Wholesales Motor Baru Juni 2026 Merangkak Naik, Tembus 3,1 Juta
10 Juli 2026, 11:00 WIB
IDRS ingin meningkatkan standar keselamatan pengujian pada setiap motor baru yang ada dipasarkan di Tanah Air
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pengguna sepeda motor di Indonesia terus meningkat. Hal tersebut mendorong beberapa pihak untuk memperhatikan keselamatan para pengendara.
Seperti yang tengah dilakukan oleh Indonesia Road Safety Rating (IDRS) melalui subprogram Indonesia Motorcycle Assessment Program (ID-MAP).
Dalam waktu dekat, mereka akan melakukan proses pembaruan dan pengembangan protokol asesmen untuk pengujian motor baru di Tanah Air.
Langkah strategis ini diambil guna memastikan protokol penilaian keselamatan transportasi selalu relevan serta adaptif, terhadap perkembangan teknologi maupun kondisi riil lalu lintas di Tanah Air.
Lebih jauh disebutkan, inisiatif pengembangan protokol ini mengacu pada Rencana Umum Nasional Keselamatan Jalan (RUNK) Pilar Ketiga (Kendaraan yang Laik Jalan).
Menargetkan seluruh motor baru di Indonesia, telah memenuhi standar uji internasional berbasis Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau UN Regulation pada 2030.
“UN Regulation adalah standar uji paling mendasar yang didesain sedemikian rupa agar dapat dipenuhi oleh setiap negara anggota PBB,” ungkap Adrianto Sugiarto Wiyono, Ketua Program IDRS, dalam keterangan resmi, Minggu (26/07).
Dia menuturkan bahwa, UN Regulation merupakan acuan dasar sangat krusial dalam peta jalan keselamatan kendaraan global.
Rian menilai pendekatan tersebut selaras dengan prinsip dari PBB, yaitu leaving no one behind (LNOB).
“Di mana setiap negara memiliki pijakan minimum yang sama dalam menjamin keselamatan para pengguna motor,” lanjut dia.
Ia turut menegaskan bahwa pengujian terhadap motor baru di Indonesia, wajib mengikuti apa yang telah ditetapkan di UN Regulation.
Nantinya hasil dari pengujian dasar ini, akan menjadi landasan bagi pengembangan protokol asesmen ID-MAP yang lebih komprehensif di masa depan.
“Protokol asesmen ke depan tidak boleh berhenti hanya sebatas memenuhi standar UNR,” tegas Rian.
IDRS pun ingin melangkah lebih jauh lagi. Kemudian menetapkan standar keselamatan lebih tinggi dari regulasi dasar PBB.
Sehingga IDRS mampu memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat, terkhusus pengendara motor di dalam negeri.
Melalui pengembangan protokol ID-MAP ini, IDRS berkomitmen untuk terus mendorong industri otomotif dan pemangku kepentingan transportasi di Indonesia menciptakan ekosistem berkendara lebih aman, terukur serta berstandar internasional.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
10 Juli 2026, 11:00 WIB
28 Juni 2026, 11:00 WIB
26 Juni 2026, 09:00 WIB
11 Juni 2026, 09:30 WIB
09 Juni 2026, 22:58 WIB
Terkini
26 Juli 2026, 16:28 WIB
Apabila dikembangkan di masa mendatang, Geely membuka peluang menghadirkan Lynk & Co ke pasar Indonesia
25 Juli 2026, 22:44 WIB
Toyota terus menunjukkan komitmen mereka dalam memajukan pendidikan vokasi dengan menyumbangkan mesin mobil
25 Juli 2026, 22:43 WIB
Penjualan mobil tampak kembali pulih di Juni 2026, Kemenperin yakin bisa tembus 1 juta unit di akhir 2026
25 Juli 2026, 08:00 WIB
Para pemilik kendaraan jenis SUV atau Double Cabin 4X4 menjadi incaran calon produk terbaru Giti di Indonesia
24 Juli 2026, 23:00 WIB
SUV PHEV DFSK E5 Plus sudah mulai dirakit lokal di pabrik Cikande, ditawarkan dengan harga Rp 500 jutaan
24 Juli 2026, 22:00 WIB
Daihatsu Rocky Hybrid dibekali beberapa fitur terkini guna memberikan sensasi berkendara yang berbeda
24 Juli 2026, 21:00 WIB
Astra Honda Motor Technical Skill Contest 2026 baru saja digelar dan diikuti 69 peserta dari seluruh Indonesia
24 Juli 2026, 20:22 WIB
Mobil listrik MG S5 EV memiliki potensi overheating, ada ribuan unit yang mulai ditarik dari pasaran