Peminat Mobil Daihatsu Bertumbuh 9,1 Persen saat Pasar Lesu
21 September 2026, 21:00 WIB
Daihatsu pertahankan harga meski rupiah melemah berkat tingginya TKDN yang ada pada produk yang dijual
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Daihatsu pertahankan harga produk mereka meski saat ini terjadi pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika. Pabrikan asal Jepang tersebut menilai pihaknya masih bisa mengatasi tantangan yang ada sekarang ini.
Tingginya Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN menjadi pendukung utamanya. Namun mereka mengakui bahwa biaya produksi mengalami kenaikan karena ada beberapa komponen yang masih diimpor.
“Hampir semua komponen seperti baja, kelistrikan itu terdampak. Tetapi karena TKDN Daihatsu sudah di atas 80 persen jadi kami masih bisa mempertahankan harga,” ungkap Sri Agung Handayani, Marketing Director dan Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor.
Ia bahkan optimis pihaknya masih bisa mempertahankan harga cukup lama ketimbang pabrikan lain.
“Kalau harga dolar stabil seperti ini rasanya tidak akan berpengaruh terhadap kami. Tapi kalau pabrikan lain yang kebanyakan CBU mungkin ceritanya berbeda,” ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian meminta agar produsen tidak menaikkan harga. Hal ini karena masih ada penurunan pasar otomotif di Tanah Air.
Dengan ditahannya harga tersebut maka diharapkan penjualan kendaraan bisa membaik. Terlebih di tantangan di semester kedua diperkirakan tak seberat Januari hingga Juni 2024.
“Pada dasarnya pemerintah minta supaya produsen-produsen jangan lagi atau jangan dulu menaikkan harga karena sekarang pasar lagi lesu," ujar Agus beberapa waktu lalu.
Menurutnya daya beli masyarakat menurun karena disebabkan banyak hal. Oleh sebab itu pemerintah meminta produsen menahan diri menaikkan harga produk mereka.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo mengumumkan jumlah penjualan mobil semester 1 2024 di Indonesia. Angkanya jauh menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan data disampaikan bahwa whole sales mobil di Tanah Air pada semester pertama 2024 hanya sebesar 408.012 unit. Jumlah itu turun 19,5 persen dari 506.427 unit pada 2023.
Penurunan juga terlihat pada retail sales Januari-Juni 2024 karena hanya mampu mencatatkan angka 431.987 unit. Torehan tersebut 14 persen lebih rendah ketimbang periode serupa di 2023 yaitu sebesar 502.533 unit.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
21 September 2026, 21:00 WIB
09 September 2026, 20:17 WIB
08 September 2026, 09:00 WIB
07 September 2026, 12:34 WIB
06 September 2026, 12:15 WIB
Terkini
22 September 2026, 07:00 WIB
Belum kunjung hadir di RI, BYD Atto 2 versi baru diperkenalkan di negara asalnya dengan sejumlah penyegaran
22 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan dalam mengurai kemacetan panjang terutama pada jam-jam sibuk
22 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini beroperasi sejak pagi untuk mengakomodir kebutuhan pengendara di Kota Kembang
21 September 2026, 21:00 WIB
Menurut catatan, Daihatsu berhasil meniagakan hingga 97 ribu mobil baru sejak Januari hingga Agustus 2026
21 September 2026, 19:00 WIB
Hyundai dan Shell resmi melanjutkan kerja sama di Indonesia, untuk memberikan pelayanan terbaik ke pelanggan
21 September 2026, 15:43 WIB
KatadataOTO berkesempatan untuk menguji kemampuan SUV mewah Toyota Land Cruiser 300 Hybrid EV di Gumuk Pasir
21 September 2026, 11:16 WIB
Tingginya jumlah mobil bensin yang beredar, bisa membuat industri komponen bisa terus bertahan cukup lama
21 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta kembali beroperasi seperti biasa di lima lokasi berbeda, simak persyaratan dan biayanya