Penjualan Mobil Bekas Tumbuh 12 Persen di GIIAS 2026
19 Agustus 2026, 17:30 WIB
Pasar otomotif AS ikut menghadapi tantangan penjualan mobil baru di tengah ketidakpastian aturan tarif
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Industri otomotif Amerika Serikat ikut terdampak dengan berbagai kebijakan baru seperti tarif impor. Sepanjang 2025, bakal ada banyak hal menjadi menghambat penjualan mobil baru.
Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Cox Automotive, harga mobil di AS berada di kisaran 48,6 ribu USD (Rp 797,3 jutaan) atau naik 774 USD (Rp 12,6 jutaan) dari awal bulan.
Angka tersebut naik 2,8 persen menjadi 1.318 USD atau sekitar Rp 21,6 jutaan lebih tinggi jika dibandingkan tahun lalu.
Kemudian stok mobil baru di berbagai diler disebut sebanyak 2,49 juta pada awal Mei 2025, turun dari April di 2,69 juta unit.
Sedangkan Days’ Supply atau jumlah hari dibutuhkan buat menghabiskan stok di diler dengan ritme penjualan saat ini, berada di angka 66.
“Beberapa manufaktur nampaknya menahan sementara pengiriman dan produksi, karena semua pihak kesulitan menghadapi ketidakpastian aturan soal tarif,” tulis Erin Keating, Executive Analyst dalam laporan Cox Automotive, dikutip Selasa (20/05).
Sejumlah merek mobil telah mengumumkan kemungkinan kenaikan harga mobil imbas penerapan tarif. Model terimbas adalah Maverick, Bronco Sport sampai Mustang Mach-E.
Data tersebut, menurut Cox Automotive mengindikasikan bahwa biaya tambahan kebijakan nantinya akan dibebankan ke model kendaraan yang dijual. Tetapi belum diketahui pasti seberapa besar perubahan harganya.
Meskipun tidak terdampak langsung tarif impor AS, masih ada hambatan lain seperti pungutan opsen PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) di beberapa daerah.
Berbagai manufaktur yang bermain di kelas entry level seperti Daihatsu disebut akan banyak terdampak.
Per April 2025, data Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) menunjukkan angka wholesales LCGC (Low Cost Green Car) yang merupakan pilihan banyak pembeli mobil pertama, turun menjadi 9.087 unit (Maret di 12.726 unit).
Daihatsu Sigra masih terus menempati posisi pertama dengan capaian 4.020 unit, disusul Honda Brio Satya 1.923 unit lalu Daihatsu Ayla 1.564 unit.
Sedangkan Toyota Calya 1.272 unit, dan di urutan terakhir adalah Toyota Agya sebanyak 308 unit.
Penjualan ritel secara keseluruhan juga alami penurunan di April 2025 menjadi 57.031 unit. Di Maret 2025, penjualan tembus 76.582 unit.
Menghadapi hal tersebut, berbagai merek siapkan strategi berbeda mulai dari perkenalan model baru di segmen favorit seperti SUV, atau menyiapkan promo pembelian guna memudahkan konsumen dalam membeli mobil.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 Agustus 2026, 17:30 WIB
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
05 Agustus 2026, 18:00 WIB
28 Juli 2026, 22:44 WIB
Terkini
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
Mobil hybrid menjadi salah satu opsi transisi elektrifikasi yang menuai respons positif dari masyarakat
31 Agustus 2026, 07:00 WIB
Setidaknya ada 100 model mobil baru dihadirkan Hyundai sampai 2030, termasuk kendaraan energi terbarukan
31 Agustus 2026, 06:00 WIB
Kepolisian terus memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam menghadirkan SIM keliling Bandung
31 Agustus 2026, 06:00 WIB
Menjelang akhir Agustus, layanan SIM keliling Jakarta kembali beroperasi di lima lokasi strategis hari ini
31 Agustus 2026, 06:00 WIB
Untuk mengurai kemacetan parah terutama di sejumlah jalan protokol, Ganjil Genap Jakarta masih andalan
30 Agustus 2026, 20:14 WIB
Marc Marquez berhasil keluar sebagai jawara di MotoGP Aragon 2026 dan menambah catatan apik di Motorland
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
BAIC T1 menawarkan rasa berkendara yang nyaman serta lincah ketik diajak untuk perjalanan ke luar kota
29 Agustus 2026, 21:08 WIB
Marc Marquez kembali unjuk performa di Sprint Race MotoGP Aragon 2026, naik podium bersama Alex Marquez