Merek Mobil Terlaris Juli 2026: Mitsubishi Kembali ke Tiga Besar
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
Pasar otomotif AS ikut menghadapi tantangan penjualan mobil baru di tengah ketidakpastian aturan tarif
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Industri otomotif Amerika Serikat ikut terdampak dengan berbagai kebijakan baru seperti tarif impor. Sepanjang 2025, bakal ada banyak hal menjadi menghambat penjualan mobil baru.
Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Cox Automotive, harga mobil di AS berada di kisaran 48,6 ribu USD (Rp 797,3 jutaan) atau naik 774 USD (Rp 12,6 jutaan) dari awal bulan.
Angka tersebut naik 2,8 persen menjadi 1.318 USD atau sekitar Rp 21,6 jutaan lebih tinggi jika dibandingkan tahun lalu.
Kemudian stok mobil baru di berbagai diler disebut sebanyak 2,49 juta pada awal Mei 2025, turun dari April di 2,69 juta unit.
Sedangkan Days’ Supply atau jumlah hari dibutuhkan buat menghabiskan stok di diler dengan ritme penjualan saat ini, berada di angka 66.
“Beberapa manufaktur nampaknya menahan sementara pengiriman dan produksi, karena semua pihak kesulitan menghadapi ketidakpastian aturan soal tarif,” tulis Erin Keating, Executive Analyst dalam laporan Cox Automotive, dikutip Selasa (20/05).
Sejumlah merek mobil telah mengumumkan kemungkinan kenaikan harga mobil imbas penerapan tarif. Model terimbas adalah Maverick, Bronco Sport sampai Mustang Mach-E.
Data tersebut, menurut Cox Automotive mengindikasikan bahwa biaya tambahan kebijakan nantinya akan dibebankan ke model kendaraan yang dijual. Tetapi belum diketahui pasti seberapa besar perubahan harganya.
Meskipun tidak terdampak langsung tarif impor AS, masih ada hambatan lain seperti pungutan opsen PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) di beberapa daerah.
Berbagai manufaktur yang bermain di kelas entry level seperti Daihatsu disebut akan banyak terdampak.
Per April 2025, data Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) menunjukkan angka wholesales LCGC (Low Cost Green Car) yang merupakan pilihan banyak pembeli mobil pertama, turun menjadi 9.087 unit (Maret di 12.726 unit).
Daihatsu Sigra masih terus menempati posisi pertama dengan capaian 4.020 unit, disusul Honda Brio Satya 1.923 unit lalu Daihatsu Ayla 1.564 unit.
Sedangkan Toyota Calya 1.272 unit, dan di urutan terakhir adalah Toyota Agya sebanyak 308 unit.
Penjualan ritel secara keseluruhan juga alami penurunan di April 2025 menjadi 57.031 unit. Di Maret 2025, penjualan tembus 76.582 unit.
Menghadapi hal tersebut, berbagai merek siapkan strategi berbeda mulai dari perkenalan model baru di segmen favorit seperti SUV, atau menyiapkan promo pembelian guna memudahkan konsumen dalam membeli mobil.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
05 Agustus 2026, 18:00 WIB
28 Juli 2026, 22:44 WIB
25 Juli 2026, 22:43 WIB
Terkini
13 Agustus 2026, 22:00 WIB
BMW iX3 Neue Klasse bakal menjadi lead car di acara Maybank Marathon Bali pada 21-23 Agustus mendatang
13 Agustus 2026, 21:34 WIB
Lamborghini Temerario hadir di Indonesia untuk menggoda para orang berkantong tebal dan pencinta kecepatan
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
Penjualan mobil di Indonesia kembali pulih, Toyota masih memimpin sebagai merek mobil terlaris di Juli 2026
13 Agustus 2026, 09:00 WIB
Kontes modifikasi BlackAuto Battle 2026 memasuki seri kedua dan menyambangi kota Solo, Jawa Tengah pekan lalu
13 Agustus 2026, 07:00 WIB
AISI melaporkan pada Juli 2026 terjadi kenaikan hingga 23 persen untuk distribusi motor baru di pasar domestik
13 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta melayani perpanjangan masa berlaku SIM A dan C dengan syarat belum lewat tenggat waktu
13 Agustus 2026, 06:00 WIB
Agar lebih mudah dalam pengurusan dokumen berkendara, Anda bisa mendatangi SIM keliling Bandung hari ini
13 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan dalam mencegah kebuntuan pada jalan protokol terutama jam sibuk