Komponen Termahal di Mobil Listrik yang Sering Bermasalah
14 Juli 2026, 22:00 WIB
AMBI menilai ada satu faktor penting yang membuat harga Hyundai Ioniq 5 bekas mengalami depresiasi tajam
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Asosiasi Mobil Bekas Indonesia atau AMBI mengungkapkan ada beberapa model mobil listrik bekas mengalami depresiasi cukup tajam.
Seperti Hyundai Ioniq 5. Perlu diketahui, model ini sebelumnya merupakan salah satu model mobil listrik yang sudah dirakit lokal dan memperoleh insentif PPN dari pemerintah.
Berkat pemberian insentif, harga Hyundai Ioniq 5 bisa dibuat lebih kompetitif. Namun seiring berjalannya waktu dengan ditundanya subsidi mobil listrik, sejumlah diler memberikan diskon besar-besaran.
Meskipun di satu sisi menguntungkan konsumen, AMBI menilai ini merupakan faktor yang berperan penting membuat harga Hyundai Ioniq 5 bekas depresiasinya tajam,
“(Depresiasi Hyundai Ioniq 5) bisa 50 persen dari mobil baru,” kata Ricky Prawiro, Sekretaris Jenderal AMBI saat ditemui di Jakarta, belum lama ini.
Lebih lanjut dia menjelaskan, awalnya harga Hyundai Ioniq 5 dipatok Rp 700 juta sampai Rp 800 jutaan.
Kemudian beragam diskon diberikan dalam jumlah besar. Hasilnya ketika dijual kembali, unit bekasnya menjadi jauh lebih murah lagi.
Meskipun begitu, Ricky mengungkapkan Hyundai Ioniq 5 bekas masih cukup diminati konsumen khususnya di wilayah Jakarta.
Model mobil listrik di Indonesia kian beragam dengan harga yang semakin kompetitif.
Artinya harga jual kembalinya sulit dipertahankan. Kemudian, Electric Vehicle (EV) bekas belum bisa menjangkau pelanggan di luar kota besar.
Tidak meratanya infrastruktur pengisian daya menjadi faktor utama yang diperhatikan oleh para konsumen.
Ditambah lagi kekhawatiran terhadap tingkat kesehatan baterai pada mobil listrik bekas.
Oleh karena itu, sejauh ini pembeli mobil listrik mayoritasnya masih berasal dari Jakarta.
Banyak keuntungan ditawarkan di samping efisiensi biaya operasional. Mobil listrik di Ibu Kota terbebas dari regulasi ganjil genap.
“Mobil listrik kan irit kalau macet. Mungkin di kota-kota besar itu berpengaruh ya,” kata Ricky.
Bahkan Ricky membeberkan, mobil listrik bekas di Jakarta cukup cepat laku. Beberapa unit bahkan terjual dalam kurun waktu setidaknya satu minggu setelah masuk showroom.
“Cepat (terjualnya) karena mobil listrik bekas masih sedikit, sedangkan peminatnya banyak. Apalagi di Jakarta, karena ada ganjil genap,” ungkap dia
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
14 Juli 2026, 22:00 WIB
05 Juli 2026, 13:33 WIB
13 Maret 2026, 19:00 WIB
06 Maret 2026, 08:11 WIB
15 Januari 2026, 14:00 WIB
Terkini
16 Agustus 2026, 18:00 WIB
Farizon V8E dinilai cocok untuk memenuhi kebutuhan dapur SPPG guna menyalurkan MBG ke sekolah-sekolah
16 Agustus 2026, 17:12 WIB
Smart menghadirkan reinkarnasi dari ForTwo, kini bertenaga listrik dan memiliki tampilan yang lebih modern
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Prabowo mendorong para produsen mengembangkan dan memproduksi motor listrik secara mandiri di Indonesia
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E