Xpeng P7 Facelift Meluncur, Siap Masuk Indonesia
20 Maret 2026, 13:31 WIB
Airlangga menyebut harga mobil di Indonesia tidak berkembang karena adanya pergeseran minat masyarakat
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pasar mobil konvensional di Indonesia terus tertekan. Apalagi setelah serbuan Electric Vehicle (EV) murah.
Saat ini di Tanah Air para pabrikan saling berlomba-lomba, untuk meniagakan mobil listrik Rp 100 jutaan.
Situasi itu ternyata berdampak luas bagi industri otomotif, terutama pada kendaraan roda empat bermesin bensin.
“Terjadi shifting dari mobil bensin ke mobil listrik,” ungkap Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian saat Pembukaan Rapimnas Kadin dikutip dari video YouTube Kadin Indonesia pada Kamis (04/11).
Airlangga menceritakan bahwa, dalam sebuah pameran yang digelar di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD) sudah banyak kendaraan roda empat dibanderol Rp 300 jutaan.
Akan tetapi ia tidak mengurai secara rinci, mengenai model-model yang ia maksud dalam pameran tersebut.
“Bahkan ada mobil yang harganya Rp 175 juta sampai Rp 190 juta. Artinya dengan kehadiran electric vehicle harga mobil tertekan ke bawah,” lanjut Airlangga.
Pembantu Presiden Prabowo Subianto tersebut mengungkapkan, tingginya minat masyarakat terhadap EV murah mulai mengubah pola kompetisi di pasar otomotif nasional.
Nampak para produsen mobil konvensional lebih berhati-hati dalam menentukan harga produk mereka. Bahkan cenderung menahan banderol agar tetap kompetitif.
Mengingat perang harga mobil listrik di Tanah Air kian sengit. Sehingga mendorong mereka menyesuaikan diri.
“Ini belum pernah terjadi sebelumnya. Dengan indikator tersebut kita melihat bahwa seluruh risiko ke depan itu sudah price in, baik itu di rupiah di tingkat suku bunga maupun berbagai faktor lain,” tegas Airlangga.
Di sisi lain Airlangga tida memungkiri bahwa, saat ini banyak masyarakat yang mengandalkan EV buat mobilitas.
Kondisi tersebut mendorong penjualan mobil listrik secara nasional pada 2025, bertumbuh cukup tinggi sampai 18,27 persen.
Sedangkan penjualan kendaraan roda empat bensin, relatif stagnan. Sehingga para pabrikan harus cermat dalam menentukan strategi.
Terutama dalam menentukan harga pada produk baru, agar masyarakat mau memboyong mobil yang dipasarkan.
Jika kondisi seperti ini dibiarkan, maka bukan tidak mungkin persaingan antar pabrikan semakin tidak sehat.
Selain itu mengancam keberlangsungan bisnis mereka juga di Tanah Air. Risiko terburuk pun dapat datang sewaktu-waktu.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
20 Maret 2026, 13:31 WIB
16 Maret 2026, 11:00 WIB
14 Maret 2026, 21:00 WIB
13 Maret 2026, 19:00 WIB
12 Maret 2026, 21:00 WIB
Terkini
20 Maret 2026, 17:21 WIB
Bezzecchi akan kembali bertarung dengan Acosta dan Marquez dalam ajang MotoGP Brasil 2026 akhir pekan nanti
20 Maret 2026, 13:31 WIB
Versi terbaru dari Xpeng P7 disematkan sistem ADAS yang lebih mumpuni, diproyeksikan segera masuk Indonesia
20 Maret 2026, 11:00 WIB
Dishub telah sediakan 21 kantong parkir buat acara Jakarta Bedug Kolosal Malam Idul Fitri 1447 Hijriah
20 Maret 2026, 09:00 WIB
Pemerintah bakal lakukan rekayasa lalu lintas saat penyelenggaraan Jakarta Bedug Kolosal yang dilangsungkan hari ini
19 Maret 2026, 21:30 WIB
Tidak hanya menggelar mudik gratis, Federal Oil layani pemotor yang ingin beristirahat di sejumlah posko
19 Maret 2026, 15:00 WIB
Harga motor matic 150 cc tidak mengalami kenaikan, cocok bagi Anda yang ingin memanfaatkan THR setelah Lebaran.
19 Maret 2026, 13:17 WIB
Jalur fungsional Tol Japek II Selatan resmi dibuka untuk masyarakat yang ingin berpergian ke Jabodetabek
19 Maret 2026, 11:34 WIB
Ramaikan opsi SUV listrik di segmen premium, BMW iX3 bakal manfaatkan gelaran GIIAS 2026 untuk debut