Harga Hyundai Ioniq 5 dan Kona Naik Puluhan Juta Tanpa Insentif

Per Februari harga Ioniq 5 dan Kona Electric terbaru naik Rp 60 jutaan-Rp 80 jutaan, ini penjelasan Hyundai

Harga Hyundai Ioniq 5 dan Kona Naik Puluhan Juta Tanpa Insentif
Serafina Ophelia

KatadataOTO – Harga dua mobil listrik Hyundai, Ioniq 5 dan Kona Electric naik puluhan juta per Februari 2025 dibandingkan banderol bulan lalu. 

Berdasarkan penelusuran KatadataOTO, harga Ioniq 5 pada laman resmi Hyundai dikerek Rp 70 jutaan-Rp 80 jutaan. Sementara Kona Electric kenaikannya di kisaran Rp 50 jutaan sampai Rp 60 jutaan.

Padahal kedua model itu justru telah mendapatkan insentif mobil listrik dari pemerintah, karena sudah dirakit lokal dan memenuhi persyaratan soal TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri).

Menanggapi hal tersebut, pihak Hyundai memberikan penjelasan bahwa angka tertera di laman resmi terhitung per Februari 2025 belum termasuk potongan subsidi pajak.

Hyundai Siap Beri Layanan Selama Musim Mudik Lebaran
Photo : TrenOto

“Karena kita masih menunggu aturan dari pemerintah. Jadi, harga yang tampil di web saat ini adalah harga tanpa potongan,” kata Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer PT HMID (Hyundai Motors Indonesia) di Lampung, Kamis (6/2).

Perlu diketahui, per Februari berlaku PPN (Pajak Pertambahan Nilai) 12 persen dari sebelumnya 11 persen. Insentif dari pemerintah dulu buat mobil listrik sebesar 10 persen, jadi konsumen hanya perlu menanggung satu persen.

Pihak Hyundai masih menunggu apakah besaran insentif itu nanti akan disesuaikan sehingga konsumen tetap membayarkan satu persen dari PPN, atau tetap di dua persen mengikuti kenaikan PPN.

“Kita kan tunggu apa yang disampaikan oleh pemerintah. Rasanya kalau tahun lalu itu bertepatan dengan IIMS, tidak lama kemudian muncul aturannya. Minggu depan akan ada IIMS, kita tunggu saja apakah sebelum pameran,” tegas Frans.

Dia menegaskan sampai kebijakan tersebut turun, pihaknya belum akan mencantumkan harga Ioniq 5 dan Kona Electric setelah potongan pajak.

Hyundai Kona Electric Terpesan 300 Unit, Bakal Meluncur di GIIAS
Photo : KatadataOTO

Sekadar infomasi Ioniq 5 tersedia dalam empat pilihan varian. Tipe terendah Standard Range bulan lalu dilego Rp 713 jutaan, namun di Februari 2025 tercantum Rp 789,6 jutaan atau naik Rp 76,6 jutaan.

Kenaikan paling tinggi adalah buat tipe Prime Long Range dari Rp 750,4 jutaan menjadi Rp 831,1 jutaan, kenaikannya sekitar Rp 80,7 jutaan.

Kona Electric juga alami kenaikan buat semua varian. Tipe tertinggi Kona Electric N Line ditawarkan Rp 673,1 jutaan, dikerek Rp 64,6 jutaan dari Januari 2025.


Terkini

mobil
DFSK E5 Plus

Spesifikasi DFSK E5 Plus yang Bakal Debut di GIIAS 2026

DFSK E5 Plus segera debut di GIIAS 2026, punya klaim daya jelajah komprehensif sampai 1.400 kilometer

news
Ganjil Genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 24 Juli 2026 Jelang Akhir Pekan

Menutup pekan terakhir di Juli 2026, Sistem lalu lintas Ganjil Genap Jakarta hari ini tetap diberlakukan

otosport
MotoGP 2027

Marquez Sebut MotoGP 2027 Bakal Lebih Kompetitif Seperti Moto3

Menurut Marc Marquez kuda besi skuad Ducati Corse untuk MotoGP 2027 masih harus dilakukan beberapa penyesuaian

news
SIM Keliling Bandung

2 SIM Keliling Bandung Beroperasi Sebelum Akhir Pekan, Ada di MCD

SIM keliling Bandung beroperasi untuk membantu masyarakat mengurus dokumen berkendara sebelum akhir pekan

news
SIM Keliling Jakarta

Biaya dan Lokasi SIM Keliling Jakarta Sebelum Akhir Pekan 24 Juli

Ada beberapa persyaratan yang perlu diperhatikan sebelum memperpanjang SIM di layanan SIM keliling Jakarta

mobil
Mobil baru

ACC Sebut Pembiayaan Mobil Baru Masih Kondusif

ACC mengklaim iklim pembiayaan mobil baru di 2026 masih menunjukan kinerja positif meski banyak tantangan

mobil
BYD M6 DM

10 Merek Mobil Cina Terlaris Juni 2026: BYD Kembali Memimpin

BYD mengisi posisi teratas sebagai merek mobil Cina terlaris di Indonesia periode Juni 2026, Jaecoo tergeser

mobil
Changan

Strategi Changan Bersaing di Indonesia, Siapkan 15 Mobil Baru

Changan berencana menghadirkan berbagai mobil baru mulai dari BEV, HEV, REEV sampai PHEV di Indonesia