Harga Mobil BMW Turun Demi Bisa Bersaing dengan Produk Cina
05 Januari 2026, 13:00 WIB
Belum diungkap secara resmi namun harga Hyundai Kona Electric sudah terdaftar di NJKB, ada empat varian
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Hyundai Kona Electric diisukan segera meluncur tahun ini. Meski PT HMID (Hyundai Motors Indonesia) belum ungkap waktunya, model satu ini sudah terdaftar di laman Informasi NJKB (Nilai Jual Kendaraan Bermotor).
Berdasarkan penelusuran pada Selasa (26/3) di web Samsat PKB Jakarta harga Hyundai Kona Electric mulai Rp 421 jutaan. Kemudian sama seperti Ioniq 5 model ini bakal dijual dalam empat pilihan varian.
Budi Nur Mukmin, Chief Marketing Officer PT HMID sempat mengungkapkan bahwa kehadiran Hyundai Kona Electric sudah tidak lama lagi.
“Soal waktu, harga dan spesifikasi nanti pasti akan kita umumkan tunggu waktu. Sebenarnya tidak lama lagi,” ucap Budi kepada wartawan di Senayan beberapa waktu lalu.
Namun perlu diingat angka tertera pada laman tersebut bukan harga akhir karena belum termasuk biaya lain seperti pajak dan sebagainya.
Sebagai perbandingan, trim terendah Ioniq 5 di NJKB adalah Rp 512 jutaan, kemudian dijual Rp 782 jutaan sudah termasuk insentif.
Menggunakan perhitungan tersebut ada kemungkinan harga Kona Electric tipe Prime Standard Range di kisaran Rp 690 jutaan. Sementara Signature Long Range atau varian tertinggi di Rp 740 jutaan.
Sama seperti Ioniq 5 nanti varian Kona Electric terbagi lagi jadi Standard Range dan Long Range. Prediksi harga trim terendah mulai Rp 500 jutaan.
Sebelumnya diberitakan, Lee Young-tack, Presiden Hyundai Motor Asia-Pacific telah mengonfirmasi bahwa Kona Electric akan dirakit lokal.
“Hyundai Motor ingin memimpin pasar EV ASEAN dengan mengamankan tingkat kompetitif value chain mobil listrik dan DNA produk serta pengalaman konsumen,” ucap dia kepada The Korea Herald.
Sementara itu Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer PT HMID mengatakan bahwa bicara pabrik untuk perakitan sudah siap mengakomodir produksi mobil listrik sebanyak 50.000 unit dan naik jadi 70.000 unit per tahun ini.
“Dengan 70.000 itu kita harus ada support dari pabrikan baterai. Jadi pabrik memiliki (total) kapasitas 150.000 untuk domestik dan ekspor,” ujar Frans.
Kemudian apabila memakai baterai produksi lokal maka banderol akhir Kona Electric bisa lebih murah. Tidak menutup kemungkinan hal sama berlaku buat Ioniq 5.
“Jadi kita ground breaking (pabrik baterai) dari tahun lalu kemungkinan besar rencana awal akan kita perkenalkan setelah Lebaran ini jadi tunggu saja. Mudah-mudahan masa trial berlangsung dengan baik,” tegas Frans.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
05 Januari 2026, 13:00 WIB
02 Januari 2026, 16:00 WIB
02 Januari 2026, 15:00 WIB
02 Januari 2026, 12:00 WIB
01 Januari 2026, 17:00 WIB
Terkini
05 Januari 2026, 17:33 WIB
Chery TIggo 7 CSH berpeluang mengisi lini kendaraan ramah lingkungan PT CSI di dalam negeri, ini wujudnya
05 Januari 2026, 16:41 WIB
Ferarri F40 disematkan wide body milik Fully Leaded
05 Januari 2026, 15:29 WIB
Hongqi punya sejumlah model kendaraan mewah yang menarik dan berpeluang dihadirkan di Indonesia tahun ini
05 Januari 2026, 14:00 WIB
Toyota Veloz Hybrid diharapkan bisa sampai ke konsumen sebelum momentum libur Lebaran pada Maret 2026
05 Januari 2026, 13:00 WIB
Penurunan harga BMW di pasar Cina sudah resmi diberlakukan sejak 1 Januari 2026 dengan besaran bervariasi
05 Januari 2026, 12:00 WIB
Melihat ketidakpastian insentif tahun ini, ekonom yakin penjualan mobil baru belum bisa tembus 1 juta unit
05 Januari 2026, 11:00 WIB
Sejumlah proyek strategis milik pemerintah yang ingin dijalankan dipercaya membawa efek bagi pasar motor baru
05 Januari 2026, 10:00 WIB
Harga mobil hybrid di RI belum mengalami penyesuaian, ada model baru Toyota dan varian anyar Chery Tiggo 8