BYD Linghui Resmi Debut, Ada Empat Model Baru Khusus Taksi
02 Februari 2026, 19:00 WIB
Airlangga menyebut harga mobil di Indonesia tidak berkembang karena adanya pergeseran minat masyarakat
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pasar mobil konvensional di Indonesia terus tertekan. Apalagi setelah serbuan Electric Vehicle (EV) murah.
Saat ini di Tanah Air para pabrikan saling berlomba-lomba, untuk meniagakan mobil listrik Rp 100 jutaan.
Situasi itu ternyata berdampak luas bagi industri otomotif, terutama pada kendaraan roda empat bermesin bensin.
“Terjadi shifting dari mobil bensin ke mobil listrik,” ungkap Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian saat Pembukaan Rapimnas Kadin dikutip dari video YouTube Kadin Indonesia pada Kamis (04/11).
Airlangga menceritakan bahwa, dalam sebuah pameran yang digelar di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD) sudah banyak kendaraan roda empat dibanderol Rp 300 jutaan.
Akan tetapi ia tidak mengurai secara rinci, mengenai model-model yang ia maksud dalam pameran tersebut.
“Bahkan ada mobil yang harganya Rp 175 juta sampai Rp 190 juta. Artinya dengan kehadiran electric vehicle harga mobil tertekan ke bawah,” lanjut Airlangga.
Pembantu Presiden Prabowo Subianto tersebut mengungkapkan, tingginya minat masyarakat terhadap EV murah mulai mengubah pola kompetisi di pasar otomotif nasional.
Nampak para produsen mobil konvensional lebih berhati-hati dalam menentukan harga produk mereka. Bahkan cenderung menahan banderol agar tetap kompetitif.
Mengingat perang harga mobil listrik di Tanah Air kian sengit. Sehingga mendorong mereka menyesuaikan diri.
“Ini belum pernah terjadi sebelumnya. Dengan indikator tersebut kita melihat bahwa seluruh risiko ke depan itu sudah price in, baik itu di rupiah di tingkat suku bunga maupun berbagai faktor lain,” tegas Airlangga.
Di sisi lain Airlangga tida memungkiri bahwa, saat ini banyak masyarakat yang mengandalkan EV buat mobilitas.
Kondisi tersebut mendorong penjualan mobil listrik secara nasional pada 2025, bertumbuh cukup tinggi sampai 18,27 persen.
Sedangkan penjualan kendaraan roda empat bensin, relatif stagnan. Sehingga para pabrikan harus cermat dalam menentukan strategi.
Terutama dalam menentukan harga pada produk baru, agar masyarakat mau memboyong mobil yang dipasarkan.
Jika kondisi seperti ini dibiarkan, maka bukan tidak mungkin persaingan antar pabrikan semakin tidak sehat.
Selain itu mengancam keberlangsungan bisnis mereka juga di Tanah Air. Risiko terburuk pun dapat datang sewaktu-waktu.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 Februari 2026, 19:00 WIB
02 Februari 2026, 16:00 WIB
02 Februari 2026, 15:00 WIB
02 Februari 2026, 11:00 WIB
02 Februari 2026, 10:00 WIB
Terkini
02 Februari 2026, 22:00 WIB
Modifikasi stiker mobil terbilang mudah dan harganya juga cukup kompetitif, perawatannya tidak sulit
02 Februari 2026, 21:00 WIB
Mobil hybrid MG VS HEV tampak kesulitan bersaing, masih CBU Thailand dan hanya catatkan wholesales 204 unit
02 Februari 2026, 20:00 WIB
Perluas jangkauan konsumen, Chery perkenalkan pikap bertenaga listrik Himla dengan banderol kompetitif
02 Februari 2026, 19:00 WIB
Merek Linghui yang baru dihadirkan BYD yang dikembangkan untuk kebutuhan khusus komersial termasuk taksi
02 Februari 2026, 18:00 WIB
Aprilia Racing kembali memberikan kontrak baru kepada Marco Bezzecchi selama dua tahun atau sampai akhir 2028
02 Februari 2026, 17:00 WIB
Menurut informasi di laman resmi Shell, mereka masih berkoordinasi dengan pemerintah terkait kuota impor BBM
02 Februari 2026, 16:00 WIB
BYD melaporkan mengalami penurunan penjualan sampai 30,1 persen atau hanya mencatatkan 210.051 di Januari 2026
02 Februari 2026, 15:00 WIB
Toyota bersama Subaru berkolaborasi kembangkan rekayasa transmisi manual buat mobil listrik, ini detailnya