Impresi Pertama Changan Nevo Q05: Praktis buat Mobilitas Urban
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
Investasi di sektor kendaraan listrik diharapkan bisa stabil di tengah beragam dinamika dengan kehadiran Danantara
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Iklim investasi di sektor pengembangan kendaraan listrik di Indonesia dipercaya bakal semakin optimal di masa depan. Hal ini karena Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau biasa disebut BPI Danantara bakal ikut serta.
Sehingga diharapkan tantangan yang berpotensi menghalangi perusahaan dalam melakukan investasi bisa lebih ditekan.
“Kehadiran BPI Danantara bisa ikut menstabilkan iklim investasi ekosistem kendaraan listrik,” ungkap Faisol Riza, Wakil Menteri Perindustrian dilansir Antara (23/05).
Salah satu upayanya adalah menaikkan porsi saham untuk joint venture (JV) proyek hilirisasi baterai melalui BPI Danantara sebesar lebih dari 30 persen. Hal tersebut sesuai dengan arahan presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya kehadiran Danantara bisa memastikan investasi hingga produksi bahan baku dan baterai bisa berjalan baik meski ada tengah dinamika di industri kendaraan listrik.
"Kita beruntung karena dinamika di sektor ini tidak mudah untuk dinavigasi setelah misalnya LG dari Korea Selatan tidak terlibat, lalu ada pihak lain yang ingin terlibat," kata Faisol.
Sebelumnya diberitakan bahwa presiden Presiden Prabowo telah menyetujui konsorsium Huayou menggantikan LG pada proyek baterai kendaraan listrik. Hal ini sempat menjadi pusat perhatian karena nilai investasinya cukup besar yaitu USD 9,8 miliar.
“Sudah diputuskan oleh presiden lalu atas arahan beliau sekarang telah dilakukan konsorsium Huayou sehingga diharapkan tidak ada masalah lagi. Bahkan kini sudah siap dilakukan ground breaking,” ungkap Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Diketahui proyek ini menargetkan pembangunan baterai kendaraan listrik dengan kapasitas 30 GWh. Dalam perjalanannya, LG sudah membangun 10 GWh pertama dan kini tersisa 20 GWh yang akan dilanjutkan oleh Huayou.
Investasi dari proyek tersebut sudah terealisasi sebesar 1,2 miliar dolar AS atau Rp 20,2 triliun dan nantinya Huayou akan mengisi sebagian besar sisa investasi yang mencapai USD 8,6 miliar atau Rp 145,2 triliun.
Fasilitas tersebut dipercaya bisa membuat Indonesia menjadi salah satu negara produsen kendaraan listrik yang diperhitungkan global.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
Terkini
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
SUV EV kompak Changan Nevo Q05 membuktikan keandalannya sebagai mobil listrik urban, simak ulasan lengkapnya
26 Agustus 2026, 11:59 WIB
Ford akan memproduksi SUV crossover pakai platform GEA yang saat ini juga dipakai Geely EX5 dan Starray
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
Setelah libur nasional, layanan SIM keliling Jakarta kembali tersedia di lima lokasi berbeda sekitar
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku hari ini untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung merupakan fasilitas yang dapat memudahkan masyarakat dalam mengurus dokumen berkendara
25 Agustus 2026, 19:00 WIB
Suzuki e Sky hadir sebagai versi produksi dari prototipe Vision e-Sky, siap hadang BYD Racco dan Chery Emta
25 Agustus 2026, 17:00 WIB
Pertamina Lubricants beri layanan ganti oli gratis untuk 1.000 pengemudi ojol, libatkan siswa sekolah binaan
25 Agustus 2026, 15:52 WIB
MotoGP Aragon 2026 menjadi salah satu seri yang paling ditunggu, sebab Marc Marquez cukup diunggulkan di sana