Hyundai Kona Electric Diskon Rp 150 Juta di GJAW 2025
29 November 2025, 13:00 WIB
Pabrikan asal Korea ini dirumorkan tengah menyiapkan Hyundai Ioniq 2 dengan harga di kisaran Rp300 jutaan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Hyundai jadi salah satu produsen otomotif yang mulai gencar memasarkan kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Meski memang masih ada satu tantangan yakni harga masih relatif tinggi.
Ada beberapa usaha telah dilakukan misal memperbanyak TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) guna mendapatkan insentif dari program pemerintah.
Kemudian pihak Hyundai mengatakan bahwa mereka punya kesempatan besar memperkenalkan bervariasi model karena memiliki pabrik di Tanah Air.
Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer PT HMID (Hyundai Motors Indonesia) sempat mengungkapkan bocoran lini kendaraan listrik yang bakal dihadirkan di masa mendatang, termasuk mobil murah dan model di atas segmen Ioniq 5 dan 6.
“Kita sedang ingin memunculkan mobil baru, mungkin tahun depan ada produk di bawah varian Hyundai Ioniq 5,” ucap Fransiscus beberapa waktu lalu.
Prediksi beredar Kona Electric generasi terbaru akan jadi kandidat terkuat. Ditambah lagi konfirmasi dari Lee Young-tack selaku Presiden Hyundai Motor Asia-Pacific Headquarter bahwa Kona Electric akan dirakit lokal di Indonesia.
Namun kabar terbaru, Hyundai Ioniq 2 akan jadi bagian dari Ioniq series dengan harga paling terjangkau. Mobil tersebut akan jadi penantang mobil listrik VW ID.2 yang berukuran kecil, target harga €20.000 atau setara Rp340 jutaan.
“Semua orang di industri tahu bahwa target harga kendaraan semacam ini adalah 20.000 euro,” ucap Andreas-Cristoph Hoffman, Head of Marketing Hyundai Motor Europe.
Nanti Hyundai Ioniq 2 diprediksi memakai platform khusus mobil listrik Hyundai generasi kedua yaitu IMA (Integrated Modular Architecture).
IMA akan menggantikan E-GMP (Electric-GLobal Module Platform) yang sekarang sudah dipakai pada beberapa model seperti Ioniq 5, Ioniq 6, Kia EV6 sampai Genesis GV60 serta 13 EV lain dari Hyundai Motor Group sampai 2030.
Bukan tanpa alasan karena penggunaan platform berbeda diklaim punya harga lebih rendah namun juga mumpuni serta fleksibel digunakan untuk beragam jenis kendaraan. Mulai dari mobil kecil, SUV sampai truk.
Pengembangan baterai LFP (Lithium Iron Phosphate) dan NMC (Nickel Manganese Cobalt) juga tengah dilakukan untuk model elektrifikasi selanjutnya. Seluruh upaya dilakukan guna membuat banderol EV jadi lebih terjangkau.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
29 November 2025, 13:00 WIB
15 Oktober 2025, 17:00 WIB
21 April 2025, 23:03 WIB
20 Februari 2025, 20:31 WIB
12 Februari 2025, 12:15 WIB
Terkini
17 Februari 2026, 21:00 WIB
Pembatasan angkutan barang akan dilakukan mulai 13 hingga 29 Maret 2026 untuk dukung arus Mudik Lebaran
17 Februari 2026, 19:00 WIB
Agus Harimurti Yudhoyono atau biasa disapa AHY memastikan bahwa program zero ODOL masih berjalan sesuai rencana
17 Februari 2026, 17:00 WIB
NMAA tidak hanya sekadar memamerkan mobil modifikasi di ajang Osaka Auto Messe 2026, namun disertakan budaya
17 Februari 2026, 15:00 WIB
Dedi Mulyadi memamerkan moge milik pribadinya saat melakukan kunjungan ke daerah-daerah pelosok Jabar
17 Februari 2026, 13:00 WIB
IIMS 2027 masih digelar di JIExpo Kemayoran, tetapi rencananya memanfaatkan lahan tambahan seluas 20.000 m2
17 Februari 2026, 12:00 WIB
Agus Harimurti Yudhoyono mengaku tertarik dengan Denza B5 karena mobil tersebut memiliki desain yang tangguh
17 Februari 2026, 12:00 WIB
MPV bertenaga listrik Denza D9 hadir di Fortune Indonesia Summit 2026, incar konsumen pelaku bisnis di RI
17 Februari 2026, 11:00 WIB
Kegiatan ekspor mobil CBU Daihatsu sepanjang 2025 dikatakan mengalami peningkatan sebesar belasan persen