Rupiah Tertekan, Harga Mobil Baru Bakal Merangsek Naik
05 Juni 2026, 14:06 WIB
Harga mobil melambung mengakibatkan masyarakat lebih memilih membeli kendaraan dengan cara kredit tenor panjang
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Dari tahun ke tahun harga mobil terus mengalami kenaikan. Hal ini membuat membeli kendaraan secara tunai makin sulit.
Berdasarkan hasil studi dari Edmunds, masyarakat semakin banyak yang memilih untuk membeli kendaraan secara kredit dengan tenor panjang. Bahkan di Amerika Serikat banyak konsumen memanfaatkan kredit hingga tujuh bulan.
Pada kuartal pertama 2025, setidaknya 19,8 persen konsumen di Amerika Serikat memilih paket tersebut. Jumlah itu meningkat signifikan dibanding 2019 yang cuma 13,4 persen.
Sementara konsumen kredit jangka pendek seperti tenor di bawah 48 persen juga mengalami pertumbuhan. Dari hanya 7,1 persen di 2019 kini naik menjadi 10,2 persen.
Padahal bunga yang harus dibayarnya terbilang tinggi. Di Amerika Serikatm saat ini suku bunga rata-rata masih tertahan pada level tertinggi sepanjang sejarah, yaitu 7,1 persen—sama seperti pada Q1 tahun 2024.
Situasi dinilai cukup untuk memperlihatkan bahwa situasi keungangan masyarakat cukup sulit.
“Ketika satu dari lima pembeli mobil baru mengambil pinjaman selama tujuh tahun menunjukkan bahwa konsumen memang mengalami kesulitan keuangan,” ungkap Jessica Caldwell, Head of Insights Edmunds dilansir Carscoops (08/04).
Situasi tersebut diperkirakan bakal menjadi semakin menantang karena adanya tarif impor yang diberlakukan pemerintahan Trump untuk semua mobil dan suku cadang impor.
"Bahkan dengan suku bunga yang relatif stabil, ketergantungan pada tenor panjang menunjukkan betapa sulitnya pembelian mobil. Kini adanya tarif baru berisiko membuat memiliki kendaraan semakin jauh dari jangkauan,” tambahnya.
Sementara itu di Indonesia, situasainya tidak berbeda jauh karena kebanyakan masyarakat melakukan pembelian kendaraan secara kredit. Namun aturan dari perusahaan pembiayaan yang semakin ketat justru menjadi tantangannya.
“Sebelum lebaran memang SPKnya memang cukup tinggi tetapi tingkat diterima tidaknya oleh perusahaan pembiayaannya harus dimonitor,” ungkap Yusak Billy, Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor beberapa waktu lalu.
Pasalnya tidak menutup kemungkinan pelanggan membatalkan pemesanannya bila perusahaan pembiayaan menolak pengajuan kredit.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
05 Juni 2026, 14:06 WIB
17 Mei 2026, 21:00 WIB
17 Januari 2026, 17:00 WIB
04 Desember 2025, 13:00 WIB
04 November 2025, 19:00 WIB
Terkini
27 Oktober 2026, 11:00 WIB
Piaggio Indonesia menawarkan banyak model Vespa matic, sesuai dengan kebutuhan dan minat para konsumen
27 Oktober 2026, 09:00 WIB
Setelah Phillip Island MotoGP Australia akan beralih ke Adelaide Circuit, trek jalan raya alias street circuit
27 Oktober 2026, 07:00 WIB
Kia Carens EV dibuka keran pemesanannya dan prediksi harganya mulai dari Rp 300 jutaan hingga Rp 400 jutaan
26 Oktober 2026, 17:17 WIB
PT CSI mulai melakukan distribusi mobil listrik Chery Q, tuai respons positif sejak debutnya di GIIAS 2026
26 Oktober 2026, 15:00 WIB
Robot Humanoid AiMOGA teranyar yang dikembangkan anak perusahaan Chery Group ini memiliki banyak kemampuan
26 Oktober 2026, 14:15 WIB
Final Battle Honda Modif Contest 2026 menjadi acara yang paling mencuri perhatian di HBD Ambarawa, Jawa Tengah
26 Oktober 2026, 11:00 WIB
Periklindo berharap pemerintah turut memberikan perhatian untuk kendaraan niaga listrik agar semakin diminati
26 Oktober 2026, 09:00 WIB
BMW dan Mercedes-Benz jadi merek mobil mewah yang mencatatkan kenaikan penjualan pada periode September 2026