Toyota Corolla Concept, Transformasi Besar di Generasi 13
29 Oktober 2025, 14:00 WIB
Prioritaskan teknologi hybrid, bos Toyota GR enggan produksi mobil listrik untuk isi lini performa tinggi
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Bos Toyota GR tidak tertarik memproduksi mobil listrik berperforma. Mereka menyatakan lebih condong untuk menggarap mobil hybrid.
Tomoya Takahashi, President Toyota Gazoo Racing mengatakan hingga saat ini tidak ada rencana meluncurkan GR EV atau mobil sport listrik buat para konsumen.
Ia menegaskan Toyota masih ingin menggunakan mesin konvensional atau ICE (Internal Combustion Engine) sebanyak mungkin.
“Mungkin nanti di masa mendatang mesin konvensional dilarang. Tapi ICE itu bukan hal buruk, musuhnya adalah karbon,” ucap Takahashi kepada CarExpert, dikutip Rabu (29/5).
Memang di 2022, Uni Eropa telah setuju untuk melarang penjualan kendaraan bermesin konvensional per 2035. Australia dikabarkan berminat mengikuti jejak itu.
Meski begitu ia tidak menutup kemungkinan Toyota GR meluncur dalam opsi hybrid, sehingga sejalan dengan komitmen pendekatan Multi-Pathway di tengah komitmen elektrifikasi.
Teknologi hybrid sendiri diyakini dapat membantu mengurangi emisi gas karbon. Pabrik asal Jepang itu tetap memiliki misi untuk perkenalkan model performa tinggi yang lebih ramah lingkungan walaupun bukan bertenaga listrik murni alias BEV.
“Kami belum yakin dengan elektrifikasi dan kapan akan terjadinya. Secara global, ada beragam diskusi meyakini tidak semua kendaraan bakal bertenaga listrik (dalam beberapa tahun ke depan),” tegas Takahashi.
Melihat kondisi saat ini, beragam pabrikan otomotif terkhusus asal China memiliki lini kendaraan performa tinggi bertenaga listrik. Namun Toyota optimistis produknya memiliki ciri tersendiri.
“Tujuan kita bukan membuat mobil cepat, tapi menyenangkan. Ada perbedaan antara mobil cepat dengan mobil bagus,” kata Takahashi.
Belum lama ini Toyota, Subaru dan Mazda tegaskan komitmen pendekatan Multi-Pathway di era elektrifikasi. Singkatnya setiap merek fokus mengembangkan mesin agar cocok dipasangkan teknologi ramah lingkungan lain seperti hybrid.
Toyota dengan mesin in-line four, Boxer milik Subaru dan mesin Rotary yang jadi ciri khas Mazda. Dapur pacu itu nanti juga harus bisa kompatibel bahan bakar karbon netral.
“Ketiga perusahaan berbagi aspirasi sama dan akan memperbarui teknologi mesin kami lewat persaingan sehat,” ujar Koji Sato, President dan CEO Toyota.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
29 Oktober 2025, 14:00 WIB
29 Oktober 2025, 13:30 WIB
29 Oktober 2025, 13:00 WIB
29 Oktober 2025, 10:36 WIB
29 Oktober 2025, 08:44 WIB
Terkini
31 Oktober 2025, 19:37 WIB
Changan Hunter sudah terdaftar di laman resmi PDKI sejak awal 2025, hal ini untuk melalukan studi di Tanah Air
31 Oktober 2025, 18:56 WIB
Yamaha turut meramaikan gelaran Japan Mobility Show 2025 membawa sejumlah produk termasuk purwarupa Motoroid
31 Oktober 2025, 16:00 WIB
Wahana memberi pelatihan kepada para komunitas menjelang penyelenggaraan Honda Bikers Day di pertengahan November
31 Oktober 2025, 15:00 WIB
Veda Ega Pratama resmi bergabung dengan Honda Team Asia dan siap berlaga di Moto3 2026 buat incar kemenangan
31 Oktober 2025, 14:00 WIB
Berikut jadwal dan lokasi ganjil genap puncak buat masyarakat yang ingin berlibur pada akhir pekan nanti
31 Oktober 2025, 13:00 WIB
Banjir Jakarta masih berpotensi terjadi sampai hari ini, sebab diperkirakan hujan akan kembali berlangsung
31 Oktober 2025, 12:00 WIB
Gempuran produk Cina turut dirasakan manufaktur kendaraan komersial di Indonesia, tidak terkecuali Isuzu
31 Oktober 2025, 11:00 WIB
GAC Indonesia tengah berusaha untuk memenuhi permintaan AION UT dari para konsumen sampai akhir tahun nanti