Rupiah Tertekan, Harga Mobil Baru Bakal Merangsek Naik
05 Juni 2026, 14:06 WIB
Toyota berkolaborasi dengan CATL untuk membangun fasilitas produksi baterai mobil hybrid di Karawang, Jabar
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Toyota terus berakselerasi dalam dunia elektrifikasi. Saat ini mereka tidak hanya membuat mobil listrik dan hybrid saja.
Namun jenama asal Jepang tersebut turut memproduksi baterai secara lokal di Karawang, Jawa Barat pada 2026.
“Hari ini kami dengan bangga mengumumkan kolaborasi strategis dengan CATL di Indonesia,” ungkap Nandi Julyanto, Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di PIK 2, Tangerang, Senin (20/04).
Nandi menjelaskan dengan berkolaborasi bersama CATL, mereka akan memperdalam lokalisasi lini mobil hybrid Toyota.
Sebab Toyota bakal memproduksi sel maupun modul baterai, yang selama ini masih didatangkan dari luar negeri.
“TMMIN melakukan investasi sebesar Rp 1,3 triliun untuk aktivitas ini (memproduksi baterai),” ia melanjutkan.
Lebih jauh disebutkan bahwa, lokalisasi penampung daya merupakan perjalanan yang tidak bisa dicapai secara instan.
Sebab harus dilakukan secara bertahap, melalui proses yang membutuhkan waktu serta kolaborasi kuat dari seluruh pemangku kebijakan.
Selain itu, mereka tidak hanya meningkatkan kandungan lokal saja, namun sebagai fondasi penting dalam membangun ekosistem kendaraan roda empat ramah lingkungan.
“Ini merupakan bagian dari tindak lanjut atas pertemuan antara Bapak Presiden Prabowo Subianto beserta dengan jajaran manajemen Toyota di Tokyo,” tegas Nandi.
Ia pun berharap dengan memproduksi baterai di dalam negeri, dapat memberikan dampak positif bagi negara. Seperti membuka banyak lapangan pekerjaan.
Kemudian dapat memperkenalkan berbagai inovasi dalam hal produksi baterai mobil hybrid. Sehingga semakin beragam teknologi yang mereka pakai.
Lalu mampu berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Tidak lupa meningkatkan nilai komponen lokal.
“Dan ketahanan energi yang seluruhnya sejalan dengan visi pembangunan nasional,” pungkas dia.
Sebagai informasi, baterai hasil kolaborasi Toyota dan CATL akan diproduksi secara massal pada semester dua 2026.
Perlu diketahui, CATL yang menjadi rekan kolaborasi Toyota adalah manufaktur asal Tiongkok berfokus pada produksi baterai bermaterial lithium-ion.
CATL merupakan produsen penampung daya terbesar, berada tepat di atas LG Energy Solution dengan kapasitas produksi baterai 57,1 GWh.
Di Indonesia, CATL akan menggandeng PT Aneka Tambang atau Antam bersama PT Industri Baterai Indonesia dengan nilai proyek sekitar Rp 85 triliun.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
05 Juni 2026, 14:06 WIB
05 Juni 2026, 09:00 WIB
04 Juni 2026, 19:34 WIB
03 Juni 2026, 20:37 WIB
25 Mei 2026, 19:00 WIB
Terkini
06 Juni 2026, 08:54 WIB
Tampilan desain eksterior Hyundai Ioniq yang dirancang untuk pasar Tiongkok terlihat unik dan futuristik
05 Juni 2026, 19:00 WIB
Martin menuturkan bahwa Marc Marquez menjadi salah satu pembalap yang harus dikalahkan di MotoGP Hungaria 2026
05 Juni 2026, 17:00 WIB
Harga Honda Super One di Jepang adalah Rp 300 jutaan, di Indonesia banderolnya diyakini tidak berbeda jauh
05 Juni 2026, 14:06 WIB
Harga mobil baru berpotensi meningkat dalam waktu dekat jika terus menerus tertekan karena rupiah melemah
05 Juni 2026, 09:00 WIB
GR Garage Auto2000 perkenalkan skuad untuk ambil bagian dalam ajang Kejurnas Mandalika Festival of Speed 2026
05 Juni 2026, 08:05 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta kembali menjadi andalan untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol
05 Juni 2026, 08:05 WIB
Masyarakat di Kota Kembang bisa memilih salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang beroperasi pada hari ini
05 Juni 2026, 08:05 WIB
Wuling Eksion dikatakan mendapat antuasiasme positif dari masyarakat Indonesia karena sejumlah kelebihannya