Modal Chery Q Gaet Konsumen RI, Hadirkan Fitur Lengkap Fungsional
07 September 2026, 21:43 WIB
Banyak penumpang merasa lebih mual saat berkendara di mobil listrik ketimbang ICE, berikut penjelasannya
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Sebuah studi menyebutkan ada sejumlah alasan di balik mengapa banyak penumpang kendaraan roda empat merasa mual ketika berkendara dengan mobil listrik.
Padahal jika dilihat secara gamblang, mobil listrik menawarkan kenyamanan lebih berkat absennya bunyi mesin dan kabin kedap.
Dalam studi yang dilakukan oleh seorang periset asal Prancis, mual saat menggunakan mobil listrik bisa disebabkan oleh penumpang yang tak terbiasa. Sensasi berkendara mobil konvensional.
Menurut dia, otak penumpang kekurangan akurasi dalam memperkirakan pergerakan kendaraan yang senyap karena bergantung pada pengalaman terdahulu dengan mobil ICE (Internal Combustion Engine).
“Otak perlu beradaptasi ulang karena tidak ada pengalaman serupa dialami sebelumnya. Ini adalah contoh mengapa banyak orang merasa mual di kondisi gravitasi nol,” kata William Emond, Université de Technologie de Belfort-Montbéliard di Prancis.
Lebih lanjut dia merujuk pada studi terpisah yang pernah dilakukan pada 2024 dan 2020.
Disebutkan bahwa ada korelasi kuat antara motion sickness dengan vibrasi atau getaran pada jok mobil listrik.
Temuan lain mengungkap bahwa absennya suara mesin jadi faktor utama penumpang EV (Electric Vehicle) cepat merasa mual.
Sebagai contoh, akselerasi pada mobil bensin bisa diantisipasi oleh penumpang karena terdengar lebih dulu dari suara gerungan mesin yang kencang sesaat sebelum mobil melaju.
Rasa mual jarang terjadi pada pengemudi mobil listrik, sebab mereka sebagai pengendali kendaraan dapat mengantisipasi arah gerak kendaraan.
“Jika kita biasa berkendara dengan mobil konvensional kita terbiasa memahami pergerakan mobil berdasarkan sinyal-sinyal, seperti gerungan mesin, getaran dan torsinya,” ungkap Emond.
Selain itu, fitur regenerative braking di mobil listrik menyebabkan mobil melakukan deselerasi secara lamban dan bertahap. Akhirnya menyebabkan rasa mual semakin cepat naik pada penumpang EV.
Untuk mengatasi hal tersebut, Emond mengungkapkan tentu butuh waktu agar seseorang bisa beradaptasi. Kemudian penyematan ambience light diklam dapat membantu menenangkan.
Nantinya penumpang secara perlahan bisa memahami pergerakan mobil listrik meskipun tanpa sinyal-sinyal dari suara mesin dan sebagainya.
“Pengetahuan yang baik membantu kita mengantisipasi tenaga dari gerakan mobil. Hal ini krusial jika bicara soal motion sickness (mual),” tegas Emond.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
07 September 2026, 21:43 WIB
06 September 2026, 01:22 WIB
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
23 Agustus 2026, 12:02 WIB
Terkini
09 September 2026, 09:00 WIB
Marc Marquez dipastikan akan melanjutkan tren positifnyan saat melakoni MotoGP San Marino 2026 di akhir pekan
09 September 2026, 06:00 WIB
Beroperasi di lima lokasi berbeda, SIM keliling Jakarta hanya melayani prosedur perpanjangan masa berlaku
08 September 2026, 19:00 WIB
Robot humanoid AiMOGA yang dikembangkan oleh Chery Group sudah masuk ke pasar internasional hingga 60 negara
08 September 2026, 16:50 WIB
SUV masih jadi salah satu favorit konsumen, Xpeng GX tuai respons positif sejak debut di RI beberapa waktu lalu
08 September 2026, 09:00 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam menjadi menyuguhkan banyak kegiatan menarik yang mencuri perhatian masyarakat
08 September 2026, 07:00 WIB
Pameran otomotif GIIAS Bandung 2026 akan menampilkan sekitar 42 kendaraan yang bisa dicoba langsung pengunjung
08 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta beroperasi seperti biasa di lima tempat berbeda hari ini, simak lokasi dan biayanya
08 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung menjadi salah satu fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh para pengendara motor dan mobil