Daihatsu Gandeng Forwot, Tegaskan Kontribusi di Dunia Olahraga
22 Januari 2026, 15:00 WIB
Penurunan daya beli masih terasa termasuk di industri otomotif, Daihatsu berharap ada bantuan dari pemerintah
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Ketidakpastian ekonomi dan berbagai kebijakan di sektor otomotif banyak mempengaruhi industri kendaraan roda empat di Tanah Air.
PT ADM (Astra Daihatsu Motor) sebagai salah satu manufaktur yang menjual kendaraan entry level turut merasakan dampaknya.
Pasalnya, mayoritas pembeli mobil Daihatsu adalah pembeli mobil pertama atau beralih dari kendaraan roda dua, lalu melakukan pembayaran secara kredit atau cicilan.
Namun maraknya PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) dan kondisi ekonomi dinilai belum membaik sepenuhnya membuat angka NPL (Non Performing Loan) atau pinjaman bermasalah jadi tinggi.
Banyak orang tidak dapat menyelesaikan kewajiban pembayaran kredit sesuai tenggat waktu karena tantangan ekonomi.
“Dengan first car buyer (pembeli mobil pertama), menjadi lebih ketat ya (persyaratan kredit),” kata Sri Agung Handayani, Marketing and Corporate Communication Director PT ADM di Tangerang, Minggu (18/05).
Salah satu hal yang mempengaruhi kredit macet adalah belum adanya perbaikan ekonomi di kalangan masyarakat kelas menengah.
Pendapatan tidak stabil membuat konsumen tak dapat melakukan pembayaran tepat waktu. Agung menegaskan rangkaian masalah tersebut merupakan isu ekonomi makro dan bukan terbatas pada otomotif saja.
“Jadi kita berharap ada kebijakan-kebijakan secara makro yang mendukung semua industri. Pada dampaknya meningkatkan kembali daya beli konsumsi kebutuhan pokok, juga di kebutuhan-kebutuhan di atasnya,” ujar Agung.
Kebijakan yang dimaksud tidak spesifik berupa insentif atau subsidi di industri otomotif saja. Sehingga dapat mendorong perekonomian secara keseluruhan dan memperbaiki daya beli termasuk untuk kendaraan roda empat.
Menghadapi hal tersebut, Agung mengungkapkan Daihatsu akan fokus menawarkan kendaraan dengan banderol kompetitif serta promo penjualan kredit, khususnya di daerah luar kota besar yang menjadi sasaran mereka.
Misalnya program bebas biaya administrasi buat pembelian mobil secara kredit, nilainya setara Rp 2,5 jutaan sampai Rp 3 jutaan.
Beberapa model yang jadi andalan penjualan saat ini adalah Sigra yang merupakan LCGC (Low Cost Green Car) berkonfigurasi tujuh penumpang, ditawarkan dengan harga di bawah Rp 200 jutaan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
22 Januari 2026, 15:00 WIB
18 Januari 2026, 11:00 WIB
09 Januari 2026, 11:00 WIB
08 Januari 2026, 10:00 WIB
07 Januari 2026, 08:00 WIB
Terkini
30 Januari 2026, 08:00 WIB
Konsumen bisa memanfaatkan diskon new Mitsubishi Xpander untuk memiliki mobil baru dan digunakan saat Lebaran
30 Januari 2026, 07:00 WIB
Honda dikabarkan baru saja mendapatkan tanda tangan Fabio Quartararo untuk dua musim atau sampai 2028
30 Januari 2026, 06:00 WIB
Jangan sampai terlewat sebab tidak ada dispensasi, manfaatkan fasilitas SIM keliling Jakarta hari ini
30 Januari 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta terakhir di di Januari 2026 akan berlangsung hari ini dengan beragam pengawasan dari petugas
30 Januari 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung guna melayani pengendara di Kota Kembang
29 Januari 2026, 21:00 WIB
Geely EX2 bisa menjadi opsi mobil listrik untuk Anda yang hidup diperkotaan, sebab memiliki banyak keunggulan
29 Januari 2026, 20:00 WIB
Vietnam dipilih BYD sebagai tempat merakit baterai mobil listrik, baik kendaraan penumpang maupun komersial
29 Januari 2026, 19:08 WIB
Masih bekerja sama dengan PT Handal Indonesia Motor, tahun depan Chery targetkan pabrik mandirinya beroperasi