Rapor Penjualan Mobil Baru September 2026: Turun 2,6 Persen
12 Oktober 2026, 07:00 WIB
Dinilai beri banyak dampak negatif termasuk untuk konsumen, GWM tak mau ikuti strategi pabrikan Cina lain
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Banyak cara ditempuh para pabrikan Cina buat menggaet konsumen. Salah satunya dengan membanting harga.
Fenomena tersebut sudah sering ditemui di berbagai negara. Satu di antaranya di Indonesia.
Manufaktur asal Tiongkok kerap memasarkan produk mereka dengan banderol sangat murah.
Cara itu ternyata menuai banyak respons dari berbagai pihak. Seperti datang dari GWM Indonesia.
Meski sama-sama berasal dari Cina, namun mereka mengaku enggan ikut perang harga buat memasarkan produk di Tanah Air.
"Perang harga itu sangat kurang baik lah ya," ungkap Martina Danuningrat, Strategy & Marketing Director GWM Indonesia di Jakarta beberapa waktu lalu.
Lebih jauh mereka mengatakan kalau para petinggi GWM tidak mau mengikuti arus yang ada.
Sehingga jenama asal Cina satu ini tidak akan membanting banderol-banderol mobil listrik atau hybrid mereka.
"Kami percaya akan kualitas yang kita miliki tanpa harus menggunakan perang harga," lanjut Martina.
Sebagai informasi, GWM sudah memasarkan sejumlah mobil untuk para konsumen di Indonesia.
Misal GWM Ora 03, GWM Haval Jolion Ora sampai GWM Tank 500 yang sudah dapat dibeli oleh pencinta otomotif di Tanah Air.
"Karena kami yakin kalau GWM mempunyai kualitas premium. Jadi memang harga itu kita stabilkan," tegas Martina.
Sekadar mengingatkan Wei Jianjun, Chairman GWM menyampaikan kalau kondisi pasar mobil listrik di Indonesia cukup mengkhawatirkan.
Pasalnya banyak pabrikan yang bersaing secara kurang sehat. Seperti membanting harga produk mereka.
Di sisi lain perang harga yang diterapkan para pabrikan Cina ternyata dikhawatirkan membawa sejumlah dampak.
"Perang harga secara langsung akan menggerus margin keuntungan produsen," ucap Yannes Pasaribu, pengamat otomotif dan akademisi ITB (Institut Teknologi Bandung) kepada KatadataOTO dalam kesempatan terpisah.
Menurut Yannes keuntungan yang didapatkan produsen akan sangat krusial. Terutama buat investasi jangka panjang.
Lalu berdampak pada perluasan jaringan diler, peningkatan kualitas layanan purna jual dan inovasi di masa depan.
Selanjutnya juga berpeluang membuat banderol mobil bekas kian murah atau anjlok di kemudian hari.
Padahal resale value atau harga jual kembali jadi salah satu hal yang sangat diperhatikan konsumen otomotif Tanah Air.
Terakhir perang harga di mana manufaktur berlomba menghadirkan produk dengan banderol terendah bisa berdampak pada kualitas kendaraan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Oktober 2026, 07:00 WIB
11 Oktober 2026, 14:57 WIB
03 Oktober 2026, 21:00 WIB
30 September 2026, 15:34 WIB
29 September 2026, 14:39 WIB
Terkini
13 Oktober 2026, 07:00 WIB
Peraih Best Kustom Bike Show di Kustomfest 2026 menggunakan Honda CB150R dengan gaya Neo Boardtracker
12 Oktober 2026, 23:00 WIB
Pengguna Chery Omoda 5 diminta untuk mendatangi bengkel resmi untuk melakukan pemeriksaan pada as roda
12 Oktober 2026, 22:00 WIB
Marc Marquez menuturkan ada beberapa faktor yang membuat dia tidak berdaya melawan Martin dan Bezzecchi
12 Oktober 2026, 21:50 WIB
Inspeksi kendaraan merupakan hal krusial yang perlu jadi perhatian perusahaan sebelum melepas unitnya
12 Oktober 2026, 11:07 WIB
Di tengah hingar bingar ramainya ajang MotoGP Mandalika 2026, ternyata ada dua pembalap Indonesia naik podium
12 Oktober 2026, 09:00 WIB
Kompetisi antara Marc Marquez dan Jorge Martin buat persaingan juara dunia MotoGP 2026 berjalan semakin panas
12 Oktober 2026, 07:00 WIB
Secara retail, penjualan mobil baru di Indonesia mengalami penurunan tipis 2,6 persen di September 2026
11 Oktober 2026, 19:19 WIB
Marquez mengaku kelelahan setelah menjalani sesi sprint race MotoGP Mandalika 2026 dan bertarung dengan Martin