BYD Gerah Desain Mobil Mereka Selalu Ditiru Kompetitor
02 Januari 2026, 16:00 WIB
Mobil listrik Citroen E-C3 siap dirakit lokal tahun ini, namun ada kemungkinan harga tidak bakal berubah
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Mobil listrik Citroen E-C3 sudah mulai dikirim ke konsumen per Juli 2024. Diperkenalkan pada GIIAS 2023, model tersebut saat ini masih berstatus CBU (Completely Built Up) atau impor utuh dari India.
Meski begitu, Tan Kim Piauw, CEO Citroen Indonesia mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat E-C3 bakal dirakit lokal. Namun buat sekitar 1.000 unit pertama akan diimpor sambil menunggu kesiapan fasilitas.
Untuk diketahui Citroen E-C3 merupakan salah satu kendaraan listrik di Tanah Air yang mengikuti program dari pemerintah, mendapatkan biaya impor nol persen dengan komitmen perakitan lokal.
“Produksi massal target kami itu sebenarnya di semester kedua 2024, bukan 1 Juli. Tepatnya di GIIAS 2024 sudah bisa kami umumkan kapan mulai produksi,” ungkap Tan Kim Piauw di Puncak Bogor, Selasa (2/7).
Sementara itu pihaknya tengah melakukan beragam uji coba di pabrik untuk memastikan kesiapan produksi massal Citroen E-C3.
Secara keseluruhan fasilitas yang dimanfaatkan oleh Citroen Indonesia dapat memproduksi setidaknya 6.000 unit per tahun dengan jumlah tenaga kerja sekitar 100 orang.
Sedangkan komponen baterai masih akan diimpor. Dia menegaskan masih ada beragam cara bisa ditempuh guna mencapai TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) 40 persen sesuai ketentuan dari pemerintah.
Sempat muncul pertanyaan jika harga Citroen E-C3 masih bisa berubah. Mengingat sejumlah pabrikan China berhasil memangkas harga jual ketika unitnya dirakit lokal.
Tan Kim Piauw menegaskan bahwa pertimbangan mengurangi harga jual masih dalam pembicaraan dengan prinsipal. Dia menegaskan hal tersebut tidak mutlak terjadi.
“Karena harga yang kami jual Rp 377 jutaan ada unsur subsidi dari dua pihak, prinsipal maupun kami. Bagaimana kita bisa memperkenalkan mobil ini dan mencapai angka itu adalah harga khusus,” tegas dia.
Meski bukan dari sisi harga, ia menjelaskan ketersediaan sparepart yang semakin lengkap karena fasilitas perakitan lokal bisa jadi satu keuntungan buat konsumen.
“Jadi kalau bicara kelebihannya mungkin secara sparepart jadi lebih banyak karena lokal tersedia. Kalau CBU part itu 100 persen ada di pabrik luar,” kata dia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 Januari 2026, 16:00 WIB
02 Januari 2026, 15:00 WIB
02 Januari 2026, 12:00 WIB
01 Januari 2026, 17:00 WIB
31 Desember 2025, 15:00 WIB
Terkini
03 Januari 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Pajero generasi terbaru diyakini jadi bagian dari line up produk anyar pabrikan Jepang itu di 2026
02 Januari 2026, 20:22 WIB
Persaingan baru, rookie Diogo Moreira dan Toprak Razgatlioglu siap meramaikan ajang balap MotoGP 2026
02 Januari 2026, 19:00 WIB
Julian Johan sudah melakukan berbagai persiapan guna berlaga di Rally Dakar 2026, seperti latihan di Maroko
02 Januari 2026, 18:46 WIB
Taksi listrik Green SM kembali alami kecelakaan, pengamat sorot pentingnya pelatihan softskill pengemudi
02 Januari 2026, 17:00 WIB
Penjualan BYD di Indonesia selama periode 2024-2025 tembus 50 ribu unit dan wajib dirakit lokal tahun ini
02 Januari 2026, 16:00 WIB
BYD menilai terobosan serta inovasi pada mobil listrik sebagai kontribusi dalam pengembangan industri
02 Januari 2026, 15:00 WIB
Leapmotor merupakan salah satu merek asal Tiongkok yang bakal masuk Indonesia melalui Indomobil Group
02 Januari 2026, 14:16 WIB
Tiga merek mobil Cina catat penjualan positif di Inggris, angka penjualannya diproyeksikan 200 ribu di 2025