AiMoga Kenalkan Robot Mobo, Siap Jadi Anggota Keluarga Baru
01 September 2026, 07:00 WIB
Strategi Chery antisipasi jebloknya nilai jual kembali terbilang menarik karena mereka siap belajar dari merek yang sudah ada
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Kehadiran mobil China berhasil memberi warna tersendiri terhadap industri otomotif di Indonesia. Bagaimana tidak, bila sebelumnya penjualan dikuasai oleh merek asal Jepang, kini pabrikan dari negeri Tirai Bambu pun telah mendapat respon positif.
Bahkan Wuling Motors Indonesia berhasil masuk ke dalam 10 besar brand mobil terlaris. Raihan tersebut tentu merupakan sebuah prestasi tersendiri yang layak dibanggakan.
Meski demikian, ada beberapa kelemahan yang masih harus mendapat perhatian lebih, khususnya dari sisi harga jual kembali. Tak bisa dipungkiri bahwa nilai jual kembali mobil China tidak sebaik Jepang padahal hal itu menjadi salah satu alasan seseorang membeli kendaraan.
Hal ini pun diakui oleh Chery Motor Indonesia pada ajang IIMS Hybrid 2022 lalu. Menurut mereka, rendahnya nilai jual kembali lebih disebabkan oleh citra lama dari merek China yang kurang baik di masa lalu.
“Untuk mobil bekas, semua tergantung dari produk dan aftersales service. Jadi kami cukup percaya diri dapat membangun resale value yang lebih baik,” ungkap Tao Yong, President PT Chery Motor Indonesia.
Mereka memang berencana membangun puluhan diler dan bengkel resmi di Indonesia hingga akhir tahun nanti. Selain itu, mereka juga tertarik untuk mempelajari strategi dari merek lain dalam menjaga nilai jual kembali.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah Hyundai. Diketahui bahwa produsen kendaraan asal Korea Selatan itu memiliki program garansi resale value 70 persen sehingga membuat pelanggannya lebih percaya diri.
“Kami juga akan mempelajari hal seperti ini,” tegas Tao Yong.
Sementara itu para pedagang mobil bekas memiliki pandangan sedikit berbeda. Budi Utama, owner dari Arjuna Motor menyebutkan bahwa merek China sebenarnya memiliki kualitas baik namun belum teruji waktu.
“Kalau merek-merek Jepang, mereka sudah puluhan tahun di Indonesia sehingga terlihat kualitasnya bagaimana. Sementara merek China masih baru, jadi masih belum teruji oleh waktu sehingga sulit untuk disamakan,” ungkapnya pada Trenoto.
Hal senada juga disampaikan Adji, Kepada Dealer Mobil88 beberapa waktu lalu. Ia menyampaikan bahwa merek Jepang belum memiliki jaringan luas seperti merek Jepang sehingga ada kekhawatiran masyarakat untuk membeli kendaraan.
“Ada kekhawatiran dari masyarakat khususnya perawatannya. Kalau merek Jepang sudah jelas mau lokasi servicenya sementara kalau merek China saat ini bengkel resminya belum merata,” pungkasnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
01 September 2026, 07:00 WIB
23 Agustus 2026, 12:02 WIB
21 Agustus 2026, 19:08 WIB
20 Agustus 2026, 19:19 WIB
06 Agustus 2026, 08:00 WIB
Terkini
03 September 2026, 09:00 WIB
Jika dilihat Marc Marquez memang belum pernah menyelesaikan satu pun balapan di Sirkuit Mandalika, Lombok
03 September 2026, 07:00 WIB
Pemberian insentif motor listrik masih belum menemui kepastian di September 2026, Kementerian ESDM buka suara
03 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa dimanfaatkan jika Anda ingin memperpanjang masa berlaku dokumen berkendara hari ini
03 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini kembali dimulai sejak pukul 06.00 WIB dan sistem hadir kembali sore 16.00 WIB
03 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta dapat melayani perpanjangan masa berlaku Surat Izin Mengemudi, berikut lokasinya
02 September 2026, 19:52 WIB
Pertamina menaikan harga BBM jenis Pertamax Green menjadi Rp 19.150 per liter yang berlaku mulai hari ini
02 September 2026, 15:00 WIB
Lombardi Auto Indonesia kembali menghadirkan inovasi terbarunya melalui unit Toyota HiAce Premio Ultimate
02 September 2026, 13:23 WIB
Belum lama ini Kaspersky melaporkan bahwa, head unit android yang ada pada mobil berpotensi diserang malware