ASEAN NCAP Buka Peluang Uji Tabrak di Indonesia
15 September 2025, 07:00 WIB
Daihatsu akan beri kompensasi supplier akibat skandal uji tabrak yang melibatkan puluhan ribu unit mereka
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Daihatsu akan beri kompensasi pada 423 pemasok komponen akibat skandal uji tabrak pada sejumlah kendaraan mereka. Pemberian tersebut cuma ditujukan untuk supplier dalam negeri yang memiliki bisnis langsung dengan pabrik di Jepang.
Pasalnya akibat skandal uji tabrak seluruh operasional pabrik Daihatsu dihentikan sementara. Kegiatan produksi diperkirakan baru bisa kembali berjalan pada akhir bulan depan.
Dilansir Reuters bahwa kompensasi akan diberikan berdasarkan volume bisnis. Diharapkan dengan strategi ini dampak negatif bisa ditekan serta mengurangi defisit supplier.
Daihatsu sangat fokus pada negara-negara Asia Tenggara. Di Malaysia mereka hadir dalam merek Perodua dan saat ini sudah kembali beroperasi setelah mendapat izin dari pemerintah setempat.
Langkah serupa juga dilakukan oleh PT Astra Daihatsu Motor di Indonesia. Pabrikan tersebut sudah memproduksi kembali unit mereka untuk kebutuhan pasar domestik.
Sebelumnya diberitakan bahwa ada skandal uji tabrak pada beberapa unit kendaraan yang diproduksi Daihatsu. Tak tanggung-tanggung produk terdampak atas manipulasi hasil crast test mencapai lebih dari 88.000 unit.
Jumlah itu termasuk mobil yang dijual menggunakan merek Toyota serta tersebar di beberapa negara seperti Kamboja, Ekuador hingga Uruguay. Dalam pemeriksaan internal ditemukan adanya kejanggalan dalam prosedur sertifikasi uji tabrak tilang sisi (UN-R135) di Daihatsu Rocky maupun Toyota Raize hybrid.
Pengujian dilakukan dengan mendorong mobil ke samping pada kecepatan tertantu sampai membentur tiang. Setelah itu penyelidikan digelar ke beberapa model dan ternyata jumlah model terdampak cukup banyak.
Berdasarkan Toyota Global setidaknya ada 64 model dan tiga mesin terdampak. Dari jumlah itu, 22 mobil serta satu mesin saat ini dijual dalam merek Toyota.
Tak cuma melibatkan Toyota dan Daihatsu, mobil bermerek Mazda maupun Subaru pun ikut terdampak. Tetapi penjualannya terbatas di Jepang.
Pihak Daihatsu Jepang sudah mengakui bahwa mereka telah gagal melakukan pengawasan serta mengabaikan undang-undang yang berlaku.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
15 September 2025, 07:00 WIB
12 September 2025, 15:00 WIB
30 April 2025, 18:00 WIB
23 Desember 2024, 07:00 WIB
14 Februari 2024, 16:04 WIB
Terkini
02 April 2026, 17:00 WIB
PLN ungkap jumlah pemakaian SPKLU saat libur Lebaran 2026 alami peningkatan dibanding periode serupa tahun lalu
02 April 2026, 16:47 WIB
Wuling Darion Plug-in Hybrid dilengkapi spesifikasi mumpuni dan irit, cocok dibawa berkendara jarak jauh
02 April 2026, 13:00 WIB
Desain mobil baru VinFast identik dengan VF 7, namun ada sejumlah perbedaan terlihat pada eksteriornya
02 April 2026, 11:00 WIB
Presiden Prabowo bertemu dengan petinggi Toyota dan Mitsubishi di Jepang demi membahas kelanjutan investasi
02 April 2026, 09:00 WIB
Yadea bakal meluncurkan motor listrik terbarunya di Indonesia dan kendaraan tersebut memiliki teknologi pintar
02 April 2026, 07:57 WIB
Pada awal April 2026, seluruh pabrikan nampak tidak menaikan harga mobil LCGC mereka di pasar Indonesia
02 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan di Ibu Kota untuk pastikan kelancaran arus lalu lintas di jam sibuk
02 April 2026, 06:00 WIB
Mengurus dokumen berkendara bisa dengan mudah, salah satunya dengan mendatangi SIM keliling Bandung hari ini