Gaikindo Ingin Insentif Menyasar Mobil Hybrid, PHEV dan REEV
15 Juli 2026, 07:00 WIB
Industri otomotif menghadapi berbagai tantangan, Daihatsu ungkap beberapa alasan penjualan mobil belum stabil
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Industri otomotif di Indonesia sempat mengalami beberapa tantangan penjualan, khususnya di awal tahun.
Saat itu, ada penerapan opsen PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) dan BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor) yang jadi kekhawatiran masyarakat.
Nominalnya berbeda-beda di setiap daerah. Hal tersebut kemudian membuat banyak orang mempercepat pembelian di Desember 2024 dan cenderung menunda pada 2025.
PT ADM (Astra Daihatsu Motor) sebagai salah satu produsen mengungkapkan bahwa data penjualan mobil dari Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) alami penurunan di Maret 2025.
“Itu mencapai sekitar 210.430 unit, atau lebih kurang turun sembilan persen year-on-year,” kata Sri Agung Handayani, Marketing and Corporate Communication Director PT ADM di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Menurut Agung, ada dua faktor mengakibatkan penurunan tersebut. Pertama adalah wacana opsen yang baru menemui titik terang dan aturan jelas pada 13 Januari 2025.
“Beberapa produsen otomotif mungkin juga sudah tahu bahwa banyak masyarakat melakukan pembelian secara advance di Desember. Makanya, pasar di Januari drop (alami penurunan),” kata Agung.
Meskipun sempat mengalami kenaikan secara YoY pada Februari, di Maret angkanya secara wholesales (pabrik di diler) di kisaran 76,6 ribu unit. Capaian tersebut turun dari periode sama di 2024, 82 ribu unit.
Banyaknya hari libur selama musim lebaran juga dilihat sebagai salah satu tantangan produsen dalam menjual kendaraannya.
Di sisi lain Agung mengungkapkan bahwa penjualan secara ritel (diler ke konsumen) justru mencatatkan hasil baik.
“Retail sales rata-rata per hari atau effective days-nya Maret lebih tinggi. Kami berharap pada April ke depan kondisinya semakin baik lagi,” kata Agung.
Lebih lanjut pihaknya berharap kebijakan-kebijakan pemerintah di masa mendatang dapat menggerakkan perekonomian secara keseluruhan, tidak hanya di sektor otomotif.
Lalu dukungan dari pemerintah juga diperlukan agar sasaran pasar Daihatsu yakni first car buyer tetap mampu membeli kendaraan pertama.
Sebagai informasi saat ini Daihatsu mengandalkan LCGC (Low Cost Green Car) Sigra sebagai tulang punggung penjualan.
Per Maret 2025, Daihatsu Sigra menempati posisi kedua mobil terlaris di Indonesia dengan mencatatkan wholesales 4.309 unit, berada tepat di belakang Toyota Avanza (5.069 unit).
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Juli 2026, 07:00 WIB
13 Juli 2026, 18:43 WIB
11 Juli 2026, 21:00 WIB
04 Juli 2026, 19:15 WIB
02 Juli 2026, 07:01 WIB
Terkini
16 Juli 2026, 06:00 WIB
Sistem pengaturan lalu lintas di Ibu Kota hingga saat ini masih mengandalkan ganjil genap Jakarta salah satunya
16 Juli 2026, 06:00 WIB
Ada beberapa dokumen yang harus dipersiapkan sebelum melakukan perpanjangan SIM di SIM keliling Jakarta
15 Juli 2026, 20:00 WIB
Toyota Motor Manufacturing Indonesia bertekad untuk terus melahirkan siswa-siswa SMK yang berkualitas
15 Juli 2026, 19:05 WIB
Versi produksi dari Chery X tampaknya sudah mulai dites jalan, bakal diperkenalkan secara resmi di GIIAS 2026
15 Juli 2026, 09:00 WIB
Pada bulan ini beberapa harga motor matic 150 cc mengalami kenaikan, sementara untuk jumlahnya bervariasi
15 Juli 2026, 07:00 WIB
Insentif EV, menurut Gaikindo seharusnya bisa diperluas ke jenis berbagai kendaraan ramah lingkungan lain
15 Juli 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta merupakan salah satu cara pemerintah Ibu Kota untuk bisa mengurai kemacetan jalan
15 Juli 2026, 06:00 WIB
Kehadiran SIM keliling Bandung untuk memudahkan masyarakat memperpanjang masa berlaku dokumen berkendara