Modal Chery Q Gaet Konsumen RI, Hadirkan Fitur Lengkap Fungsional
07 September 2026, 21:43 WIB
Bos besar Ford mengakui keunggulan kendaraan listrik China dibandingkan kendaraan yang mereka buat saat ini
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Jim Farley, CEO Ford dan John Lawner, CFO Ford mengakui bahwa kendaraan listrik China telah lebih unggul dibandingkan mobil mereka. Hal tersebut mereka sampaikan setelah mencoba salah satu model buatan Changan Automobile yang merupakan mitra mereka di Negeri Tirai Bambu.
Dilansir dari Carscoops, Farley mencoba langsung mobil buatan Changan dan sangat terkesan dengan apa yang mereka lihat di dalam model tersebut.
“Ini tidak seperti sebelumnya, mereka sudah lebih maju dari kita,” ungkap Farley setelah mencoba kendaraan tersebut.
Sayangnya tidak disampaikan mobil apa yang ia gunakan ketika itu. Kekagumannya terhadap kendaraan membuatnya lebih berhati-hati dan menilai bahwa model buatan China cukup mengancam industri otomotif Amerika.
Meski demikian, Ford harusnya masih sedikit tenang karena pemerintah Amerika Serikat memberlakukan pajak tinggi untuk kendaraan asal China. Hal itu tentunya dapat mengurangi tekanan pada industri otomotif di negeri Paman Sam.
Ford pun sebenarnya tidak menutup diri terhadap Electric Vehicle karena mereka siap meluncurkan model baru pada 2027 dengan harga US$ 30.000 atau setara Rp 460 juta. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa pabrikan tersebut sangat berhati-hati dalam menentukan langkah ke depan.
Kewaspadaan mereka bisa dimaklumi karena adanya perlambatan pertumbuhan pasar kendaraan listrik dari tahun-tahun sebelumnya.
Mereka bahkan mengatakan bawa ambisi perusahaan untuk tidak menjual mobil berteknologi konvensional di Eropa pada 2030 adalah hal mustahil. Pabrikan pun memutuskan tetap menjual kendaraan ICE, hybrid dan BEV sekaligus.
Tak berapa lama, mereka pun membatalkan rencana untuk memproduksi SUV listrik tiga baris yang seharusnya mulai dibuat pada 2025. Padahal mobil tersebut memiliki potensi meyakinkan di beberapa kawasan.
Sementara itu pabrikan mobil asal China sekarang sudah semakin gencar mengembangkan Electric Vehicle. Mereka tidak hanya fokus mengembangkan teknologi tetapi juga pasar-pasar baru seperti Asia Tenggara.
Hal ini terlihat dari semakin banyaknya pabrikan yang masuk lalu mendirikan fasilitas produksi di beberapa negara seperti Thailand dan Indonesia.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
07 September 2026, 21:43 WIB
06 September 2026, 01:22 WIB
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
Terkini
12 September 2026, 22:30 WIB
Varian terendah GWM Wey G9 dibekali teknologi hybrid dengan harga Rp 1,15 miliar on the road Jakarta
12 September 2026, 21:41 WIB
Asuransi Astra memasuki usia 70 tahun dengan menjaga kepercayaan para pelanggan dengan sejumlah terobosan
12 September 2026, 21:09 WIB
Marquez melanjutkan tren positif, usai meraih kemenangan dengan mudah di sprint race MotoGP San Marino 2026
12 September 2026, 11:00 WIB
Menyitat data resmi AISI, wholesales motor baru pada Agustus 2026 hanya berada di angka 596.461 unit saja
12 September 2026, 09:00 WIB
Marquez berpotensi keluar sebagai pemenang di MotoGP San Marino 2026 di Sirkuit Misano pada akhir pekan nanti
12 September 2026, 08:14 WIB
Menurut data AISI pada Agustus 2026, Honda sampai Yamaha hanya mendistribusikan 596.461 motor baru saja
11 September 2026, 19:00 WIB
Daimler Commercial Vehicles Indonesia ramaikan IEE Series 2026 sekaligus memperkenalkan presiden direktur baru
11 September 2026, 18:03 WIB
Lepas resmi membuka diler baru di Semarang untuk mendekatkan diri dengan calon konsumen di Jawa Tengah