Honda Sebut Penghentian Produksi di Jepang dan Cina Belum Pengaruhi RI
22 Desember 2025, 07:00 WIB
Honda kurangi produksi kendaraan hingga 40 persen pada September karena adanya gangguan pasokan komponen
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Honda kurangi produksi kendaraan hingga 40 persen di Jepang. Langkah ini dilakukan pada awal September karena adanya gangguan pasokan komponen yang mereka rasakan.
Pengurangan produksi terjadi pada pabrik perakitan di prefektur Saitama sehingga memangkas produksi sebesar 40 persen dari awal bulan depan. Sementara 2 jalur pabrik di Suzuka juga akan mengurangi rencana produksinya hingga 30 persen.
Kebijakan tersebut terpaksa dilakukan oleh Honda karena adanya keterlambataan pengiriman suku cadang dan logistik. Pandemi Covid-19 ditambah krisis cip semikonduktor menyebabkan produksi tersendat serta mempengaruhi beberapa kendaraan seperti Honda Civic.
Padahal Honda mengklaim sudah menyesuaikan produksinya agar mulai membaik di Mei kemudian normal pada awal Juni. Sayang, rencana tersebut tampaknya belum bisa terwujud.
Selain mendapat permasalahan di negaranya sendiri, Honda rupanya juga memiliki tantangan di China. Pasalnya pabrik mereka di wilayah Chongqing tidak bisa beroperasi karena larangan dari pemerintah.
Perlu diketahui bahwa pemerintah daerah Sichuan serta Chongqing telah memerintahkan pemadaman listrik untuk pabrik industri maupun rumah tangga. Kebijakan diberikan karena wilayah tersebut tengah menghadapi panas dan kekeringan parah.
Wilayah disana sangat bergantung pada tenaga air dalam menghasilkan listrik. Namun waduknya sendiri kini sudah mengering sementara Sungai Yangtze, yang mengalir melalui Chongqing telah mencapai tingkat terendah setidaknya sejak 1865.
Pemerintah China sendiri telah berjanji untuk mengurangi kekurangan daya listrik yang telah mengganggu operasi pabrikan. Mereka bahkan berjanji untuk mengirimkan daya dari wilayah lain agar tidak terjadi lagi pemadaman.
Kondisi buruk tersebut pun dialami oleh wilayah lain serta merupakan pusat produksi dari perusahaan otomotif. Nanjing misalnya, kota yang menjadi pusat produksi Mazda pun mengalami hal serupa.
Bedanya, Mazda telah melakukan strategi seperti menghindari produksi di jam-jam sibuk. Langkah itu mereka lakukan agar dapat berproduksi meski pasokan listrik terbatas dan hingga kini hasilnya cukup positif.
Kebijakan berbeda dilakukan oleh Denso Corp yang merupakan afiliasi Toyota. Mereka sudah mulai memproduksi setelah mendatangkan generator sehingga pabrik telah beroperasi secara bertahap sejak 22 Agustus lalu.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
22 Desember 2025, 07:00 WIB
19 Desember 2025, 11:00 WIB
02 Oktober 2025, 18:00 WIB
17 September 2025, 14:00 WIB
06 Agustus 2025, 22:00 WIB
Terkini
02 November 2026, 09:00 WIB
Merek mobil Cina mulai menjamur dan mencatatkan penjualan positif di berbagai wilayah, terkininya di eropa
02 November 2026, 07:00 WIB
Yamaha Gear Ultima edisi Kicau Mania hadir perdana di gelaran Umi Kasum Cup VI, jadi inspirasi modifikasi
01 November 2026, 20:29 WIB
iCar Indonesia membuka diler di dalam mal pertamanya di Jakarta untuk mendekatkan diri dengan konsumen
01 November 2026, 17:37 WIB
Di bulan ini sejumlah SPBU di Indonesia nampak menahan harga BBM mereka, mulai dari RON 92 sampai jenis diesel
01 November 2026, 15:07 WIB
Marc Marquez berhasil meraih kemenangan di MotoGP Malaysia 2026 dan mendapat poin untuk menjauh dari Martin
01 November 2026, 10:13 WIB
Bappenas menjelaskan pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia perlu kolaborasi berbagai pihak
01 November 2026, 07:00 WIB
Peluang kolaborasi dari AISI terbuka lebar untuk merek-merek sepeda motor Cina yang mulai masuk Indonesia
31 Oktober 2026, 22:37 WIB
Absennya Jorge Martin menjadi kesempatan berharga bagi Marquez untuk raih kemenangan di MotoGP Malaysia 2026