Pertumbuhan Mobil Hybrid di Indonesia, PHEV Naik Pesat
19 Januari 2026, 07:00 WIB
Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo memberi komentar tentang kritik Anies ke subsidi mobil listrik Jokowi
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Salah satu Capres (Calon Presiden) 2024 secara terbuka mengkritik pemberian subsidi mobil listrik yang digagas Presiden Joko Widodo. Menurut Anies Baswedan kebijakan tersebut kurang tepat sasaran.
Selain itu tidak menuntaskan masalah polusi udara. Justru akan menambah kemacetan di Jakarta pada masa mendatang.
Anies Baswedan menilai subsidi mobil listrik hanya dinikmati kalangan kelas atas saja. Sehingga tidak terserap sempurna insentif kendaraan elektrik.
Mendengar hal tersebut, Yohannes Nangoi selaku Ketua Umum Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) menuturkan bahwa bantuan diberikan Jokowi merupakan upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar berbasis fosil.
Kemudian juga mendorong pengurangan polusi udara di Indonesia. Sehingga menjadi lebih banyak kendaraan ramah lingkungan lagi.
“Karena pemerintah itu targetnya supaya mobil listrik dapat laku dan lebih banyak terjual, dengan beberapa tujuan. Satu agar lingkungan lebih bersih, kedua namanya pemakaian bbm dikurangi, pembelian bahan baku dari luar negeri pun bisa ditekan,” ungkap Nangoi di Jakarta Pusat, Rabu (24/5).
Nangoi menerima kritikan dilontarkan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta. Dia juga mengatakan bahwa pemerintah memiliki tanggapan tersendiri atas hal tersebut.
“Pemerintah ke arah sana, sehingga mereka memberikan (subsidi) ini. Nah kalau ada orang yang mengkritik ya saya rasa mungkin cukup baik, tapi tidak tahu nantinya seperti apa,” pungkasnya.
Sebelumnya Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian juga menanggapi kritik subsidi mobil listrik disampaikan oleh calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan atau KPP Anies Baswedan.
Dia menerangkan industri electric vehicle atau kendaraan setrum harus dilihat secara utuh tidak bisa hanya berdasarkan satu faktor saja. Sebab terdapat sejumlah keuntungan dari program diluncurkan Jokowi.
Sebut saja seperti membantu Indonesia mencapai komitmennya dalam mengurangi emisi karbon. Pasalnya negara tengah memasang target guna mencapai net zero emission pada 2060.
"Nah ini bagian tidak terlepaskan dari upaya kita dan tidak boleh lupa bahwa pengembangan industri EV akan menciptakan lapangan kerja yang cukup tinggi di Indonesia," katanya.
Kemudian Agus menuturkan subsidi mobil listrik bakal mendorong program hilirisasi sumber daya alam khususnya nikel. Jadi membantu percepatan terciptanya ekosistem kendaraan setrum di Indonesia.
"Harus kita lihat karena ekosistem itu kita bentuk, serta manfaat juga tujuan yang saya sampaikan tadi tidak bisa dilihat hanya dari satu faktor saja," tegasnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
19 Januari 2026, 07:00 WIB
18 Januari 2026, 22:25 WIB
16 Januari 2026, 17:00 WIB
15 Januari 2026, 09:00 WIB
14 Januari 2026, 09:00 WIB
Terkini
21 Januari 2026, 19:30 WIB
Insiden mobil listrik terbakar yang terjadi belakangan berpotensi memicu ketakutan, wajib ada edukasi
21 Januari 2026, 19:23 WIB
Fabio Quartararo dan Alex Rins kini mempunyai motor balap Yamaha baru guna mengarungi kompetisi MotoGP 2026
21 Januari 2026, 16:08 WIB
Yamaha Nmax maupun Xmax kini tampil beda setelah diberikan livery khusus, yakni 25 tahun Maxi yang sporty
21 Januari 2026, 15:00 WIB
Hampir dua tahun sejak peluncuran L8, Aletra akhirnya siap menghadirkan produk baru buat konsumen tahun ini
21 Januari 2026, 14:09 WIB
Mobil listrik terbaru Mitsubishi memiliki ukuran kompak dan bahasa desain baru pakai basis Foxtron Bria
21 Januari 2026, 13:34 WIB
Yamaha Tmax DX model 2026 hadir untuk menggoda para pencinta touring berkantong tebal yang ada di Indonesia
21 Januari 2026, 12:00 WIB
Lepas bakal fokus untuk meluncurkan SUV serta sedan di Indonesia dengan desain premium yang keunggulan tersendiri
21 Januari 2026, 11:00 WIB
Polytron menegaskan bakal meluncurkan mobil listrik baru di 2026 untuk memperkuat pasarnya di Tanah Air