Modal Chery Q Gaet Konsumen RI, Hadirkan Fitur Lengkap Fungsional
07 September 2026, 21:43 WIB
Mobil listrik Citroen E-C3 siap dirakit lokal tahun ini, namun ada kemungkinan harga tidak bakal berubah
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Mobil listrik Citroen E-C3 sudah mulai dikirim ke konsumen per Juli 2024. Diperkenalkan pada GIIAS 2023, model tersebut saat ini masih berstatus CBU (Completely Built Up) atau impor utuh dari India.
Meski begitu, Tan Kim Piauw, CEO Citroen Indonesia mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat E-C3 bakal dirakit lokal. Namun buat sekitar 1.000 unit pertama akan diimpor sambil menunggu kesiapan fasilitas.
Untuk diketahui Citroen E-C3 merupakan salah satu kendaraan listrik di Tanah Air yang mengikuti program dari pemerintah, mendapatkan biaya impor nol persen dengan komitmen perakitan lokal.
“Produksi massal target kami itu sebenarnya di semester kedua 2024, bukan 1 Juli. Tepatnya di GIIAS 2024 sudah bisa kami umumkan kapan mulai produksi,” ungkap Tan Kim Piauw di Puncak Bogor, Selasa (2/7).
Sementara itu pihaknya tengah melakukan beragam uji coba di pabrik untuk memastikan kesiapan produksi massal Citroen E-C3.
Secara keseluruhan fasilitas yang dimanfaatkan oleh Citroen Indonesia dapat memproduksi setidaknya 6.000 unit per tahun dengan jumlah tenaga kerja sekitar 100 orang.
Sedangkan komponen baterai masih akan diimpor. Dia menegaskan masih ada beragam cara bisa ditempuh guna mencapai TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) 40 persen sesuai ketentuan dari pemerintah.
Sempat muncul pertanyaan jika harga Citroen E-C3 masih bisa berubah. Mengingat sejumlah pabrikan China berhasil memangkas harga jual ketika unitnya dirakit lokal.
Tan Kim Piauw menegaskan bahwa pertimbangan mengurangi harga jual masih dalam pembicaraan dengan prinsipal. Dia menegaskan hal tersebut tidak mutlak terjadi.
“Karena harga yang kami jual Rp 377 jutaan ada unsur subsidi dari dua pihak, prinsipal maupun kami. Bagaimana kita bisa memperkenalkan mobil ini dan mencapai angka itu adalah harga khusus,” tegas dia.
Meski bukan dari sisi harga, ia menjelaskan ketersediaan sparepart yang semakin lengkap karena fasilitas perakitan lokal bisa jadi satu keuntungan buat konsumen.
“Jadi kalau bicara kelebihannya mungkin secara sparepart jadi lebih banyak karena lokal tersedia. Kalau CBU part itu 100 persen ada di pabrik luar,” kata dia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
07 September 2026, 21:43 WIB
06 September 2026, 01:22 WIB
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
Terkini
13 September 2026, 19:55 WIB
Marc Marquez kembali mendominasi dan ada di puncak klasemen sementara setelah MotoGP San Marino 2026
13 September 2026, 18:11 WIB
Astra Financial menunjukkan komitmennya akan penguatan literasi keuangan di Indonesia mencetak Duta OJK Peduli
13 September 2026, 17:47 WIB
YIMM baru saja menggelar acara Yamaha Dirt Bike Experience chapter Skill Up berlokasi di Sirkuit Cibereum
12 September 2026, 22:30 WIB
Varian terendah GWM Wey G9 dibekali teknologi hybrid dengan harga Rp 1,15 miliar on the road Jakarta
12 September 2026, 21:41 WIB
Asuransi Astra memasuki usia 70 tahun dengan menjaga kepercayaan para pelanggan dengan sejumlah terobosan
12 September 2026, 21:09 WIB
Marquez melanjutkan tren positif, usai meraih kemenangan dengan mudah di sprint race MotoGP San Marino 2026
12 September 2026, 11:00 WIB
Menyitat data resmi AISI, wholesales motor baru pada Agustus 2026 hanya berada di angka 596.461 unit saja
12 September 2026, 09:00 WIB
Marquez berpotensi keluar sebagai pemenang di MotoGP San Marino 2026 di Sirkuit Misano pada akhir pekan nanti