Cara Forwot Tunjukan Kepedulian Masa Depan Industri Otomotif
26 Januari 2026, 18:47 WIB
Audio Plus Indonesia tidak merasakan dampak dari turunnya penjualan mobil baru pada periode 2025 lalu
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Memang pasar mobil baru di Indonesia mengalami kelesuan pada 2025. Berbagai rintangan menghadang laju industri otomotif dalam negeri.
Seperti contoh melemahnya kondisi ekonomi kelas menengah ke bawah, pengetatan kredit sampai nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang anjlok.
Kondisi ini tentu turut dirasakan oleh banyak pihak. Namun tidak bagi Audio Plus Indonesia selaku produsen Harmonic Harmony sampai Goldhorn.
Mereka mengaku memetik hasil manis sepanjang 2025, meski penjualan mobil baru turun secara keseluruhan.
“Kalau industri audio secara keseluruhan saya tidak tahu ya, karena tidak punya datanya. Tetapi kalau dari kita, Audio Plus di domestik bertumbuh,” ungkap Andreas Tjahjadi, CEO Audio Plus Indonesia di Jakarta Barat beberapa waktu lalu.
Andre pun mengaku bersyukur, mereka masih mencatatkan kinerja positif di pasar dalam negeri pada tahun lalu.
Meski tidak menyebutkan angka pertumbuhannya, Andre menuturkan bahwa penjualan Audio Plus Indonesia terus meningkat.
“Jadi dari 2023, 2024 ke 2025 kita bertumbuh tetapi tidak banyak, tidak turun juga buat pasar domestiknya,” lanjut Andre.
Andre hanya menjelaskan kalau penjualan mereka buat pasar domestik, meningkat di bawah 10 persen.
Lebih jauh disebutkan, Audio Plus turut membukukan penjualan yang sangat baik untuk pasar di luar Indonesia sepanjang 2025.
Peminat produk-produk audio mobil Audio Plus Indonesia di luar negeri, cukup banyak dan terus bertambah dari waktu ke waktu.
“Kalau internasional dari 2024 ke 2025 kita naik 2,5 kali lipat. Jadi ada peningkatan 250 persen,” tegas Andre.
Tentu ini merupakan hal yang positif, mengingat lesunya penjualan mobil baru membawa dampak luas. Terutama bagi para pengusaha komponen kendaraan roda empat.
Sebagai informasi, menurut data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), retail sales mobil baru pada 2025 mencapai 833.692 unit.
Sedangkan untuk angka pengiriman dari pabrik ke diler (wholesales) hanya berada di angka 803.687 unit.
Bila dilihat lebih jauh, retail sales pada tahun lalu mengalami penurunan sekitar 6,3 persen dibandingkan dengan 889.680 unit di 2024.
Sementara angka wholesales juga merosot 7,2 persen. Sebab pada tahun sebelumnya berhasil menorehkan 865.723 unit.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
26 Januari 2026, 18:47 WIB
26 Januari 2026, 12:00 WIB
25 Januari 2026, 11:00 WIB
24 Januari 2026, 17:00 WIB
23 Januari 2026, 18:00 WIB
Terkini
27 Januari 2026, 07:00 WIB
Geely EX2 memiliki beberapa kelebihan, sebab dirancang untuk mobilitas kaum urban yang ada di daerah perkotaan
27 Januari 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan untuk memastikan kelancaran arus kendaraan yang terjadi di Ibu Kota
27 Januari 2026, 06:00 WIB
Terdapat dua lokasi SIM keliling Bandung yang beroperasi hari ini, pengendara bisa mendatangi sejak pagi
27 Januari 2026, 06:00 WIB
Ada di lima tempat berbeda, SIM keliling Jakarta melayani prosedur perpanjangan khusus pemilik SIM A dan C
26 Januari 2026, 18:47 WIB
Forwot baru saja menggelar touring serta diskusi dengan mengusung tema Indonesia's Automotive Outlook 2026
26 Januari 2026, 17:01 WIB
Isu terbakarnya mobil listrik saat melakukan pengisian daya di rumah, menjadi isu penting bagi sebagian pihak
26 Januari 2026, 16:00 WIB
Mitsubishi Connect pada Destinator hadir untuk memanjakan para pengguna dalam setiap perjalanan sehari-hari
26 Januari 2026, 15:00 WIB
BYD tingkatkan target ekspor mereka dari Cina pada 2026 sebesar 25 persen dibanding pencapaian tahun lalu