Menperin Ungkap Telah Minta Insentif untuk Otomotif ke Purbaya
01 Januari 2026, 09:00 WIB
Insentif mobil listrik jadi satu stimulan buat investor dan konsumen, BYD berharap kebijakannya dilanjutkan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Insentif mobil listrik yang diberikan di pemerintahan Presiden Joko Widodo disebutkan berakhir pada 2024. Belum ada kepastian jika regulasi itu berlanjut di pemerintahan presiden terpilih Prabowo Subianto.
Meski begitu sejumlah manufaktur termasuk BYD (Build Your Dreams) berharap kebiajkan bisa berlanjut karena sudah terbukti memiliki dampak positif baik bagi investor maupun konsumen.
Pihak BYD sendiri menilai bahwa di sejumlah negara lain, program insentif dari pemerintah merupakan salah satu faktor mempercepat adopsi elektrifikasi.
“Artinya pemerintah bertanggung jawab terhadap keberlangsungannya lewat kebijakan seperti insentif. Salah satu yang saya lihat, kunci keberhasilan negara adalah konsistensi kebijakan,” kata Luther Panjaitan, Head of PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia di Bekasi, Senin (7/10).
Sepanjang 2024 ia menegaskan bahwa pemerintah telah menunjukkan keseriusan dalam mendukung elektrifikasi dan adopsinya. Sehingga keberlanjutan regulasi itu akan baik dan ditunggu oleh manufaktur.
Pihaknya sendiri percaya diri bahwa pemberian insentif atau subsidi mobil listrik tidak mungkin diberhentikan setelah 2024.
“Karena melalui kajian internasional juga. BYD berinvestasi cukup besar sudah mempertimbangkan hal itu termasuk pergantian pemerintah,” tegas Luther.
Ketika ditanya apakah investasi BYD akan berlanjut tanpa insentif, Luther enggan menjawab lebih rinci. Namun menegaskan pihaknya berharap pemerintahan selanjutnya tetap dukung relaksasi pajak EV (Electric Vehicle).
“Setelah melihat adopsinya semakin baik, menjadi hal yang tidak mungkin jika Poliicy ini dihilangkan atau dikurangkan,” ucap dia.
Untuk diketahui pemberlakuan PPN 1 persen buat kendaraan listrik dinilai terbukti membantu dongkrak penjualan EV di Indonesia.
Relaksasi juga dapat dinikmati pabrikan meski masih impor utuh asalkan sudah memiliki komitmen mendirikan pabrik di Indonesia, seperti dinikmati BYD saat ini.
BYD telah berkomitmen untuk mendirikan pabrik dan ditargetkan beroperasi mulai 2026. Sehingga sekarang semua modelnya dari Dolphin, Atto 3, Seal sampai M6 berstatus CBU tetapi dengan banderol kompetitif.
Seperti sedan listrik Seal dilego Rp 600 juta sampai Rp 700 jutaan. Sedangkan M6 ditawarkan Rp 379 buat tipe terendah dan Rp 429 untuk varian tertinggi dengan Captain Seat.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 Januari 2026, 09:00 WIB
31 Desember 2025, 15:00 WIB
31 Desember 2025, 14:00 WIB
31 Desember 2025, 13:00 WIB
31 Desember 2025, 10:00 WIB
Terkini
01 Januari 2026, 17:00 WIB
Sedan ramah lingkungan Xpeng P7+ mendapatkan pembaruan sebagai model global, akan dijual di 36 negara
01 Januari 2026, 15:00 WIB
Polda Metro Jaya ungkap setidaknya ada 227.6262 pelanggaran yang terjaring tilang ETLE Statis di Jakarta
01 Januari 2026, 13:00 WIB
MPV 7-seater Hyundai Stargazer Cartenz disulap jadi ambulans guna memudahkan proses evakuasi di Sumatera
01 Januari 2026, 11:12 WIB
Setelah tahun baru 2026 harga BBM di SPBU swasta, terkhusus RON 92 turun dengan besaran yang bervariasi
01 Januari 2026, 09:00 WIB
Kementerian Perindustrian ajukan insentif untuk otomotif pada Kementerian Keuangan dengan skema yang matang
01 Januari 2026, 07:00 WIB
Di awal tahun, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM terutama untuk Pertamax series di sejumlah wilayah
01 Januari 2026, 06:00 WIB
Agar memanjakan para pengendara di libur tahun baru, SIM keliling Bandung tetap dihadirkan pihak kepolisian
31 Desember 2025, 18:00 WIB
Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV