Ekspor Mobil CBU Bantu Maksimalkan Kapasitas Produksi di RI
27 Februari 2026, 07:00 WIB
Ekspor mobil Indonesia meningkat signifikan bila dibandingkan perolehan bulan lalu yang menunjukkan bahwa mulai pulihnya industri
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Pergerakan industri otomotif semakin lama semakin membaik. Tak hanya untuk pasar domestik, jumlah kendaraan yang ekspor ke berbagai negara pun tercatat mengalami perbaikan dibandingkan tahun-tahun lalu.
Berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), jumlah ekspor mobil Indonesia dalam bentuk utuh atau CBU pada Maret 2022 mencapai 38.892 unit. Jumlah tersebut naik 41.3 persen bila dibandingkan dengan periode sama tahun lalu hanya mencapai 27.531 unit.
Dari seluruh kendaraan ekspor CBU, Toyota berhasil mendominasi dengan 13.936 unit ditambah 13.874 unit hasil produksi Daihatsu. Secara umum, Toyota mengalami kenaikan 20 persen bila dibandingkan bukan sebelumnya.
Kemudian di posisi ketiga ada Suzuki yang berhasil mengirimkan 4.551 unit, unggul tipis dari Mitsubishi Motors sebanyak 4.130 unit. Sementara posisi kelima ada Hyundai dengan catatan sebesar 1.950 unit dan Honda 451 unit.
Sementara untuk ekspor kendaraan dalam bentuk terurai atau CKD di maret juga mengalami kenaikan 38 persen dibandingkan februari 2022. Sedikitnya ada 9.144 set unit mobil berhasil dikapalkan.
Sama seperti CBU, Toyota pun masih mendominasi ekspor kendaraan CKD dengan mengirimkan 4.050 set unit. Posisi kedua diisi oleh Suzuki berkat 3.072 set unit disusul Mitsubishi Motor sebanyak 1.350 set unit dan Isuzu 672 set unit.
Sayangnya, Honda sebagai salah satu eksportir CKD yang biasanya berhasil menyumbang catatan cukup banyak, tidak mampu mempertahankan posisinya. Kelangkaan cip semikonduktor menyebabkan mereka tak mengirimkan 1 set mobil pun pada Maret.
Ada banyak penyebab terjadinya peningkatan jumlah ekspor kendaraan baik CBU maupun CKD. Bob Azam, Direktur Corporat Affairs TMMIN menyebut bahwa salah satu alasannya adalah invasi Rusia ke Ukraina.
Menurutnya, invasi tersebut berhasil membuat harga minyak dunia meningkat sehingga berdampak positif pada negara-negara penghasil minyak di Timur Tengah dan Asia Tenggara. Tidak heran bila permintaan mobil pun kemudian meningkat pesat serta berhasil dimanfaatkan oleh Indonesia khususnya Toyota.
Hasil positif yang diraih khususnya oleh Toyota diyakini bisa meningkat di masa depan. Bukan tidak mungkin jumlah ekspor mobil tahun ini bisa menyamai perolehan sebelum pandemi Covid-19.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
27 Februari 2026, 07:00 WIB
24 Februari 2026, 11:01 WIB
17 Februari 2026, 09:00 WIB
26 Januari 2026, 15:00 WIB
23 Januari 2026, 12:00 WIB
Terkini
03 Maret 2026, 12:34 WIB
Meskipun angka kepemilikannya masih 18 persen, konsumen Indonesia melihat EV sebagai sesuatu yang positif
03 Maret 2026, 12:00 WIB
Haka Auto berkomitmen untuk membangun 10 diler BYD dan Denza di semester 1 2026 guna memperkuat posisi perusahaan
03 Maret 2026, 11:00 WIB
BYD dikabarkan siap luncurkan mobil PHEV yang dijual dengan harga yang lebih murah ketimbang mobil listrik
03 Maret 2026, 09:24 WIB
Denza D9 jadi pertimbangan sejumlah konsumen di segmen premium, tawarkan berbagai fitur dan keunggulan
03 Maret 2026, 09:00 WIB
Tingginya suhu di Sirkuit Buriram menjadi salah satu penyebab pelek motor balap milik Marc Marquez pecah
03 Maret 2026, 07:24 WIB
Yamaha Tmax baru yang diluncurkan pada awal 2026 di Indonesia, diklaim sudah terjual lebih dari 50 unit
03 Maret 2026, 06:00 WIB
Pembatasan ganjil genap Jakarta kembali diterapkan di Ibu Kota untuk mengatasi kemacetan lalu lintas
03 Maret 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung menjadi salah satu opsi terbaik bagi masyarakat untuk mengurus dokumen berkendara