Strategi Changan Bersaing di Indonesia, Siapkan 15 Mobil Baru
23 Juli 2026, 09:00 WIB
ACC mengklaim iklim pembiayaan mobil baru di 2026 masih menunjukan kinerja positif meski banyak tantangan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Sepanjang 2026, pasar otomotif dihadapkan dengan berbagai tantangan. Seperti naiknya harga bahan baku plastik serta banderol BBM yang melambung.
Selain itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar yang anjlok turut menjadi batu sandungan bagi Toyota, Daihatsu serta pabrikan mobil lain.
Kondisi tersebut memengaruhi daya beli masyarakat di Tanah Air. Mereka menjadi berpikir untuk membeli kendaraan roda empat anyar.
Meski begitu, Astra Credit Companies (ACC) mengungkapkan iklim industri pembiayaan mobil baru masih cukup baik.
“Kita memang tahu bahwa 2026 ini tahun yang sangat menantang buat kita seperti disampaikan Gaikindo,” ungkap Tan Chian Hok, Chief Marketing and Sales Officer ACC di Jakarta beberapa waktu lalu.
Lebih jauh ia menyampaikan, pasar mobil baru tahun ini diperkirakan bakal sama seperti pada 2025, yakni sekitar 800 ribu unit.
Akan tetapi, ACC mampu mencatatkan hasil positif pada awal 2026. Mereka dapat menguasai 29,2 persen pangsa pasar pembiayaan nasional kendaraan roda empat.
Dari angka tersebut, mereka membukukan total transaksi sebesar Rp 29 triliun yang disalurkan selama Januari hingga Mei 2026.
“Tetapi ternyata kalau melihat press conference Gaikindo kemarin, 2026 ini dari Januari sampai Juni secara wholesales itu sudah mencapai 436 ribu unit atau tumbuh sekitar 15,9 persen. Mudah-mudahan ini berdampak ke pembiayaan,” tutur dia.
Namun pria yang kerap disapa Ahok itu tidak menampik, bila kinerja pasar otomotif sepanjang 2026 tak selamanya berjalan mulus.
Memaksa mereka harus bekerja ekstra keras menggairahkan pasar. Seperti dengan menghadirkan berbagai program menarik.
Dengan begitu, diharapkan mampu menarik minat masyarakat membelanjakan uang mereka untuk membeli mobil baru.
Terutama pada awal-awal tahun, sebab menjadi periode di mana belum banyak terjadi transaksi pembelian produk otomotif.
“Jadi mungkin begini, biasanya jelang akhir tahun itu kan ada promo-promo. Mungkin sudah banyak yang realisasi (pembelian) akhir tahun,” pungkas dia.
Sementara untuk isu pemutusan hubungan kerja (PHK) yang berpengaruh terhadap daya beli hingga kredit macet, menurut Ahok masih dalam taraf normal.
Ahok menilai fenomena PHK lebih berdampak pada pembiayaan sepeda motor, sedangkan mobil tidak terlalu terasa.
“NPL (Non-Performing Loan) masih terjaga dengan baik, masih di bawah ketentuan OJK, yakni lebih kurang satu persen. Cukup kondusif buat ACC,” tegas dia.
Dia pun berharap industri otomotif kembali bergairah. Jika hal itu terjadi, maka menandakan situasi ekonomi Indonesia mulai membaik.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 Juli 2026, 09:00 WIB
23 Juli 2026, 07:00 WIB
16 Juli 2026, 19:27 WIB
15 Juli 2026, 07:00 WIB
13 Juli 2026, 18:43 WIB
Terkini
23 Juli 2026, 18:32 WIB
BYD mengisi posisi teratas sebagai merek mobil Cina terlaris di Indonesia periode Juni 2026, Jaecoo tergeser
23 Juli 2026, 09:00 WIB
Changan berencana menghadirkan berbagai mobil baru mulai dari BEV, HEV, REEV sampai PHEV di Indonesia
23 Juli 2026, 07:00 WIB
TAF dan ACC telah menyiapkan banyak program spesial demi mendapatkan banyak konsumen selama GIIAS 2026
23 Juli 2026, 06:00 WIB
Skema ganjil genap Jakarta masih berlaku esok hari mulai dari pukul 06.00 WIB, mobil pelat genap dibatasi
23 Juli 2026, 06:00 WIB
Sebelum mendatangi SIM keliling Bandung hari ini, disarankan menyiapkan dana untuk mengurus dokumen berkendara
23 Juli 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku bisa dilakukan dengan mudah di SIM keliling Jakarta, ini persyaratan lengkapnya
22 Juli 2026, 22:04 WIB
Geely Okavango sudah terdaftar di Indonesia, SUV bermesin bensin yang diyakini masuk setelah Coolray
22 Juli 2026, 19:13 WIB
DFSK E5 Plus resmi dijual dengan harga Rp 500 juta-550 jutaan, terpesan ribuan unit sejak dibuka kerannya