Modal Chery Q Gaet Konsumen RI, Hadirkan Fitur Lengkap Fungsional
07 September 2026, 21:43 WIB
Belum bisa saingi kendaraan konvensional, Populix ungkap alasan masyarakat ragu beralih ke mobil listrik
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Minat konsumen Indonesia terhadap mobil listrik mulai meningkat tahun ini, khususnya di tengah kehadiran berbagai merek Tiongkok dengan harga murah.
Meskipun begitu tidak dapat dipungkiri, mobil bensin atau mesin konvensional masih menjadi pilihan utama, khususnya konsumen di daerah.
Belum lama ini Populix melakukan survey terhadap masyarakat yang masih enggan melakukan pembelian mobil listrik.
Menurut Populix, ada setidaknya tiga alasan masyarakat enggan beralih ke mobil listrik.
“Pertama keberadaan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum), ini barrier utama kenapa responden tidak mau membeli mobil listrik,” kata Susan Adi Putra, Populix Associate Head of Research for Automotive di sela acara Populix x Forwot Outlook Discussion, Selasa (01/07).
Masalah tersebut mulai ditangani oleh PT PLN (Persero). Per Maret 2025, ada 3.772 unit SPKLU yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Sebanyak 2.667 unit berada di pulau Jawa, 442 unit di Sumatera dan 217 unit di Kalimantan.
Kemudian ada produsen otomotif tertentu menyediakan charging station di beberapa titik diler mereka sehingga semakin memudahkan konsumen.
Hanya saja jumlahnya masih belum semasif SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) dan terpusat di pulau Jawa.
Faktor kedua menurut dia adalah keberadaan bengkel resmi atau diler yang masih terbatas.
“Jarak antara diler itu masih terlalu jauh,” kata dia.
Terakhir, dari sisi jarak tempuh. Tampaknya range anxiety masih jadi satu isu yang diperhatikan oleh konsumen kendaraan roda empat.
“Karena mobil listrik ada batas jarak dan kecepatan, ini menjadi perhatian bagi mereka kenapa tidak membeli EV (Electric Vehicle),” jelas dia.
Lebih lanjut dia menjelaskan, tetap ada sejumlah hal yang bisa dilakukan oleh produsen guna menggaet konsumen.
Misalnya, pemberian diskon atau potongan harga. Lalu garansi baterai maupun kendaraan yang menambah ketenangan konsumen dalam menggunakan mobil listrik.
Tetapi Adi menegaskan, secara perlahan masyarakat mulai melirik mobil listrik karena memiliki beberapa kemudahan khususnya dalam biaya perawatan.
“Pajak tahunan murah, kemudian insentif pemerintah memegang peranan penting,” ungkap dia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
07 September 2026, 21:43 WIB
06 September 2026, 01:22 WIB
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
23 Agustus 2026, 12:02 WIB
Terkini
10 September 2026, 07:00 WIB
Honda kian menjauh dari urutan lima besar merek mobil terlaris Agustus 2026, Toyota masih kokoh diikuti Daihatsu
10 September 2026, 06:24 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi opsi paling relevan agar mengurus dokumen berkendara jadi lebih mudah
10 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta hanya melayani perpanjangan masa berlaku kartu yang masih aktif, berikut biayanya
09 September 2026, 22:00 WIB
AiMOGA mulai memamerkan robot andalannya untuk masyarakat Indonesia dengan berbekal teknologi inovatifnya
09 September 2026, 21:00 WIB
Bulega resmi meninggalkan WSBK mulai musim depan dan masuk ke dalam susunan sementara pembalap MotoGP 2027
09 September 2026, 20:17 WIB
Daihatsu menorehkan catatan positif pada Agustus 2026, penjualan mobil baru mereka ditopang oleh Gran Max
09 September 2026, 20:14 WIB
Wuling berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen di Indonesia yang membeli mobil mereka
09 September 2026, 09:00 WIB
Marc Marquez dipastikan akan melanjutkan tren positifnyan saat melakoni MotoGP San Marino 2026 di akhir pekan