Penjualan Daihatsu 2025 Kuasai Posisi Kedua Meski Pasar Tertekan
09 Januari 2026, 11:00 WIB
Daihatsu pertahankan harga meski rupiah melemah berkat tingginya TKDN yang ada pada produk yang dijual
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Daihatsu pertahankan harga produk mereka meski saat ini terjadi pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika. Pabrikan asal Jepang tersebut menilai pihaknya masih bisa mengatasi tantangan yang ada sekarang ini.
Tingginya Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN menjadi pendukung utamanya. Namun mereka mengakui bahwa biaya produksi mengalami kenaikan karena ada beberapa komponen yang masih diimpor.
“Hampir semua komponen seperti baja, kelistrikan itu terdampak. Tetapi karena TKDN Daihatsu sudah di atas 80 persen jadi kami masih bisa mempertahankan harga,” ungkap Sri Agung Handayani, Marketing Director dan Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor.
Ia bahkan optimis pihaknya masih bisa mempertahankan harga cukup lama ketimbang pabrikan lain.
“Kalau harga dolar stabil seperti ini rasanya tidak akan berpengaruh terhadap kami. Tapi kalau pabrikan lain yang kebanyakan CBU mungkin ceritanya berbeda,” ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian meminta agar produsen tidak menaikkan harga. Hal ini karena masih ada penurunan pasar otomotif di Tanah Air.
Dengan ditahannya harga tersebut maka diharapkan penjualan kendaraan bisa membaik. Terlebih di tantangan di semester kedua diperkirakan tak seberat Januari hingga Juni 2024.
“Pada dasarnya pemerintah minta supaya produsen-produsen jangan lagi atau jangan dulu menaikkan harga karena sekarang pasar lagi lesu," ujar Agus beberapa waktu lalu.
Menurutnya daya beli masyarakat menurun karena disebabkan banyak hal. Oleh sebab itu pemerintah meminta produsen menahan diri menaikkan harga produk mereka.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo mengumumkan jumlah penjualan mobil semester 1 2024 di Indonesia. Angkanya jauh menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan data disampaikan bahwa whole sales mobil di Tanah Air pada semester pertama 2024 hanya sebesar 408.012 unit. Jumlah itu turun 19,5 persen dari 506.427 unit pada 2023.
Penurunan juga terlihat pada retail sales Januari-Juni 2024 karena hanya mampu mencatatkan angka 431.987 unit. Torehan tersebut 14 persen lebih rendah ketimbang periode serupa di 2023 yaitu sebesar 502.533 unit.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
09 Januari 2026, 11:00 WIB
08 Januari 2026, 10:00 WIB
07 Januari 2026, 08:00 WIB
05 Januari 2026, 10:00 WIB
25 Desember 2025, 09:00 WIB
Terkini
15 Januari 2026, 15:00 WIB
Menurut informasi yang dihimpun, Toyota Innova Zenix paling murah dipasarkan dengan banderol Rp 437,3 jutaan
15 Januari 2026, 14:00 WIB
Harga Hyundai Ioniq 5 langsung terkerek tinggi dibandingkan tahun lalu, sehingga bisa memberatkan konsumen
15 Januari 2026, 13:00 WIB
MG Motor Indonesia menggelar program penawaran menarik untuk konsumen setia di Tanah Air di awal 2026
15 Januari 2026, 12:00 WIB
Airlangga mengaku tengah melakukan evaluasi insentif otomotif untuk di 2026 agar industri bisa tetap berjalan
15 Januari 2026, 11:00 WIB
Toyota Avanza jadi mobil terlaris di 2025 namun BYD mulai merangsek naik dengan memasukkan dua model ke 20 besar
15 Januari 2026, 10:00 WIB
Sepanjang periode tahun lalu pasar motor baru menunjukan kinerja cukup positif, termasuk dirasakan oleh Yamaha
15 Januari 2026, 09:00 WIB
Menurut data Gaikindo, segmen mobil LCGC hanya membukukan wholesales di anga 122.686 unit sepanjang 2025
15 Januari 2026, 08:00 WIB
Menghadapi tantangan berat dan persaingan sengit, penjualan retail Neta mengalami penurunan tajam di 2025