Wholesales Motor Baru Agustus 2026 Turun Tipis 6,2 Persenan
12 September 2026, 08:14 WIB
Honda dan Mitsubishi kerja sama untuk mengembangkan baterai mobil listrik agar lebih efektif dibanding sekarang
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Honda dan Mitsubishi kerja sama untuk mengembangkan baterai mobil listrik khususnya setelah masa pakainya habis. Dengan demikian diharapkan sumber daya yang terbuang bisa semakin diminimalisir.
Langkah ini dilakukan ketika para produsen mobil di seluruh dunia mulai mengadopsi kendaraan listrik. Padahal mereka masih kesulitan mengatasi dampak lingkungan setelah masa pakai baterai habis.
“Kami paham bahwa konvergensi seperti mobilitas, energi, jasa serta data merupakan tren yang tidak bisa diubah. Mitsubishi Corporation bertujuan untuk mengembangkan bisnis baru dengan menyeimbangkan elektrifikasi dan dekarbonisasi serya melakukan inovasi sesuai perkembangan zaman,” ungkap Katsuya Nakanishi Presiden & CEO Mitsubishi Corporation (12/10).
Kerja sama yang dilakukan antara Mitsubishi dan Honda pun diyakini bisa mendukung ekosistem kendaraan listrik di masa depan. Bahkan bukan tidak mungkin strategi ini akan ditiru oleh pabrikan lain.
“Honda tidak hanya menjual kendaraan listrik tetapi juga aktif pada manajemen energi. Nantinya baterai mobil elektrifikasi kami gunakan sebagai sumber tenaga baru,” ungkap Toshihiro Mibe, CEO Honda.
Dalam kesepakatan yang telah ditandatangani, kedua perusahaan akan mendirikan bisnis untuk memantau penggunakan baterai mobil listrik dari Honda Mini EV lalu mentransfernya ke penimpanan energi stasioner bila sudah mengalami penurunan daya.
Tak hanya itu, mereka pun akan bekerjasama dalam mengembangkan “Smart Charging” agar mobil secara otomatis menyesuaikan waktu pengisian daya. Kemudian mereka juga melakukan pengembangan lain seperti Vehicle to Grid System, yaitu teknologi untuk menyupai listrik ke jaringan melalui baterai kendaraan.
Kolaborasi ini diharapkan bisa memberikan manfaat signifikan pada para konsumen di masa depan. Mulai dari pengurangan biaya listrik hingga pemanfaatan material baterai yang lebih efisien dibandingkan teknologi sekarang.
Tak bisa dipungkiri bahwa saat ini baterai masih menjadi tantangan terbesar dalam pengembangan mobil listrik. Kapasitasnya yang terbatas, pengisian daya membutuhkan waktu hingga tingginya harga membuat masyarakat enggan untuk berpindah dari mobil konvensional.
Oleh karena itu pabrikan kendaraan harus mencari solusi tepat agar situasi tersebut bisa teratasi dan masyarakat jadi lebih percaya diri membeli EV.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
12 September 2026, 08:14 WIB
11 September 2026, 12:25 WIB
05 September 2026, 17:00 WIB
27 Agustus 2026, 11:00 WIB
21 Agustus 2026, 17:00 WIB
Terkini
14 September 2026, 06:00 WIB
Untuk bisa mengurai kemacetan panjang di sejumlah jalan protokol Ibu Kota, Ganjil Genap Jakarta masih berlaku
14 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi opsi terbaik untuk Anda yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini
14 September 2026, 05:48 WIB
Kembali beroperasi seperti biasa di lima lokasi, simak informasi lengkap SIM keliling Jakarta hari ini
13 September 2026, 19:55 WIB
Marc Marquez kembali mendominasi dan ada di puncak klasemen sementara setelah MotoGP San Marino 2026
13 September 2026, 18:11 WIB
Astra Financial menunjukkan komitmennya akan penguatan literasi keuangan di Indonesia mencetak Duta OJK Peduli
13 September 2026, 17:47 WIB
YIMM baru saja menggelar acara Yamaha Dirt Bike Experience chapter Skill Up berlokasi di Sirkuit Cibereum
12 September 2026, 22:30 WIB
Varian terendah GWM Wey G9 dibekali teknologi hybrid dengan harga Rp 1,15 miliar on the road Jakarta
12 September 2026, 21:41 WIB
Asuransi Astra memasuki usia 70 tahun dengan menjaga kepercayaan para pelanggan dengan sejumlah terobosan