BAIC T1, Rival Kuat EV Kompak Bertabur Fitur Premium
27 Juli 2026, 14:14 WIB
Gaikindo mengungkap bahwa pemerintah sudah cukup aktif dalam mendukung perkembangan kendaraan listrik
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Gaikindo International Automotive Conference (GIAC) kembali digelar di sela-sela GIIAS 2025. Program ini digelar di Garuda Main Hall, ICE BSD City dengan tema Empowering the Future Thru Renewable Energy.
Dalam konfrensi ini diharapkan bisa menemukan jawaban atas tantangan di dunia industri otomotif khususnya kendaraan ramah lingkungan.
“Tujuan tema besar ini memberikan informasi terkini bagi industri otomotif dan masyarakat umum terkait kebijakan pemerintah yang akan diterapkan dalam waktu dekat. Perubahan iklim merupakan topik penting karena risikonya signifikan bagi berbagai wilayah, sektor serta populasi,” ungkap Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo.
Menurutnya salah satu tantangan global dalam perubahan iklim adalah mengurangi emisi gas rumah kaca. Untungnya pemerintah sudah melakukan beragam langkah untuk mengatasinya.
“Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan tentang penggunaan energi terbarukan yang ramah lingkungan pada kendaraan bermotor dan ekosistemnya melalui penggunaan bahan bakar biodiesel, bioetanol serta kebijakan industri hijau,” ujar Kukuh.
Salah satu kebijakan paling populer adalah memberi beragam subsidi untuk perkembangan kendaraan listrik. Belakangan, kebijakan sudah semakin diperluas dengan memberi insentif ke mobil hybrid.
Sementara itu Ignasius Jonan, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia mengungkap bahwa mengembangkan kendaraan ramah lingkungan khususnya mobil listrik bakal penuh tantangan.
Hal ini karena banyak infrastruktur harus dibangun negara agar pertumbuhan bisa optimal.
“Menurut saya membuat SKPLU sebanyak SPBU di Indonesia adalah sebuah tantangan besar. Pasalnya pada 2016 saja, dari 7.500 kecamatan ada 1.500 tidak memiliki SPBU,” ungkapnya.
Padahal bahan bakar minyak dinilai sangat penting buat masyarakat khususnya untuk memenuhi kebutuhan mobilitas.
“Bayangkan, puluhan tahun Indonesia merdeka masih ada ribuan kecamatan yang tidak punya SPBU,” ungkapnya.
Tak hanya itu ia juga menyoroti kesiapan PLN dalam menyediakan listrik merata di seluruh Indonesia. Pasalnya daya yang dibutuhkan saat pengisian daya tidaklah kecil.
“PLN sebagai penyedia listrik di Indonesia juga harus mempersiapkan diri karena bila nanti ada jutaan EV mengisi daya secara bersamaan, ada berapa megawatt yang harus disediakan?” pungkasnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
27 Juli 2026, 14:14 WIB
24 Juli 2026, 20:22 WIB
23 Juli 2026, 23:04 WIB
19 Juli 2026, 12:00 WIB
18 Juli 2026, 21:09 WIB
Terkini
28 Juli 2026, 22:44 WIB
Mobil bekas perusahaan masih diminati calon pembeli baik perorangan hingga jaringan diler karena kondisinya
28 Juli 2026, 14:47 WIB
Geely Coolray memadukan eksterior pre-facelift dan interior desain terbaru, begini impresi pertamanya
28 Juli 2026, 09:29 WIB
Diler Xpeng di Alam Sutera berada di bawah naungan Erajaya dan berkonsep 3S untuk memenuhi kebutuhan konsumen
28 Juli 2026, 06:38 WIB
Toyota sebut pasar ekspor CBU mereka mengalami pertumbuhan sampai 10,7 persen dibanding 2025, berikut catatannya
28 Juli 2026, 06:31 WIB
Tersebar di lima tempat, SIM keliling Jakarta dapat melayani prosedur perpanjangan Surat Izin Mengemudi
28 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hadir di dua lokasi berbeda, hal ini demi memudahkan para pengendara mobil dan motor
28 Juli 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan pemerintah DKI untuk bisa sedikit mengurangi kemacetan parah
27 Juli 2026, 22:39 WIB
BMW Astra menyiapkan beberapa program menarik selama gelaran GIIAS 2026 demi bisa mendapatkan banyak konsumen