BYD Atto 1 Generasi Kedua Resmi Debut, Bisa Pakai Flash Charging
21 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD bangun pabrik di Malaysia dengan ukuran lahan yang lebih luas dibandingkan Indonesia yaitu mencapai 150 hektar
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Tak hanya di Indonesia, BYD pun akan mendirikan pabrik perakitan di Malaysia. Kehadiran fasilitas tersebut bakal dibangun di KLK TechPark, Tanjong Malim, Perak.
BYD pun tidak perlu waktu lama buat mengurus perizinan dalam melakukan pembangunan. Pasalnya Malaysia memiliki program Muallim Speed-Lane, yang diluncurkan pada tahun 2023 sehingga semua legalitas bisa rampung hanya dalam waktu tiga bulan.
Kehadiran pabrik ini dipercaya bakal menciptakan lapangan kerja buat masyarakat dan mendukung transfer teknologi. Bahkan bukan tidak mungkin perkembangan perusahaan lokal juga akan ikut terdorong.
KLK TechPark merupakan kawasan industri seluas 1.500 hektar milik KLK Land. Rencananya BYD akan mendirikan fasilitas produksi di atas lahan seluas 150 hektar di tahap pertama.
Tahap selanjutnya dirancang untuk menarik vendor dan ekosistem pendukung agar semakin lengkap serta kompetitif. Sayangnya sampai berita ini dibuat, belum ada informasi kapasitas produksi hingga mobil apa saja yang akan dibuat di sana.
Sementara itu di Indonesia, BYD juga tengah melakukan pembangunan fasilitas produksi di Subang Smartpolitan. Hanya saja ukurannya lebih kecil ketimbang Malaysia karena hanya berdiri di atas lahan seluas 108 hektar.
Untuk membangunnya, pabrikan mobil asal Cina tersebut harus menggelontorkan dana sekitar Rp 16,2 triliun. Nantinya pabrik bakal selesai dibangun pada akhir 2025 dan rencananya mulai beroperasi awal 2026.
Adapun kapasitas produksi yang dimiliki oleh pabrik tersebut adalah 150 ribu per tahun dan membuka sedikitnya 18 ribu lapangan pekerjaan.
Tak hanya itu, kehadiran pabrik juga diharapkan bisa menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis produksi kendaraan listrik dunia. Pasalnya BYD berencana untuk mengekspor mobil buatan anak bangsa ke luar negeri.
“Fasilitas ini bakal berkontribusi dalam memenuhi beragam kebutuhan pasar domestik sekaligus memperluas potensi ekspor EV. Sehingga bisa mendukung potensi Indonesia sebagai salah satu pusat manufaktur kendaraan elektrifikasi di kawasan Asia Tenggara,” tegas Liu Xueliang, General Manager BYD Asia Pacific beberapa waktu lalu.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
21 Oktober 2026, 09:00 WIB
19 Oktober 2026, 07:02 WIB
18 Oktober 2026, 17:00 WIB
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
Terkini
21 Oktober 2026, 22:50 WIB
Leapmotor berusaha mematuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia
21 Oktober 2026, 17:00 WIB
LCR Honda menunjuk David Alonso sebagai rekan Johann Zarco dan melengkapi susunan pembalap MotoGP 2027
21 Oktober 2026, 15:00 WIB
Bersamaan dengan acara Chery International User Summit 2026, iCar V25 resmi meluncur dan berpeluang masuk RI
21 Oktober 2026, 13:00 WIB
Pemesanan Chery Q yang tembus ribuan unit diyakini dapat berkontribusi dongkrak penjualan mereka di Indonesia
21 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil hybrid masih jadi satu opsi utama kendaraan ramah lingkungan yang praktis, catat penjualan positif
21 Oktober 2026, 09:00 WIB
Berkat penggunaan Blade Battery 2.0, BYD Atto 1 generasi kedua kini bisa diisi daya dalam waktu lebih singkat
21 Oktober 2026, 07:00 WIB
AiMOGA Robotic dikabarkan telah siap untuk memasarkan robot humanoid pendamping keluarga pertama di dunia
21 Oktober 2026, 06:39 WIB
DHL Express percayakan Wuling Mitra EV, langkah strategis mempercepat transisi kendaraan listrik komersial