Pengiriman Jaecoo J5 EV Tembus 20.000 Unit, Terlaris di Mei 2026
29 Juni 2026, 07:00 WIB
Belum bisa saingi kendaraan konvensional, Populix ungkap alasan masyarakat ragu beralih ke mobil listrik
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Minat konsumen Indonesia terhadap mobil listrik mulai meningkat tahun ini, khususnya di tengah kehadiran berbagai merek Tiongkok dengan harga murah.
Meskipun begitu tidak dapat dipungkiri, mobil bensin atau mesin konvensional masih menjadi pilihan utama, khususnya konsumen di daerah.
Belum lama ini Populix melakukan survey terhadap masyarakat yang masih enggan melakukan pembelian mobil listrik.
Menurut Populix, ada setidaknya tiga alasan masyarakat enggan beralih ke mobil listrik.
“Pertama keberadaan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum), ini barrier utama kenapa responden tidak mau membeli mobil listrik,” kata Susan Adi Putra, Populix Associate Head of Research for Automotive di sela acara Populix x Forwot Outlook Discussion, Selasa (01/07).
Masalah tersebut mulai ditangani oleh PT PLN (Persero). Per Maret 2025, ada 3.772 unit SPKLU yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Sebanyak 2.667 unit berada di pulau Jawa, 442 unit di Sumatera dan 217 unit di Kalimantan.
Kemudian ada produsen otomotif tertentu menyediakan charging station di beberapa titik diler mereka sehingga semakin memudahkan konsumen.
Hanya saja jumlahnya masih belum semasif SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) dan terpusat di pulau Jawa.
Faktor kedua menurut dia adalah keberadaan bengkel resmi atau diler yang masih terbatas.
“Jarak antara diler itu masih terlalu jauh,” kata dia.
Terakhir, dari sisi jarak tempuh. Tampaknya range anxiety masih jadi satu isu yang diperhatikan oleh konsumen kendaraan roda empat.
“Karena mobil listrik ada batas jarak dan kecepatan, ini menjadi perhatian bagi mereka kenapa tidak membeli EV (Electric Vehicle),” jelas dia.
Lebih lanjut dia menjelaskan, tetap ada sejumlah hal yang bisa dilakukan oleh produsen guna menggaet konsumen.
Misalnya, pemberian diskon atau potongan harga. Lalu garansi baterai maupun kendaraan yang menambah ketenangan konsumen dalam menggunakan mobil listrik.
Tetapi Adi menegaskan, secara perlahan masyarakat mulai melirik mobil listrik karena memiliki beberapa kemudahan khususnya dalam biaya perawatan.
“Pajak tahunan murah, kemudian insentif pemerintah memegang peranan penting,” ungkap dia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
29 Juni 2026, 07:00 WIB
28 Juni 2026, 07:15 WIB
25 Juni 2026, 20:58 WIB
25 Juni 2026, 20:56 WIB
20 Juni 2026, 11:00 WIB
Terkini
30 Juni 2026, 06:37 WIB
Di akhir Juni 2026 fasilitas SIM keliling Jakarta beroperasi seperti biasa di lima lokasi, simak jadwalnya
30 Juni 2026, 06:00 WIB
Kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk mengakomodir kebutuhan para pengendara motor dan mobil
30 Juni 2026, 06:00 WIB
Untuk bisa sedikit mengurai kemacetan parah di Ibu Kota, diberlakukan aturan Ganjil Genap Jakarta sejak pagi
29 Juni 2026, 21:05 WIB
Veda Ega Pratama mengaku kecewa karena mengalami kecelakaan dan tidak menyelesaikan Moto3 Belanda 2026
29 Juni 2026, 16:00 WIB
Usai balapan di Belanda, Martin berhasil menempati puncak klasemen sementara MotoGP 2026 dengan 193 poin
29 Juni 2026, 15:36 WIB
Toyota Astra Motor melengkapi jajaran kendaraan komersial ringan dengan memboyong New Hilux ke Indonesia
29 Juni 2026, 07:00 WIB
Penjualan Jaecoo J5 EV terus bergulir hingga sekarang sehingga menjadi sejarah bagi brand asal Cina tersebut
29 Juni 2026, 06:05 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi salah satu opsi buat Anda yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini