyakini tidak berbeda terlalu jauh dari AMMDes.
Dimensinya kompak tetapi dirancang kuat melibas medan jalan pedesaan serta mobilitas sehari-hari pekerja.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
31 Maret 2026, 17:00 WIB
31 Maret 2026, 11:00 WIB
31 Maret 2026, 09:47 WIB
28 Maret 2026, 11:00 WIB
27 Maret 2026, 20:00 WIB
Terkini
01 April 2026, 20:00 WIB
Menteri perdagangan menilai pasar kendaraan Indonesia masih menunjukkan tren positif setelah pasar tumbuh di Februari 2026
01 April 2026, 15:00 WIB
Penjualan Toyota global Februari 2026 mengalami penurunan dibandingkan pencapaian di bulan sebelumnya
01 April 2026, 15:00 WIB
Pabrik di Anapolis bekerja sama dengan CAOA, jadi bentuk komitmen jangka panjang Changan di pasar Brasil
01 April 2026, 13:00 WIB
Pameran GIICOMVEC 2026 bakal kehadiran tiga merek baru yang siap meramaikan pasar kendaraan komersial RI
01 April 2026, 11:00 WIB
WFH satu hari dalam satu minggu dan pembatasan kendaraan dinas jadi langkah pemerintah menghemat BBM
01 April 2026, 09:00 WIB
Aturan pembelian BBM bersubsidi termasuk Pertalite merupakan langkah preventif pemerintah hadapi krisis energi
01 April 2026, 08:14 WIB
Yamaha AEROX ALPHA ditawarkan dengan enam pilihan varian yang memiliki keunggulan dan nilai masing-masing
01 April 2026, 07:00 WIB
Pemerintah telah menetapkan bahwa harga BBM subsidi dan nonsubsidi tidak mengalami kenaikan pada April 2026