Perang Harga Mobil Listrik Cina Bikin Situasi di 2026 Kian Berat
31 Desember 2025, 15:00 WIB
Insentif mobil listrik jadi satu stimulan buat investor dan konsumen, BYD berharap kebijakannya dilanjutkan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Insentif mobil listrik yang diberikan di pemerintahan Presiden Joko Widodo disebutkan berakhir pada 2024. Belum ada kepastian jika regulasi itu berlanjut di pemerintahan presiden terpilih Prabowo Subianto.
Meski begitu sejumlah manufaktur termasuk BYD (Build Your Dreams) berharap kebiajkan bisa berlanjut karena sudah terbukti memiliki dampak positif baik bagi investor maupun konsumen.
Pihak BYD sendiri menilai bahwa di sejumlah negara lain, program insentif dari pemerintah merupakan salah satu faktor mempercepat adopsi elektrifikasi.
“Artinya pemerintah bertanggung jawab terhadap keberlangsungannya lewat kebijakan seperti insentif. Salah satu yang saya lihat, kunci keberhasilan negara adalah konsistensi kebijakan,” kata Luther Panjaitan, Head of PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia di Bekasi, Senin (7/10).
Sepanjang 2024 ia menegaskan bahwa pemerintah telah menunjukkan keseriusan dalam mendukung elektrifikasi dan adopsinya. Sehingga keberlanjutan regulasi itu akan baik dan ditunggu oleh manufaktur.
Pihaknya sendiri percaya diri bahwa pemberian insentif atau subsidi mobil listrik tidak mungkin diberhentikan setelah 2024.
“Karena melalui kajian internasional juga. BYD berinvestasi cukup besar sudah mempertimbangkan hal itu termasuk pergantian pemerintah,” tegas Luther.
Ketika ditanya apakah investasi BYD akan berlanjut tanpa insentif, Luther enggan menjawab lebih rinci. Namun menegaskan pihaknya berharap pemerintahan selanjutnya tetap dukung relaksasi pajak EV (Electric Vehicle).
“Setelah melihat adopsinya semakin baik, menjadi hal yang tidak mungkin jika Poliicy ini dihilangkan atau dikurangkan,” ucap dia.
Untuk diketahui pemberlakuan PPN 1 persen buat kendaraan listrik dinilai terbukti membantu dongkrak penjualan EV di Indonesia.
Relaksasi juga dapat dinikmati pabrikan meski masih impor utuh asalkan sudah memiliki komitmen mendirikan pabrik di Indonesia, seperti dinikmati BYD saat ini.
BYD telah berkomitmen untuk mendirikan pabrik dan ditargetkan beroperasi mulai 2026. Sehingga sekarang semua modelnya dari Dolphin, Atto 3, Seal sampai M6 berstatus CBU tetapi dengan banderol kompetitif.
Seperti sedan listrik Seal dilego Rp 600 juta sampai Rp 700 jutaan. Sedangkan M6 ditawarkan Rp 379 buat tipe terendah dan Rp 429 untuk varian tertinggi dengan Captain Seat.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
31 Desember 2025, 15:00 WIB
31 Desember 2025, 14:00 WIB
31 Desember 2025, 13:00 WIB
31 Desember 2025, 10:00 WIB
30 Desember 2025, 18:00 WIB
Terkini
31 Desember 2025, 18:00 WIB
Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV
31 Desember 2025, 17:19 WIB
Modifikasi motor matic yang bakal digandrungi pada tahun depan diperkirakan akan lebih terjangkau masyarakat
31 Desember 2025, 16:00 WIB
Massimo Rivola ingin Jorge Martin percaya dengan kemampuan diri sendiri agar kembali kompetitif di MotoGP 2026
31 Desember 2025, 15:00 WIB
Strategi membanting harga mobil listrik di Cina diprediksi masih akan berlangsung beberapa tahun mendatang
31 Desember 2025, 14:00 WIB
SUV baru BYD diyakini berkonfigurasi 7-seater, mengisi kelas di atas Atto 3 yang sudah dijual saat ini
31 Desember 2025, 13:00 WIB
BYD Atto 1 baru debut jelang akhir 2025 namun catatkan wholesales mobil baru tertinggi yakni 17 ribu unit
31 Desember 2025, 12:00 WIB
Pemprov DKI Jakarta akan menempatkan beberapa panggung dalam menyambut perayaan malam tahun baru 2026
31 Desember 2025, 12:00 WIB
Aismoli menuturkan kalau pasar motor listrik tetap menunjukan pertumbuhan secara bertahap dan moderat