PEVS 2026 Akan Digelar Pekan Depan, Ada 9 Merek Mobil Listrik
23 Oktober 2026, 15:00 WIB
Airlangga menyebut harga mobil di Indonesia tidak berkembang karena adanya pergeseran minat masyarakat
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pasar mobil konvensional di Indonesia terus tertekan. Apalagi setelah serbuan Electric Vehicle (EV) murah.
Saat ini di Tanah Air para pabrikan saling berlomba-lomba, untuk meniagakan mobil listrik Rp 100 jutaan.
Situasi itu ternyata berdampak luas bagi industri otomotif, terutama pada kendaraan roda empat bermesin bensin.
“Terjadi shifting dari mobil bensin ke mobil listrik,” ungkap Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian saat Pembukaan Rapimnas Kadin dikutip dari video YouTube Kadin Indonesia pada Kamis (04/11).
Airlangga menceritakan bahwa, dalam sebuah pameran yang digelar di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD) sudah banyak kendaraan roda empat dibanderol Rp 300 jutaan.
Akan tetapi ia tidak mengurai secara rinci, mengenai model-model yang ia maksud dalam pameran tersebut.
“Bahkan ada mobil yang harganya Rp 175 juta sampai Rp 190 juta. Artinya dengan kehadiran electric vehicle harga mobil tertekan ke bawah,” lanjut Airlangga.
Pembantu Presiden Prabowo Subianto tersebut mengungkapkan, tingginya minat masyarakat terhadap EV murah mulai mengubah pola kompetisi di pasar otomotif nasional.
Nampak para produsen mobil konvensional lebih berhati-hati dalam menentukan harga produk mereka. Bahkan cenderung menahan banderol agar tetap kompetitif.
Mengingat perang harga mobil listrik di Tanah Air kian sengit. Sehingga mendorong mereka menyesuaikan diri.
“Ini belum pernah terjadi sebelumnya. Dengan indikator tersebut kita melihat bahwa seluruh risiko ke depan itu sudah price in, baik itu di rupiah di tingkat suku bunga maupun berbagai faktor lain,” tegas Airlangga.
Di sisi lain Airlangga tida memungkiri bahwa, saat ini banyak masyarakat yang mengandalkan EV buat mobilitas.
Kondisi tersebut mendorong penjualan mobil listrik secara nasional pada 2025, bertumbuh cukup tinggi sampai 18,27 persen.
Sedangkan penjualan kendaraan roda empat bensin, relatif stagnan. Sehingga para pabrikan harus cermat dalam menentukan strategi.
Terutama dalam menentukan harga pada produk baru, agar masyarakat mau memboyong mobil yang dipasarkan.
Jika kondisi seperti ini dibiarkan, maka bukan tidak mungkin persaingan antar pabrikan semakin tidak sehat.
Selain itu mengancam keberlangsungan bisnis mereka juga di Tanah Air. Risiko terburuk pun dapat datang sewaktu-waktu.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
23 Oktober 2026, 15:00 WIB
22 Oktober 2026, 11:00 WIB
22 Oktober 2026, 09:00 WIB
21 Oktober 2026, 22:50 WIB
21 Oktober 2026, 13:00 WIB
Terkini
25 Oktober 2026, 13:18 WIB
Honda Bikers Day 2026 sukses diselenggarakan di Lapangan Panglima Jenderal Sudirman, Ambarawa, Jawa Tengah
24 Oktober 2026, 16:12 WIB
Marc Marquez menjadi yang terdepan di sprint race MotoGP Australia 2026 dan Jorge Martin mengalami kecelakaan
24 Oktober 2026, 15:00 WIB
Marc Marquez berpeluang untuk menjadi pemenang di MotoGP Australia 2026 dan menumbangkan Jorge Martin
24 Oktober 2026, 13:00 WIB
Honda Bikers Day 2026 akan digelar di Ambara, Jawa Tengah dan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah
24 Oktober 2026, 10:15 WIB
Astra Motor Safety Riding Center Jawa Tengah, diharapkan bisa mendorong kesadaraan berkendara aman di jalan
24 Oktober 2026, 07:00 WIB
Chery bersiap ikut meramaikan pasar kendaraan roda dua, patenkan satu desain motor berteknologi REEV
23 Oktober 2026, 17:00 WIB
Sengketa kepemilikan merek Denza masih berlanjut, BYD kini dituntut PT Raden Reza Adi sebesar Rp 9 triliun
23 Oktober 2026, 15:00 WIB
PEVS 2026 akan diikuti oleh 38 brand motor dan mobil listrik dan tidak ketinggalan industri pendukung lain