Pabrik BYD Subang Siap Produksi Beberapa Model di Kuartal 1 2026
17 Januari 2026, 08:00 WIB
Perusahaan asal Eropa dan China berencana buka pabrik kendaraan di Indonesia karena potensinya besar
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Taufiek Bawazier, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian mengklaim bahwa banyak perusahaan ingin buka pabrik kendaraan di Indonesia. Asal negaranya pun beragam mulai dari China hingga Eropa.
Hal ini ia sampaikan di sela-sela acara diskusi bertajuk ‘Otomotif, Ujung Tombak Dekarbonisasi Indonesia’, (08/08). Sayangnya dirinya menolak untuk menegaskan secara rinci pabrikan-pabrikan tersebut.
“Kami kemarin sudah dapat empat perusahaan yang ingin punya pabrik di Indonesia. Saya tidak bisa sebut karena confidential, tapi paling tidak animonya sudah datang,” ungkapnya.
Banyaknya jumlah perusahaan yang ingin buka pabrik kendaraan di Indonesia menunjukkan bahwa bangsa ini memang menarik. Terlebih untuk pasar Electric Vehicle karena belakangan masih terus dikembangkan.
“Kalau investor melihatnya dengan jernih, regulasinya semua sudah suap. Investasi di Indonesia pun peluangnya sangat besar karena pasarnya sangat luas,” tegasnya.
Perlu diketahui bahwa pertumbuhan kendaraan listrik secara global memang terbilang cukup tinggi. Terjadi peningkatan minat masyarakat dunia terhadap electric vehicle yang ditunjukkan dengan larisnya model tersebut.
Tercatat ada sekitar 10.5 juta unit kendaraan listrik terjual atau setara 13 persen dari total penjualan mobil di 2022. Jumlah ini jauh meningkat dibandingkan penjualan di 2021 yang hanya mencapai 6.7 juta unit atau setara delapan persen.
China pun menjadi negara dengan penjualan mobil listrik tertinggi di dunia karena berhasil melepas 6.1 juta unit sepanjang 2022. Kemudian Eropa di peringkat berikutnya yaitu sebesar 2.6 juta unit, Afrika 1.1 juta unit dan sisanya tersebar di berbagai wilayah seperti Asia Tenggara termasuk Indonesia.
“Dunia sekarang bergerak ke arah pengurangan karbon. Indonesia juga punya instrumen, regulasinya sudah ada, sekarang yang perlu diubah adalah mindset dan behaviour kita untuk masuk ke EV,” katanya.
Namun ia mengakui bahwa sekarang masyarakat Indonesia masih lebih menyukai kendaraan hybrid ketimbang mobil listrik. Hal ini karena masih terbatasnya infrastruktur sehingga belum bisa memberi ketenangan bagi pemilik.
“Hybrid sekarang pasarnya meningkat karena masyarakat berpikir bila pulang kampung dan di tengah jalan tiba-tiba habis daya, masih bisa isi bensin. Kemudian ketika sampai perkotaan, dapat kembali menggunakan mode listrik,” pungkasnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
17 Januari 2026, 08:00 WIB
07 Agustus 2025, 23:00 WIB
07 Desember 2023, 21:04 WIB
Terkini
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
GAC Aion mengaku tengah bersiap untuk memenuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang ditetapkan pemerintah
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
Blade baterai generasi kedua milik BYD akan mulai digunakan di sejumlah mobil-mobil listrik yang baru dipasarkan
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026