Toyota Land Cruiser FJ Terdaftar, Makin Dekat ke Indonesia
24 Februari 2026, 19:01 WIB
Erga FCV merupakan bus hidrogen hasil kerja sama Isuzu dan Toyota, debut di Japan Mobility Show 2025
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Isuzu siap meramaikan segmen kendaraan niaga elektrifikasi di perhelatan Japan Mobility Show 2025.
Bukan kendaraan bertenaga listrik, produk teranyar Isuzu kali ini adalah bus berteknologi hidrogen atau Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV).
Bus bernama Erga FCV itu menggunakan basis model terdahulu yang berstatus Battery Electric Vehicle (BEV) atau bertenaga listrik murni.
Isuzu Erga FCV dikembangkan bersama Toyota Motor Corporation, di mana Isuzu bertanggung jawab atas perencanaan, pengembangan sampai desain bus.
Sementara Toyota disebut mengembangkan sistem Fuel Cell serta tangkinya yang ditempatkan secara efisien di struktur atap bus.
Soal cara kerjanya, Isuzu Erga FCV menghasilkan daya listrik dari induksi reaksi kimia antara hidrogen di tangki dengan oksigen yang ada di komponen fuel cell.
Hasil reaksi tersebut kemudian digunakan buat memberikan tenaga pada motor penggerak bus.
Kendaraan fuel cell juga menawarkan pengisian daya dalam waktu jauh lebih cepat dari bus listrik.
Sensasi berkendara ditawarkan tetap mirip dengan bus listrik karena minim getaran dan suara.
Bus tersebut rencananya akan digunakan sebagai transportasi dengan rute di Jepang, layaknya Transjakarta.
Unit yang debut di Japan Mobility Show 2025 pada 30 Oktober mendatang bakal berstatus prototipe.
Tetapi Isuzu akan memulai proses produksinya pada tahun fiskal 2026, periode April 2025 sampai Maret 2025 di fasilitas Utsunomiya, joint venture antara Isuzu-Hino.
Di Indonesia, Isuzu belum mau menjual kendaraan niaga bertenaga listrik maupun hidrogen karena beberapa alasan.
Menurut pihak Isuzu, perlu ada infrastruktur stasiun pengisian daya memadai untuk menunjang operasional kendaraan niaga elektrifikasi.
Apalagi kendaraan dimaksud digunakan untuk mobilitas tingkat tinggi seperti bus dan truk, melewati rute tertentu dengan jarak jauh dan hampir non-stop.
Ditambah lagi perlu ada penyesuaian gaya berkendara produk elektrifikasi Isuzu untuk membantu menjaga efisiensi listrik maupun hidrogennya.
Oleh karena itu pihak Isuzu masih terus melakukan studi mendalam dan persiapan dari berbagai sisi termasuk ekosistem pengisian daya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
24 Februari 2026, 19:01 WIB
23 Februari 2026, 19:00 WIB
23 Februari 2026, 18:00 WIB
23 Februari 2026, 08:00 WIB
21 Februari 2026, 21:00 WIB
Terkini
25 Februari 2026, 11:00 WIB
GAC Indonesia berhasil mendapat hasil baik di IIMS 2026 dengan meraih 2.095 setelah memberi promo potongan harga
25 Februari 2026, 10:00 WIB
PT Agrinasi Pangan Nusantara disebut butuh kendaraan pikap 4x4, Gaikindo akui 4x2 lebih populer di RI
25 Februari 2026, 09:00 WIB
Gaikindo menanggapi keputusan Agrinas yang lebih pilih impor pikap karena alasan spesifikasi dan harga
25 Februari 2026, 08:00 WIB
Hanya ada tiga mobil senilai Rp 250 juta dilaporkan oleh Rudy Mas'ud, Gubernur Kaltim pada laman LHKPN
25 Februari 2026, 07:00 WIB
Menurut bos Agrinas Pangan Nusantara, impor pikap harus dijalankan demi memenuhi kebutuhan para petani
25 Februari 2026, 06:00 WIB
Pembatasan ganjil genap Jakarta tetap diberlakukan secara ketat karena mobilitas tetap tinggi di bukan Ramadan
25 Februari 2026, 06:00 WIB
Kepolisian coba memfasilitas kebutuhan pengendara di Kota Kembang, seperti menghadirkan SIM keliling Bandung
25 Februari 2026, 06:00 WIB
Fasilitas SIM keliling Jakarta hanya dapat melayani prosedur perpanjangan SIM A dan C, simak syaratnya