Modal Jetour X50e EV Gaet Minat Konsumen Tanah Air
02 April 2025, 12:00 WIB
Meski dihadang impor, mobil listrik China ternyata justru populer di kalangan usia milenial dan Gen Z Amerika
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pemerintah Amerika Serikat berlakukan tarif impor 100 persen untuk mobil listrik China. Beberapa biaya tambahan lain juga dibebankan buat produsen asal Tiongkok karena dianggap mengganggu investasi dan bisnis di AS.
Dalam sebuah pernyataan di laman resmi White House pada 14 Mei 2024, tarif impor mobil listrik mulanya adalah 25 persen. Naik jadi 100 persen karena tingginya ekspor BEV (Battery Electric Vehicle) China ke AS.
Kebijakan tersebut diharapkan bisa melindungi manufaktur Amerika Serikat dari praktik bisnis produsen China yang dianggap tidak adil.
Meski begitu nampaknya konsumen di AS justru menunjukkan ketertarikan terhadap mobil listrk China. Padahal peluang merek Tiongkok masuk negara tersebut semakin kecil sejak penerapan tarif 100 persen.
AutoPacific lakukan studi melibatkan 800 responden usia 18-80 tahun pada 22 Mei 2024. Ketika dirinci, 76 persen responden berumur di bawah 40 tahun mengaku bakal mempertimbangkan untuk beli kendaraan produksi China.
Ed Kim, Presiden dan Chief Analyst AutoPacific mengungkapkan bahwa milenial dan Gen Z merupakan kelompok usia yang paling mungkin tertarik dan membeli mobil dari China.
“Ada jumlah mengejutkan dari konsumen Amerika Serikat yang familiar dengan merek mobil China, padahal tidak dijual di sini,” ucap Ed Kim dalam keterangannya, dikutip Selasa (28/5).
Hanya saja memang masih ada kekhawatiran terkait keamanan dan privasi dari 73 persen responden berusia di bawah 40 tahun. Ini merupakan salah satu alasan pemerintah AS menaikkan tarif impor mobil listrik China.
Namun yang jadi perhatian yakni secara keseluruhan, konsumen Amerika Serikat cukup mengenal beragam merek asal Tiongkok imbas masifnya informasi di media sosial.
Fakta lain ditemukan adalah 60 persen dari total responden bersedia membeli mobil listrik China apabila dirakit lokal di AS. Karena dianggap dapat mendukung perekonomian dan pekerja lokal.
Pada akhirnya aturan baru pemerintah AS menuai kritik dari beragam berbagai pihak. Elon Musk, CEO Tesla menganggap keputusan tersebut justru dapat mengacaukan persaingan pasar dan berdampak buruk.
“Tesla berkompetisi dengan baik di pasar China tanpa tarif dan dukungan tambahan. Saya mendukung jika tidak ada tarif,” kata Musk.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 April 2025, 12:00 WIB
02 April 2025, 08:20 WIB
31 Maret 2025, 09:00 WIB
31 Maret 2025, 07:00 WIB
30 Maret 2025, 22:03 WIB
Terkini
03 April 2025, 07:55 WIB
Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bakal berdampak ke harga motor Honda di Indonesia
02 April 2025, 18:27 WIB
Demi mengurangi kepadatan lalu lintas pada arus balik Lebaran 2025, Tol Japek II Selatan mulai dibuka hari ini
02 April 2025, 17:00 WIB
Jasa Marga bebaskan tarif tol saat arus balik untuk beri kemudahan kepada masyarakat saat arus balik
02 April 2025, 14:00 WIB
Nissan jual pabrik mereka di India pada Renault demi selamatkan perusahaan dari ancaman kebangkrutan
02 April 2025, 12:00 WIB
Jetour X50e EV siap dipasarkan di Indonesia tahun ini, disebut telah didesain menyesuaikan kebutuhan konsumen
02 April 2025, 10:00 WIB
MotoGP Amerika 2025 sempat tertunda 10 menit akibat Marc Marquez, bos Trackhouse minta kejelasan aturan
02 April 2025, 08:20 WIB
Agar mengurangi angka kecelakaan, pihak kepolisian diminta membuat SIM khusus pengemudi mobil listrik
01 April 2025, 18:19 WIB
Mengawali April 2025, harga BBM di seluruh SPBU milik swasta mengalami penurunan dengan jumlah bervariasi