ACC Sebut Pembiayaan Mobil Baru Masih Kondusif
23 Juli 2026, 23:04 WIB
Audio Plus Indonesia tidak merasakan dampak dari turunnya penjualan mobil baru pada periode 2025 lalu
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Memang pasar mobil baru di Indonesia mengalami kelesuan pada 2025. Berbagai rintangan menghadang laju industri otomotif dalam negeri.
Seperti contoh melemahnya kondisi ekonomi kelas menengah ke bawah, pengetatan kredit sampai nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang anjlok.
Kondisi ini tentu turut dirasakan oleh banyak pihak. Namun tidak bagi Audio Plus Indonesia selaku produsen Harmonic Harmony sampai Goldhorn.
Mereka mengaku memetik hasil manis sepanjang 2025, meski penjualan mobil baru turun secara keseluruhan.
“Kalau industri audio secara keseluruhan saya tidak tahu ya, karena tidak punya datanya. Tetapi kalau dari kita, Audio Plus di domestik bertumbuh,” ungkap Andreas Tjahjadi, CEO Audio Plus Indonesia di Jakarta Barat beberapa waktu lalu.
Andre pun mengaku bersyukur, mereka masih mencatatkan kinerja positif di pasar dalam negeri pada tahun lalu.
Meski tidak menyebutkan angka pertumbuhannya, Andre menuturkan bahwa penjualan Audio Plus Indonesia terus meningkat.
“Jadi dari 2023, 2024 ke 2025 kita bertumbuh tetapi tidak banyak, tidak turun juga buat pasar domestiknya,” lanjut Andre.
Andre hanya menjelaskan kalau penjualan mereka buat pasar domestik, meningkat di bawah 10 persen.
Lebih jauh disebutkan, Audio Plus turut membukukan penjualan yang sangat baik untuk pasar di luar Indonesia sepanjang 2025.
Peminat produk-produk audio mobil Audio Plus Indonesia di luar negeri, cukup banyak dan terus bertambah dari waktu ke waktu.
“Kalau internasional dari 2024 ke 2025 kita naik 2,5 kali lipat. Jadi ada peningkatan 250 persen,” tegas Andre.
Tentu ini merupakan hal yang positif, mengingat lesunya penjualan mobil baru membawa dampak luas. Terutama bagi para pengusaha komponen kendaraan roda empat.
Sebagai informasi, menurut data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), retail sales mobil baru pada 2025 mencapai 833.692 unit.
Sedangkan untuk angka pengiriman dari pabrik ke diler (wholesales) hanya berada di angka 803.687 unit.
Bila dilihat lebih jauh, retail sales pada tahun lalu mengalami penurunan sekitar 6,3 persen dibandingkan dengan 889.680 unit di 2024.
Sementara angka wholesales juga merosot 7,2 persen. Sebab pada tahun sebelumnya berhasil menorehkan 865.723 unit.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
23 Juli 2026, 23:04 WIB
23 Juli 2026, 09:00 WIB
16 Juli 2026, 19:27 WIB
15 Juli 2026, 07:00 WIB
13 Juli 2026, 18:43 WIB
Terkini
27 Juli 2026, 14:14 WIB
GIIAS 2026 bakal jadi panggung perdana BAIC T1 debut di pasar Indonesia, simak deretan keunggulannya
27 Juli 2026, 06:39 WIB
SIM keliling Bandung bisa memudahkan Anda yang ingin mengurus dokumen berkendara untuk golongan A dan C
27 Juli 2026, 06:38 WIB
Tersebar di lima lokasi berbeda, berikut informasi tempat, persyaratan dan biaya SIM keliling Jakarta
27 Juli 2026, 06:00 WIB
KadatadataOTO merangkum jadwal dan lokasi ganjil genap Jakarta hari ini lengkap hingga gerbang tolnya
26 Juli 2026, 22:05 WIB
IDRS ingin meningkatkan standar keselamatan pengujian pada setiap motor baru yang ada dipasarkan di Tanah Air
26 Juli 2026, 16:28 WIB
Apabila dikembangkan di masa mendatang, Geely membuka peluang menghadirkan Lynk & Co ke pasar Indonesia
25 Juli 2026, 22:44 WIB
Toyota terus menunjukkan komitmen mereka dalam memajukan pendidikan vokasi dengan menyumbangkan mesin mobil
25 Juli 2026, 22:43 WIB
Penjualan mobil tampak kembali pulih di Juni 2026, Kemenperin yakin bisa tembus 1 juta unit di akhir 2026