Hyundai Stargazer Cartenz Jadi Idaman Baru, Penjualan Naik
23 September 2026, 09:00 WIB
Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo memberi komentar tentang kritik Anies ke subsidi mobil listrik Jokowi
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Salah satu Capres (Calon Presiden) 2024 secara terbuka mengkritik pemberian subsidi mobil listrik yang digagas Presiden Joko Widodo. Menurut Anies Baswedan kebijakan tersebut kurang tepat sasaran.
Selain itu tidak menuntaskan masalah polusi udara. Justru akan menambah kemacetan di Jakarta pada masa mendatang.
Anies Baswedan menilai subsidi mobil listrik hanya dinikmati kalangan kelas atas saja. Sehingga tidak terserap sempurna insentif kendaraan elektrik.
Mendengar hal tersebut, Yohannes Nangoi selaku Ketua Umum Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) menuturkan bahwa bantuan diberikan Jokowi merupakan upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar berbasis fosil.
Kemudian juga mendorong pengurangan polusi udara di Indonesia. Sehingga menjadi lebih banyak kendaraan ramah lingkungan lagi.
“Karena pemerintah itu targetnya supaya mobil listrik dapat laku dan lebih banyak terjual, dengan beberapa tujuan. Satu agar lingkungan lebih bersih, kedua namanya pemakaian bbm dikurangi, pembelian bahan baku dari luar negeri pun bisa ditekan,” ungkap Nangoi di Jakarta Pusat, Rabu (24/5).
Nangoi menerima kritikan dilontarkan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta. Dia juga mengatakan bahwa pemerintah memiliki tanggapan tersendiri atas hal tersebut.
“Pemerintah ke arah sana, sehingga mereka memberikan (subsidi) ini. Nah kalau ada orang yang mengkritik ya saya rasa mungkin cukup baik, tapi tidak tahu nantinya seperti apa,” pungkasnya.
Sebelumnya Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian juga menanggapi kritik subsidi mobil listrik disampaikan oleh calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan atau KPP Anies Baswedan.
Dia menerangkan industri electric vehicle atau kendaraan setrum harus dilihat secara utuh tidak bisa hanya berdasarkan satu faktor saja. Sebab terdapat sejumlah keuntungan dari program diluncurkan Jokowi.
Sebut saja seperti membantu Indonesia mencapai komitmennya dalam mengurangi emisi karbon. Pasalnya negara tengah memasang target guna mencapai net zero emission pada 2060.
"Nah ini bagian tidak terlepaskan dari upaya kita dan tidak boleh lupa bahwa pengembangan industri EV akan menciptakan lapangan kerja yang cukup tinggi di Indonesia," katanya.
Kemudian Agus menuturkan subsidi mobil listrik bakal mendorong program hilirisasi sumber daya alam khususnya nikel. Jadi membantu percepatan terciptanya ekosistem kendaraan setrum di Indonesia.
"Harus kita lihat karena ekosistem itu kita bentuk, serta manfaat juga tujuan yang saya sampaikan tadi tidak bisa dilihat hanya dari satu faktor saja," tegasnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
23 September 2026, 09:00 WIB
22 September 2026, 20:01 WIB
17 September 2026, 17:00 WIB
17 September 2026, 15:00 WIB
17 September 2026, 11:00 WIB
Terkini
28 September 2026, 21:01 WIB
Bintang Chemical Indonesia melakukan peletakan batu pertama, siap punya pabrik cat belkote baru di Indonesia
28 September 2026, 17:49 WIB
BYD Atto 1 generasi terbaru siap hadir dengan berbagai ubahan mayor, baik pada eksterior maupun jantung pacu
28 September 2026, 12:39 WIB
Di tengah ramainya model baru yang ditawarkan di Indonesia, Mitsubishi Pajero Sport masih menjadi andalan
28 September 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku bisa dilakukan dengan mudah di SIM keliling Jakarta, berikut biaya dan lokasinya
28 September 2026, 06:00 WIB
Para pengguna mobil pribadi yang hendak melintas jalan protokol Ibu Kota, simak titik Ganjil Genap Jakarta
28 September 2026, 06:00 WIB
Kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung lagi untuk memudahkan masyarakat mengurus dokumen berkendara
27 September 2026, 23:38 WIB
Dengan pengalaman selama tiga dekade, Suzuki memberikan tampilan baru salah satu diler mereka di Pulo Gadung
27 September 2026, 22:55 WIB
Meskipun terlahir dengan DNA yang sama yakni SUV tangguh, namun kedua kendaraan memiliki karakter berbeda