10 Merek Mobil Cina Terlaris September 2026: Wuling Bertumbuh
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
Industri otomotif menghadapi berbagai tantangan, Daihatsu ungkap beberapa alasan penjualan mobil belum stabil
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Industri otomotif di Indonesia sempat mengalami beberapa tantangan penjualan, khususnya di awal tahun.
Saat itu, ada penerapan opsen PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) dan BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor) yang jadi kekhawatiran masyarakat.
Nominalnya berbeda-beda di setiap daerah. Hal tersebut kemudian membuat banyak orang mempercepat pembelian di Desember 2024 dan cenderung menunda pada 2025.
PT ADM (Astra Daihatsu Motor) sebagai salah satu produsen mengungkapkan bahwa data penjualan mobil dari Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) alami penurunan di Maret 2025.
“Itu mencapai sekitar 210.430 unit, atau lebih kurang turun sembilan persen year-on-year,” kata Sri Agung Handayani, Marketing and Corporate Communication Director PT ADM di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Menurut Agung, ada dua faktor mengakibatkan penurunan tersebut. Pertama adalah wacana opsen yang baru menemui titik terang dan aturan jelas pada 13 Januari 2025.
“Beberapa produsen otomotif mungkin juga sudah tahu bahwa banyak masyarakat melakukan pembelian secara advance di Desember. Makanya, pasar di Januari drop (alami penurunan),” kata Agung.
Meskipun sempat mengalami kenaikan secara YoY pada Februari, di Maret angkanya secara wholesales (pabrik di diler) di kisaran 76,6 ribu unit. Capaian tersebut turun dari periode sama di 2024, 82 ribu unit.
Banyaknya hari libur selama musim lebaran juga dilihat sebagai salah satu tantangan produsen dalam menjual kendaraannya.
Di sisi lain Agung mengungkapkan bahwa penjualan secara ritel (diler ke konsumen) justru mencatatkan hasil baik.
“Retail sales rata-rata per hari atau effective days-nya Maret lebih tinggi. Kami berharap pada April ke depan kondisinya semakin baik lagi,” kata Agung.
Lebih lanjut pihaknya berharap kebijakan-kebijakan pemerintah di masa mendatang dapat menggerakkan perekonomian secara keseluruhan, tidak hanya di sektor otomotif.
Lalu dukungan dari pemerintah juga diperlukan agar sasaran pasar Daihatsu yakni first car buyer tetap mampu membeli kendaraan pertama.
Sebagai informasi saat ini Daihatsu mengandalkan LCGC (Low Cost Green Car) Sigra sebagai tulang punggung penjualan.
Per Maret 2025, Daihatsu Sigra menempati posisi kedua mobil terlaris di Indonesia dengan mencatatkan wholesales 4.309 unit, berada tepat di belakang Toyota Avanza (5.069 unit).
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
15 Oktober 2026, 11:00 WIB
12 Oktober 2026, 07:00 WIB
05 Oktober 2026, 21:00 WIB
05 Oktober 2026, 20:43 WIB
Terkini
17 Oktober 2026, 10:26 WIB
Pada Oktober 2026, sejumlah harga motor matic murah stabil meski ada beberapa yang mengalami kenaikan
17 Oktober 2026, 07:47 WIB
SIS menggelar kampanye Produk Quality Update Suzuki Satria Pro maupun F150 dengan periode produksi mulai 2025
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
GAC Aion mengaku tengah bersiap untuk memenuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang ditetapkan pemerintah
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi