Banyak Produk Baru, Esemka Absen di GIIAS 2023

Menurut Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo, Esemka absen di GIIAS 2023 karena memang belum ada komunikasi

Banyak Produk Baru, Esemka Absen di GIIAS 2023

TRENOTO – Gelaran GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show) kembali berlangsung tahun ini. Sekaligus menjadi pameran mereka ke-30 di Tanah Air.

Tentu akan banyak pabrikan otomotif ikut meramaikan perhelatan tahunan di ICE BSD, Tangerang. Bahkan menurut Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo sudah ada 30 merek mobil yang mendaftar.

Namun dari puluhan brand terkonfirmasi hadir, Esemka absen di GIIAS 2023. Padahal sebelumnya mereka ikut meramaikan IIMS (Indonesia International Motor Show) di Februari.

Photo : TrenOto

“Enggak, (Esemka) tidak kontek kita. Belum ada komunikasi,” ujarnya di Jakarta Pusat, Rabu (24/5).

Seperti diketahui sebelumnya Eddy Wirajaya selaku Direktur PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) sempat memberi sinyal mereka bakal mengikuti pameran otomotif lanjutan setelah IIMS 2023.

“Saat ini saya ingin ikut semua, tapi kan kami orang bisnis juga harus menghitung. Bikin booth mahal banget kita enggak nyangka, karena remeh temehnya banyak,” kata Eddy.

Esemka sendiri saat itu memamerkan Bima Ev maupun Bima 1.3. Kedua produknya bahkan menyita perhatian banyak orang.

Baca Juga: GIIAS 2023 Kembali Digelar Agustus, Ada World Premiere

Sampai-sampai sejumlah orang tersohor berkunjung ke booth mereka. kemudian mobil buatan lokal ini juga menyabet dua penghargaan yakni, best ev commercial car serta favorite local brand.

Selama 10 hari pameran Eddy mengungkap total lebih dari 50 unit mobil Esemka dipesan konsumen. Dari jumlah tersebut yang paling dominan diminati adalah pikap Bima, sementara sisanya Bima EV.

Sekadar informasi, meski Esemka absen GIIAS 2023 masih banyak merek mobil ambil bagian di sana. Sebut saja seperti Audi, BMW, Chery, Citroen, Daihatsu, DFSK, Haval, Honda, Hyundai, KIA, Lexus, Mazda, Mercedes-Benz, MG, MINI hingga Mitsubishi Motors.

Kemudian ada Neta, Nissan, Ora, Porsche, Subaru, Suzuki, Tank, Toyota, VW, Wuling. Tak ketinggalan kendaraan komersial hadir Hino, Isuzu, Mitsubishi Fuso, Toyota Komersial serta UD Trucks.

Photo : TrenOto

Lalu 14 merek motor ikut unjuk gigi pada GIIAS 2023 kembali digelar Agustus. Sebut saja seperti Astra Honda Motor, Aprilia, Benelli, Exotic, Harley Davidson, Ion Mobility, Keeway, Moto Guzzi, Pacific, Piaggio, Polytron, Royal Enfield, Segway maupun Vespa.

Sememtara tiga karoseri juga hadir di GIIAS 2023, yakni Adiputro, Laksana dan Tentrem.


Terkini

news
arus balik

Polda Metro Jaya Siapkan Strategi Hadapi Arus Balik Libur Nataru

Arus balik Natal dan tahun baru 2026 mulai terlihat sehingga Polda Metro Jaya menyiapkan langkah antisipasi

news
SIM keliling Bandung

Simak 2 Lokasi SIM Keliling Bandung Jelang Libur Tahun Baru 2026

Demi memudahkan para pengendara, kepolisian tetap menghadirkan berbagai fasilitas seperti SIM keliling Bandung

news
Ganjil genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta 30 Desember 2025, Awas Ada Demo Buruh

Ganjil genap Jakarta tetap akan digelar meski rencananya akan ada aksi unjuk rasa dari ribuan buruh di Ibu Kota

news
SIM Keliling Jakarta

SIM Keliling Jakarta Masih Beroperasi Hari Ini Selasa 30 Desember

SIM keliling Jakarta melayani perpanjangan masa berlaku kartu yang belum terlewat dari tanggal masa berlaku

mobil
Penjualan Mobil Listrik di China Diprediksi Melambat pada 2026

Penjualan Mobil Listrik di China Diprediksi Melambat pada 2026

Berakhirnya insentif dari pemerintah membuat kinerja penjualan mobil listrik di Cina pada tahun depan turun

otosport
Aprilia

Aprilia Disebut Siap Kudeta Ducati pada MotoGP 2026

Aprilia menunjukan kemajuan sangat signifikan dalam hal pengembangan motor balap milik Marco Bezzecchi

mobil
Wuling Almaz Darion

Wuling Almaz Darion Makin Dekat ke Indonesia, Desainnya Terdaftar

Bocoran tampilan interior Wuling Almaz Darion mulai terungkap di laman DJKI, pakai basis SUV Xingguang 560

mobil
Mobil Listrik

Manufaktur Mobil Listrik Cina Disebut Belum Serap Komponen Lokal

GIAMM sebut perakitan lokal dihitung 30 persen TKDN, komponen lokal mobil listrik tak jadi prioritas produsen