BYD Bakal Perkenalkan Denza D9 di RI Tahun Depan

MPV Denza D9 bakal resmi masuk Indonesia tahun depan, sub merek premium dari BYD yang debut di IIMS 2024

BYD Bakal Perkenalkan Denza D9 di RI Tahun Depan
Serafina Ophelia

KatadataOTO – Setelah diboyong ke Indonesia melalui sejumlah pameran otomotif, BYD umumkan kehadiran sub merek premium Denza ke konsumen dalam negeri tahun depan.

Kehadiran Denza disinyalir menambah lagi lini kendaraan ramah lingkungan di kelas premium. Ada sejumlah model ditawarkan, salah satunya adalah MPV (Multi Purpose Vehicle) Denza D9 yang sempat mejeng di IIMS 2024 (Indonesia International Motor Show).

BYD mengungkapkan rencana kedatangan Denza bertepatan dengan perjalanan 30 tahun BYD di industri teknologi dan otomotif di Shenzhen, China.

“Komitmen BYD terhadap energi berkelanjutan tercermin dalam tiga impian hijau yang diusung sejak 2008 yaitu Energy Acquisition, Energy Storage dan Energy Utilization,” ucap Liu Xueliang, General Manager BYD Asia-Pacific Auto Sales Division dari siaran resmi, dikutip Jumat (29/11).

Belum Meluncur, BYD Klaim Sudah Terima Pemesanan Denza D9
Photo : KatadataOTO

Sebenarnya kabar kehadiran Denza D9 sudah mulai terdengar sejak awal diperkenalkan di IIMS 2024. Apalagi raksasa otomotif asal China itu mengklaim mendapatkan respon positif dari para pengunjung.

“BYD optimis bahwa Denza akan diterima dengan baik juga di Indonesia. Kami berharap Denza dapat menjadi angin segar dan menciptakan sejarah baru,” tegas Liu Xueliang.

Menjelang akhir tahun sejumlah wiraniaga mulai menawarkan calon konsumen yang berminat untuk melakukan pemesanan Denza D9. Cukup menyiapkan Booking Fee Rp 10 jutaan.

“Sudah bisa (dipesan). Maret (2025) meluncur,” ucap salah seorang tenaga penjual BYD kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.

Sekilas Tentang Denza

Denza merupakan hasil Joint Venture antara BYD dan Mercedes-Benz di 2010. Saat itu kepemilikan sahamnya adalah 50-50. Namun saat ini Denza 100 persen dimiliki oleh BYD ditandai lewat peluncuran D9.

BYD Diprediksi Hadirkan Denza D9 di IIMS 2024
Photo : Carnewschina

Denza D9 yang debut 2022 telah menorehkan sejumlah prestasi salah satunya adalah gelar MPV terlaris di China pada 2023.

Tidak hanya D9, Denza punya sejumlah model unggulan lain seperti sedan Z9, tawarkan perpaduan performa, kenyamanan dan kecanggihan teknologi.

“Denza menggabungkan teknologi canggih BYD dengan warisan kemewahan Mercedes-Benz untuk menciptakan merek yang menawarkan pengalaman berkendara premium,” ucap Alex Ai, VP Auto Engineering Research Institute dan Dean of the Denza Research Institute.


Terkini

mobil
Mazda

Strategi Mazda Tingkatkan Kompetensi Mekanik dan Tenaga Penjual

Mazda membuka diler baru serta training center sebagai fasilitas bagi para karyawan mendapat pelatihan

news
Farizon

Farizon Hadir Perdana di GIICOMVEC 2026, Bawa EV Niaga Andalan

Farizon meramaikan pilihan kendaraan niaga bertenaga listrik, ikut serta di ajang otomotif GIICOMVEC 2026

mobil
Suzuki

Suzuki Pamer Enam Kendaraan Niaga Jago Cari Cuan di GIICOMVEC 2026

Suzuki Indonesia hadirkan enam kendaraan niaga andalan untuk para pebisnis Tanah Air di ajang GIICOMVEC 2026

mobil
Prabowo

Prabowo Optimis Indonesia Bisa Produksi Sedan Listrik di 2028

Prabowo optimis bahwa Indonesia bisa memproduksi sedan listrik di 2028 untuk menarik lebih banyak pelanggan

mobil
Foton

Foton Luncurkan Double Cabin Listrik eTunland di GIICOMVEC 2026

Foton eTunland menjadi salah satu mobil listrik yang dipasarkan dalam ajang GIICOMVEC 2026 di JIExpo Kemayoran

news
Fuso

Fuso Tampilkan Lima Unit Andalan di GIICOMVEC 2026

Lima produk andalan Mitsubishi Fuso ditampilkan di booth GIICOMVEC 2026 dengan konsep Zero Down Time

news
JAC Motors Indonesia

JAC Pamerkan Lini EV di GIICOMVEC 2026, Ada Double Cabin

JAC Motors Indonesia memboyong tiga kendaraan listrik dalam pameran GIICOMVEC 2026 di JIExpo Kemayoran

mobil
Skeptis, Honda Kurangi Investasi Pengembangan Mobil Listrik

Honda Batalkan Pengembangan Tiga Model EV, Kesulitan Saingi Cina

Honda menghadapi tantangan penjualan di Amerika Serikat dan kesulitan bersaing dengan brand Tiongkok