Bos Toyota GR Tidak Tertarik Colek Mobil Listrik

Prioritaskan teknologi hybrid, bos Toyota GR enggan produksi mobil listrik untuk isi lini performa tinggi

Bos Toyota GR Tidak Tertarik Colek Mobil Listrik

KatadataOTO – Bos Toyota GR tidak tertarik memproduksi mobil listrik berperforma. Mereka menyatakan lebih condong untuk menggarap mobil hybrid.

Tomoya Takahashi, President Toyota Gazoo Racing mengatakan hingga saat ini tidak ada rencana meluncurkan GR EV atau mobil sport listrik buat para konsumen.

Ia menegaskan Toyota masih ingin menggunakan mesin konvensional atau ICE (Internal Combustion Engine) sebanyak mungkin.

“Mungkin nanti di masa mendatang mesin konvensional dilarang. Tapi ICE itu bukan hal buruk, musuhnya adalah karbon,” ucap Takahashi kepada CarExpert, dikutip Rabu (29/5).

Toyota GR Yaris Facelift
Photo : Toyota

Memang di 2022, Uni Eropa telah setuju untuk melarang penjualan kendaraan bermesin konvensional per 2035. Australia dikabarkan berminat mengikuti jejak itu.

Meski begitu ia tidak menutup kemungkinan Toyota GR meluncur dalam opsi hybrid, sehingga sejalan dengan komitmen pendekatan Multi-Pathway di tengah komitmen elektrifikasi.

Teknologi hybrid sendiri diyakini dapat membantu mengurangi emisi gas karbon. Pabrik asal Jepang itu tetap memiliki misi untuk perkenalkan model performa tinggi yang lebih ramah lingkungan walaupun bukan bertenaga listrik murni alias BEV.

“Kami belum yakin dengan elektrifikasi dan kapan akan terjadinya. Secara global, ada beragam diskusi meyakini tidak semua kendaraan bakal bertenaga listrik (dalam beberapa tahun ke depan),” tegas Takahashi.

Melihat kondisi saat ini, beragam pabrikan otomotif terkhusus asal China memiliki lini kendaraan performa tinggi bertenaga listrik. Namun Toyota optimistis produknya memiliki ciri tersendiri.

“Tujuan kita bukan membuat mobil cepat, tapi menyenangkan. Ada perbedaan antara mobil cepat dengan mobil bagus,” kata Takahashi.

Fokus Kembangkan Mesin Ramah Lingkungan

Belum lama ini Toyota, Subaru dan Mazda tegaskan komitmen pendekatan Multi-Pathway di era elektrifikasi. Singkatnya setiap merek fokus mengembangkan mesin agar cocok dipasangkan teknologi ramah lingkungan lain seperti hybrid.

Toyota GR Yaris AP4
Photo : Toyota

Toyota dengan mesin in-line four, Boxer milik Subaru dan mesin Rotary yang jadi ciri khas Mazda. Dapur pacu itu nanti juga harus bisa kompatibel bahan bakar karbon netral.

“Ketiga perusahaan berbagi aspirasi sama dan akan memperbarui teknologi mesin kami lewat persaingan sehat,” ujar Koji Sato, President dan CEO Toyota.


Terkini

mobil
Masa Depan Changan Hunter di Indonesia, Bakal Menyasar Tambang

Masa Depan Changan Hunter di Indonesia, Bakal Menyasar Tambang

Changan Hunter sudah terdaftar di laman resmi PDKI sejak awal 2025, hal ini untuk melalukan studi di Tanah Air

motor
Motor Konsep Yamaha di Japan Mobility Show 2025

Tampilan Futuristik Motor Konsep Yamaha yang Mejeng di Jepang

Yamaha turut meramaikan gelaran Japan Mobility Show 2025 membawa sejumlah produk termasuk purwarupa Motoroid

komunitas
Honda Bikers Day

Wahana Beri Pelatihan P3K Pada Komunitas Jelang Honda Bikers Day

Wahana memberi pelatihan kepada para komunitas menjelang penyelenggaraan Honda Bikers Day di pertengahan November

otosport
Veda Ega Pratama Siap Berlaga di Moto3 2026 Bersama Honda Team Asia

Veda Ega Pratama Siap Berlaga di Moto3 2026 Bersama Honda Team Asia

Veda Ega Pratama resmi bergabung dengan Honda Team Asia dan siap berlaga di Moto3 2026 buat incar kemenangan

news
Catat Jadwal Ganjil Genap Puncak Terakhir di Oktober 2025

Catat Jadwal Ganjil Genap Puncak Terakhir di Oktober 2025

Berikut jadwal dan lokasi ganjil genap puncak buat masyarakat yang ingin berlibur pada akhir pekan nanti

news
Pengendara Wajib Catat Link Pantau Banjir Jakarta Hari Ini

Pengendara Wajib Catat Link Pantau Banjir Jakarta Hari Ini

Banjir Jakarta masih berpotensi terjadi sampai hari ini, sebab diperkirakan hujan akan kembali berlangsung

news
Isuzu Sorot Gencarnya Serbuan Produk Cina di Sektor Niaga

Isuzu Sorot Gencarnya Serbuan Produk Cina di Sektor Niaga

Gempuran produk Cina turut dirasakan manufaktur kendaraan komersial di Indonesia, tidak terkecuali Isuzu

mobil
GAC Bertekad Produksi 2.000 AION UT Sampai Akhir 2025

GAC Bertekad Produksi 2.000 AION UT Sampai Akhir 2025

GAC Indonesia tengah berusaha untuk memenuhi permintaan AION UT dari para konsumen sampai akhir tahun nanti