Hyundai Ioniq Punya Desain Nyentrik di Cina
06 Juni 2026, 08:54 WIB
Pabrikan asal Korea ini dirumorkan tengah menyiapkan Hyundai Ioniq 2 dengan harga di kisaran Rp300 jutaan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Hyundai jadi salah satu produsen otomotif yang mulai gencar memasarkan kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Meski memang masih ada satu tantangan yakni harga masih relatif tinggi.
Ada beberapa usaha telah dilakukan misal memperbanyak TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) guna mendapatkan insentif dari program pemerintah.
Kemudian pihak Hyundai mengatakan bahwa mereka punya kesempatan besar memperkenalkan bervariasi model karena memiliki pabrik di Tanah Air.
Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer PT HMID (Hyundai Motors Indonesia) sempat mengungkapkan bocoran lini kendaraan listrik yang bakal dihadirkan di masa mendatang, termasuk mobil murah dan model di atas segmen Ioniq 5 dan 6.
“Kita sedang ingin memunculkan mobil baru, mungkin tahun depan ada produk di bawah varian Hyundai Ioniq 5,” ucap Fransiscus beberapa waktu lalu.
Prediksi beredar Kona Electric generasi terbaru akan jadi kandidat terkuat. Ditambah lagi konfirmasi dari Lee Young-tack selaku Presiden Hyundai Motor Asia-Pacific Headquarter bahwa Kona Electric akan dirakit lokal di Indonesia.
Namun kabar terbaru, Hyundai Ioniq 2 akan jadi bagian dari Ioniq series dengan harga paling terjangkau. Mobil tersebut akan jadi penantang mobil listrik VW ID.2 yang berukuran kecil, target harga €20.000 atau setara Rp340 jutaan.
“Semua orang di industri tahu bahwa target harga kendaraan semacam ini adalah 20.000 euro,” ucap Andreas-Cristoph Hoffman, Head of Marketing Hyundai Motor Europe.
Nanti Hyundai Ioniq 2 diprediksi memakai platform khusus mobil listrik Hyundai generasi kedua yaitu IMA (Integrated Modular Architecture).
IMA akan menggantikan E-GMP (Electric-GLobal Module Platform) yang sekarang sudah dipakai pada beberapa model seperti Ioniq 5, Ioniq 6, Kia EV6 sampai Genesis GV60 serta 13 EV lain dari Hyundai Motor Group sampai 2030.
Bukan tanpa alasan karena penggunaan platform berbeda diklaim punya harga lebih rendah namun juga mumpuni serta fleksibel digunakan untuk beragam jenis kendaraan. Mulai dari mobil kecil, SUV sampai truk.
Pengembangan baterai LFP (Lithium Iron Phosphate) dan NMC (Nickel Manganese Cobalt) juga tengah dilakukan untuk model elektrifikasi selanjutnya. Seluruh upaya dilakukan guna membuat banderol EV jadi lebih terjangkau.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
06 Juni 2026, 08:54 WIB
22 April 2026, 15:00 WIB
13 Maret 2026, 09:00 WIB
29 November 2025, 13:00 WIB
15 Oktober 2025, 17:00 WIB
Terkini
17 Juli 2026, 18:00 WIB
Diler perdana Leapmotor dibuka di kawasan PIK, gabung deretan grup brand Stellantis lain seperti Citroen
17 Juli 2026, 16:23 WIB
PUBG Mobile menjalin kerja sama dengan Ferrari dan Scuderia Ferrari HP, tawarkan pengalaman baru buat pemain
17 Juli 2026, 09:00 WIB
Selama PRJ 2026 Wahana mencatatkan penjualan positif, sebab ada 6.500 motor Honda yang terpesan di sana
17 Juli 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta merupakan salah satu sistem andalan pemerintah Ibu Kota dalam mengurangi kemacetan
17 Juli 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, SIM keliling Bandung menjadi opsi terbaik untuk mengurus masa berlaku dokumen berkendara
17 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta masih tersedia di lima tempat berbeda hari ini sebelum akhir pekan, simak informasinya
16 Juli 2026, 22:00 WIB
MG ZS Hybrid+ hadir kembali di Indonesia dengan mengusung berbagai teknologi baru terutama keselamatan
16 Juli 2026, 21:00 WIB
KLHN 2026 menjadi wadah para tenaga kerja Honda untuk pengembangan diri dalam melayani para pelanggan