Honda Sebut EV Murah Belum Bisa Gantikan Peran LCGC
22 September 2026, 13:00 WIB
Honda akan hentikan proses produksi kendaraan di Jepang dan Cina akibat kekurangan cip semikonduktor
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Honda mengumumkan akan menghentikan sementara operasional pabrik-pabriknya di Jepang dan Cina. Langkah ini rencananya diambil pada akhir Desember hingga awal Januari karena adanya kekurangan semikonduktor.
Perusahaan mengungkap bahwa mereka akan menghentikan produksi di tiga pabrik mobil di Negeri Tirai Bambu mulai 29 Desember 2025 selama lima hari. Fasilitas produksi tersebut dioperasikan perusahaan Joint Venture Honda dengan produsen mobil Cina.
Sementara untuk penghentian produksi di pabrik Jepang rencananya dilakukan pada 5 dan 6 Januari. Ketika produksi dilanjutkan di 7 Januari 2026, output tetap akan dikurangi selama tiga hari.
Pengumuman ini cukup disayangkan karena pabrikan asal Jepang tersebut juga menangguhkan produksi mereka di Meksiko. Penghentian sementara dilakukan karena alasan serupa yaitu gangguan pasokan cip semikonduktor di Oktober serta November.
Dilansir dari Bloomberg, kekurangan cip semikonduktor disebabkan adanya perang proksi geopolitik di Belanda. Pada Oktober pemerintah Negeri Kincir Angin dikabarkan mendapat tekanan dari Amerika Serikat untuk mengambil alih kendali Nexperia.
Perusahaan tersebut merupakan produsen cip milik Cina yang kerap digunakan pada mobil, peralatan rumah tangga dan teknologi lain.
Namun pemerintah Belanda mengungkap pengambilalihan dilakukan karena Nexperia memiliki kekurangan pasa sistem tata kelola yang serius. Mereka menilai kebanyakan pemilik perusahaan berasal dari Cina dan berpotensi memindahkan teknologi penting keluar Eropa.
Situasi itu membuat Cina membalas dengan memblokir ekspor cip buatan Nexperia. Belanda akhirnya menangguhkan intervensinya setelah melakukan komunikasi ke Negeri Tirai Bambu.
Cina kemudian melonggarkan pembatasannya melalui pengecualian terhadap kontrol ekspor. Namun resolusi yang tidak stabil ini belum cukup untuk membantu rantai pasokan pulih sepenuhnya.
Dilansir NHK, jumlah ini akan membuat produksi kendaraan mengalami penurunan dan potensi laba Honda di tahun fiskal yang berakhir Maret 2026 terkoreksi. Jumlahnya diperkirakan mencapai 150 miliar yen atau Rp 16 triliun.
Sampai berita dibuat belum ada informasi apakah Honda Prospect Motor selaku APM di Indonesia akan terkena dampak dari situasi ini.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
22 September 2026, 13:00 WIB
18 September 2026, 16:50 WIB
12 September 2026, 08:14 WIB
11 September 2026, 12:25 WIB
27 Agustus 2026, 11:00 WIB
Terkini
23 September 2026, 22:39 WIB
Pertamina Lubricants dan Telkomsel berkolaborasi untuk menghadirkan Promo Gokil untuk para ojek online
23 September 2026, 19:00 WIB
Daihatsu buktikan komitmennya menjaga efisiensi energi dan keberlanjutan dalam proses produksi kendaraan
23 September 2026, 17:49 WIB
Sistem Series-Parallel Hybrid dan Power Split Device di Toyota Veloz Hybrid punya konsumsi BBM tergolong hemat
23 September 2026, 09:00 WIB
Hyundai Stargazer Cartenz diklaim mendapat sambutan positif usai HMID menerapkan strategi baru di Indonesia
23 September 2026, 07:00 WIB
Carro resmi rambah bisnis mobil baru, kolaborasi dengan Omoda Jaecoo dan buka diler pertama di Harapan Indah
23 September 2026, 06:00 WIB
Lima lokasi SIM keliling Jakarta tersedia hari ini, layani perpanjangan masa berlaku SIM yang belum kedaluwarsa
23 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi salah satu opsi terbaik dalam mengurus dokumen berkendara berbentuk kartu
22 September 2026, 21:27 WIB
Pameran IMHAX berhasil mencatatkan rekor baru dalam hal penjualan maupun pengunjung yang datang langsung