Chery Pelajari Cara Kompetitor Tahan Harga Jual Kembali

Strategi Chery antisipasi jebloknya nilai jual kembali terbilang menarik karena mereka siap belajar dari merek yang sudah ada

Chery Pelajari Cara Kompetitor Tahan Harga Jual Kembali
Adi Hidayat

TRENOTO – Kehadiran mobil China berhasil memberi warna tersendiri terhadap industri otomotif di Indonesia. Bagaimana tidak, bila sebelumnya penjualan dikuasai oleh merek asal Jepang, kini pabrikan dari negeri Tirai Bambu pun telah mendapat respon positif.

Bahkan Wuling Motors Indonesia berhasil masuk ke dalam 10 besar brand mobil terlaris. Raihan tersebut tentu merupakan sebuah prestasi tersendiri yang layak dibanggakan.

Meski demikian, ada beberapa kelemahan yang masih harus mendapat perhatian lebih, khususnya dari sisi harga jual kembali. Tak bisa dipungkiri bahwa nilai jual kembali mobil China tidak sebaik Jepang padahal hal itu menjadi salah satu alasan seseorang membeli kendaraan.

Photo : Trenoto

Hal ini pun diakui oleh Chery Motor Indonesia pada ajang IIMS Hybrid 2022 lalu. Menurut mereka, rendahnya nilai jual kembali lebih disebabkan oleh citra lama dari merek China yang kurang baik di masa lalu.

“Untuk mobil bekas, semua tergantung dari produk dan aftersales service. Jadi kami cukup percaya diri dapat membangun resale value yang lebih baik,” ungkap Tao Yong, President PT Chery Motor Indonesia.

Mereka memang berencana membangun puluhan diler dan bengkel resmi di Indonesia hingga akhir tahun nanti. Selain itu, mereka juga tertarik untuk mempelajari strategi dari merek lain dalam menjaga nilai jual kembali.

Photo : Trenoto

Salah satu yang menjadi perhatian adalah Hyundai. Diketahui bahwa produsen kendaraan asal Korea Selatan itu memiliki program garansi resale value 70 persen sehingga membuat pelanggannya lebih percaya diri.

“Kami juga akan mempelajari hal seperti ini,” tegas Tao Yong.

Sementara itu para pedagang mobil bekas memiliki pandangan sedikit berbeda. Budi Utama, owner dari Arjuna Motor menyebutkan bahwa merek China sebenarnya memiliki kualitas baik namun belum teruji waktu.

“Kalau merek-merek Jepang, mereka sudah puluhan tahun di Indonesia sehingga terlihat kualitasnya bagaimana. Sementara merek China masih baru, jadi masih belum teruji oleh waktu sehingga sulit untuk disamakan,” ungkapnya pada Trenoto.

Hal senada juga disampaikan Adji, Kepada Dealer Mobil88 beberapa waktu lalu. Ia menyampaikan bahwa merek Jepang belum memiliki jaringan luas seperti merek Jepang sehingga ada kekhawatiran masyarakat untuk membeli kendaraan.

“Ada kekhawatiran dari masyarakat khususnya perawatannya. Kalau merek Jepang sudah jelas mau lokasi servicenya sementara kalau merek China saat ini bengkel resminya belum merata,” pungkasnya.


Terkini

otosport
Marc Marquez

Marc Marquez Trauma Balapan di Mandalika, Punya Kenangan Buruk

Jika dilihat Marc Marquez memang belum pernah menyelesaikan satu pun balapan di Sirkuit Mandalika, Lombok

motor
Motor Listrik Honda

Simpang Siur Insentif Motor Listrik, ESDM: Perlu Perpres

Pemberian insentif motor listrik masih belum menemui kepastian di September 2026, Kementerian ESDM buka suara

news
SIM Keliling Bandung

Jangan Salah Lokasi SIM Keliling Bandung Hari Ini, 3 September

SIM keliling Bandung bisa dimanfaatkan jika Anda ingin memperpanjang masa berlaku dokumen berkendara hari ini

news
Ganjil Genap Jakarta

Simak Sistem Ganjil Genap Jakarta Hari Ini, 3 September 2026

Ganjil Genap Jakarta hari ini kembali dimulai sejak pukul 06.00 WIB dan sistem hadir kembali sore 16.00 WIB

news
SIM Keliling Jakarta

Cek 5 Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini Kamis 3 September 2026

SIM keliling Jakarta dapat melayani perpanjangan masa berlaku Surat Izin Mengemudi, berikut lokasinya

news
Harga BBM

Daftar Lengkap Harga BBM September 2026 Usai Pertamax Green Naik

Pertamina menaikan harga BBM jenis Pertamax Green menjadi Rp 19.150 per liter yang berlaku mulai hari ini

modifikasi
Toyota Hiace Premio

Interior Berkelas Toyota HiAce Premio Ultimate Racikan Lombardi

Lombardi Auto Indonesia kembali menghadirkan inovasi terbarunya melalui unit Toyota HiAce Premio Ultimate

mobil
Head unit android

Kaspersky Laporkan Head Unit Android di Mobil Jadi Incaran Hacker

Belum lama ini Kaspersky melaporkan bahwa, head unit android yang ada pada mobil berpotensi diserang malware