BAIC T1, Rival Kuat EV Kompak Bertabur Fitur Premium
27 Juli 2026, 14:14 WIB
Cina bakal batasi ekspor logam tanah jarang dan berpotensi sebabkan produksi mobil listrik dunia terganggu
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pemerintah Cina akan membatasi ekspor sejumlah mineral penting termasuk logam tanah jarang akibat perang dagang dengan Amerika Serikat. Kebijakan tersebut berlaku untuk semua negara khususnya yang memberi tekanan terhadap negeri Tirai Bambu seperti Eropa, Korea Selatan dan Jepang.
Dilansir dari Global Data, langkah tersebut bakal mempengaruhi banyak hal karena hasil tambang itu digunakan oleh industri berteknologi tinggi termasuk otomotif. Logam tanah jarang kerap digunakan untuk pembuatan baterai kendaraan listrik dan berbagai komponen lain.
Perlu diketahui bahwa saat ini Cina menyumbang lebih dari 90 persen penyulingan tanah jarang dunia. Mereka juga merupakan produsen logam tanah jarang terbesar dibandingkan negara lain.
Logam tanah jarang hanyalah bagian sangat kecil dari keseluruhan ekspor Cina sehingga dampaknya tidak besar buat perekonomian mereka. Tetapi buat pasar global, pembatasan tersebut bisa berdampak sangat signifikan.
Bahkan pengiriman megnet sudah dihentikan sebelum kerangka regulasi baru dikeluarkan. Sehingga para eksportir harus mengajukan lisensi ekspor dengan persyaratan lebih ketat.
Sementara perusahaan yang terkait dengan pertahanan Amerika Serikat bisa diputus secara permanen dari pasokan Cina.
Para produsen global pun kini mulai khawatir bila lisensi baru diperkenalkan mereka bakal mengalami penundaan yang lama. Sehingga terjadi kelangkaan terhadap persediaan tanah jarang secara global dan membuat harga jadi melonjak.
Situasi tersebut pun berpotensi membuat harga kendaraan listrik dunia mengalami peningkatan cukup signifikan. Terlebih baterai merupakan komponen terpenting bagi mobil eletrifikasi.
Selain itu perkembangan mobil listrik pun berpotensi melambat karena pasar tidak bisa menyerap barang akibat tingginya harga.
Di Indonesia sendiri logam tanah jarang juga bisa ditemukan di beberapa lokasi seperti Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi Tengah. Sayang pemanfaatannya belum optimal karena belum memiliki kemampuan untuk mengelolanya.
Padahal pengembangannya sangat penting mengingat keinginan pemerintah buat menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan kendaraan listrik.
Meski demikian pemerintah sudah melakukan beragam upaya sejak 2022 agar sumber daya alam tersebut bisa dikelola langsung di Tanah Air.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
27 Juli 2026, 14:14 WIB
24 Juli 2026, 20:22 WIB
19 Juli 2026, 12:00 WIB
18 Juli 2026, 21:09 WIB
16 Juli 2026, 07:00 WIB
Terkini
28 Juli 2026, 06:38 WIB
Toyota sebut pasar ekspor CBU mereka mengalami pertumbuhan sampai 10,7 persen dibanding 2025, berikut catatannya
28 Juli 2026, 06:31 WIB
Tersebar di lima tempat, SIM keliling Jakarta dapat melayani prosedur perpanjangan Surat Izin Mengemudi
28 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hadir di dua lokasi berbeda, hal ini demi memudahkan para pengendara mobil dan motor
28 Juli 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan pemerintah DKI untuk bisa sedikit mengurangi kemacetan parah
27 Juli 2026, 22:39 WIB
BMW Astra menyiapkan beberapa program menarik selama gelaran GIIAS 2026 demi bisa mendapatkan banyak konsumen
27 Juli 2026, 14:14 WIB
GIIAS 2026 bakal jadi panggung perdana BAIC T1 debut di pasar Indonesia, simak deretan keunggulannya
27 Juli 2026, 06:39 WIB
SIM keliling Bandung bisa memudahkan Anda yang ingin mengurus dokumen berkendara untuk golongan A dan C
27 Juli 2026, 06:38 WIB
Tersebar di lima lokasi berbeda, berikut informasi tempat, persyaratan dan biaya SIM keliling Jakarta