Gaikindo Minta Insentif Tidak Hanya untuk Mobil Listrik Saja
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Hyundai akan hentikan sementara produksi Ioniq 5 dan Kona Electric karena melemahnya permintaan pasar
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Hyundai akan menghentikan sementara produksi Ioniq 5 dan Kona Electric. Kebijakan itu dilakukan di pabrik mereka yang berada di Korea Selatan.
Dilansir dari Yonhap, telah terjadi penurunan permintaan di pasar ekspor terhadap mobil tersebut khususnya di Eropa, Kanada dan Amerika Serikat. Padahal selama ini kedua model itu cukup diminati oleh masyarakat global
Oleh sebab itu, Hyundai berencana untuk menghentikan sementara line produksi di pabrikan. Pelaksanaannya akan dilakukan pada 24 hingga 30 April 2025.
Penurunan permintaan tersebut terjadi tidak lepas dari adanya perubahan kebijakan insentif kendaraan listrik di beberapa negara. Sehingg masyarakat pun jadi berpikir dua kali sebelum memutuskan untuk membelinya.
Kanada serta beberapa negara Eropa seperti Jerman memang telah mengurangi atau bahkan menghapus subsidi kenbdaraam listrik. Sementara Amerika Serikat tengah menghadapi ketidakpastian akibat kebijakan tarif tinggi di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.
Hyundai Motor sendiri sebenarnya sudah berupaya untuk mengatasi situasi tersebut menggunakan beragam cara. Salah satunya adalah menawarkan program pembiayaan dengan bunga 0 persen di Amerika Utara.
Selain itu mereka juga emmberikan potongan uang muka di beberapa negara Eropa seperti Jerman dan Inggris. Sayangnya langkah tersebut tidak mendapat hasil yang diinginkan.
Penghentian produksi ini sebenarnya bukanlah yang pertama kali. Pada Februari 2025 pabrikan asal Korea Selatan itu juga sudah melakukan hal serupa.
Penurunan permintaan terhadap Hyundai Ioniq 5 sebenarnya juga dirasakan di Indonesia. Berdasarkan data Gaikindo, wholesales pada Maret 2025 hanya sebesar 84 unit atau turun dibanding bulan sebelumnya sebesar 104 unit.
Sementara untuk Hyundai Kona Electric, penjualannya di Maret 2025 adalah sebesar 37 unit. Jumlah itu juga melemah jika dibandingkan Februari yang mencatatkan ang sebesar 59 unit.
Meski demikian, penjualan mobil listrik Hyundai tetap tidak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya mereka telah mencatatkan wholesales sebesar 258 unit kendaraan elektrifikasi sepanjang Maret 2025 dan duduk di posisi keenam pabrikan EV terbesar di Indonesia.
Sementara untuk total wholesales mobil listrik yang mereka miliki periode Januari hingga Maret 2025 adalah 574 unit.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Juni 2026, 15:00 WIB
29 Juni 2026, 07:00 WIB
28 Juni 2026, 07:15 WIB
25 Juni 2026, 20:58 WIB
25 Juni 2026, 20:56 WIB
Terkini
01 Juli 2026, 06:00 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku hari ini 1 Juli 2026, ada beberapa aturan baru yang diterapkan
01 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung beroperasi secara penuh di awal bulan demi memudahkan para pengendara di Kota Kembang
01 Juli 2026, 06:00 WIB
Mengawali Juli 2026, layanan SIM keliling Jakarta kembali mengakomodir perpanjangan masa berlaku SIM
30 Juni 2026, 21:00 WIB
BMW iX3 dijadwalkan meluncur di pameran otomotif GIIAS 2026, meskipun penjualan EV BMW diklaim masih datar
30 Juni 2026, 20:28 WIB
Dua model baru Changan yakni S05 EV dan REEV bisa dipesan, CBU Thailand dengan estimasi harga Rp 500 jutaan
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Gaikindo menilai stimulus yang diberikan pemerintah dapat menggairahkan industri otomotif yang tengah terjepit
30 Juni 2026, 13:00 WIB
Chery Q EV hadir dengan tawaran yang menarik mulai dari desain dan dukungan fitur yang lengkap di kelas Rp 200 jutaa
30 Juni 2026, 11:03 WIB
SUV Jetour T1 siap menantang Mitsubishi Destinator, tersedia dalam opsi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)