Pabrikan Cina Mulai Gerus Dominasi Toyota dan VW di Pasar Global
11 Januari 2026, 15:00 WIB
Menurut Auto2000 terdapat beberapa penyebab Market Share Toyota menyentuh angka 32,8 persen di tahun ini
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penjualan mobil di Indonesia pada 2024 memang masih jauh dari harapan. Terdapat banyak batu sandungan yang membuat masyarakat menahan daya beli.
Kondisi ekonomi serta politik di Indonesia turut berperan besar. Sehingga pasar otomotif khususnya kendaraan roda empat cukup lesu.
Situasi yang terjadi sekarang membuat beberapa pihak buka suara. Seperti tengah dirasakan oleh diler Toyota, yakni Auto2000.
“Memang patut diakui pasar tahun ini sangat menantang. Daya beli masyarakat kelas menengah sedang melambat,” ujar Yagimin, Chief Marketing Auto2000 di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Lebih jauh ia menjelaskan kalau konsumen menjadi berhati-hati ketika ingin membeli kendaraan. Mereka mempertimbangkan banyak hal.
Seperti merek sudah memiliki reputasi bagus di Tanah Air, adanya jaminan Aftersales sampai Resale Value yang tinggi.
“Orang Indonesia beli mobil tidak hanya sekadar dipakai, tetapi juga dipikirkan ini adalah investasi yang bisa dijual cepat dan menghasilkan uang,” Yagimin menambahkan.
Ia pun tidak memungkiri kalau situasi tersebut membawa berkah tersendiri bagi Auto2000 maupun Toyota saat lesunya penjualan mobil.
“Ada kecenderungan masyarakat memilih produk yang lebih Secure. Beruntung Toyota cukup kuat secara reputasi maupun Brand Image,” tegas Yagimin.
Memang jika dilihat secara keseluruhan penurunan penjualan mobil tidak berdampak banyak terhadap Toyota tahun ini.
Sebab pabrikan asal Jepang tersebut masih memimpin Market Share kendaraan roda empat nasional dengan angka 32,8 persen dari total Retail Sales sebanyak 584.879 unit.
Artinya Toyota berhasil mencatatkan penjualan di angka 192.047 unit mobil selama periode Januari sampai Agustus 2024.
“Secara Market Share menjadi bukti bahwa konsumen masih percaya dengan Brand-Brand yang sudah kuat,” pungkas yagimin.
Di sisi lain Auto2000 optimistis pasar kendaraan roda empat bakal segera membaik. Apalagi menjelang akhir tahun nanti.
“Di Desember itu kan semua orang menunggu bulan tersebut untuk membeli mobil,” ungkap Nur Imansyah Tara, Aftersales Business Division Head Auto200.
Kemudian dia menuturkan kalau penjualan kendaraan di Desember relatif bertumbuh. Hal ini sudah mereka alami di tahun-tahun lalu.
“Biasanya di kuartal empat bila dibandingkan dengan tahun-tahun lalu selalu lebih tinggi dari kuartal lain,” kata Tara.
Kondisi itu terjadi karena berbagai program menaik seperti potongan harga yang ditawarkan para diler. Bahkan jumlahnya mencapai puluhan juta.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 Januari 2026, 15:00 WIB
11 Januari 2026, 13:00 WIB
10 Januari 2026, 09:30 WIB
10 Januari 2026, 07:00 WIB
09 Januari 2026, 17:00 WIB
Terkini
12 Januari 2026, 18:00 WIB
Aprilia disebut telah melakukan banyak kemajuan, sehingga bisa membuat Bezzecchi tampil kompetitif di MotoGP
12 Januari 2026, 17:00 WIB
Terpantau sejak Agustus 2025, Honda City Hatchback sudah tak lagi disuplai ke diler dan stoknya mulai kosong
12 Januari 2026, 16:00 WIB
BYD memisahkan model-model yang akan ditawarkan sebagai mobil penumpang dan komersial untuk armada taksi
12 Januari 2026, 15:00 WIB
BYD, Wuling dan Chery menjadi tiga besar merek mobil Cina dengan penjualan retail terbanyak tahun lalu
12 Januari 2026, 14:00 WIB
Pasar mobil listrik di Cina diprediksi melambat pada 2026 karena beberapa faktor, seperti penghentian subsidi
12 Januari 2026, 13:00 WIB
Setiap kendaraan yang mengaspal di jalanan Singapura, termasuk Honda Super One wajib mempunyai dokumen COE
12 Januari 2026, 12:00 WIB
Suzuki bakal terus meningkatkan jumlah ekspor mereka di 2026 meski beberapa negara mengeluarkan kebijakan baru
12 Januari 2026, 11:00 WIB
Pemerintah bakal lakukan rekayasa lalu lintas saat pembongkaran tiang monorel yang dilakukan saat malam hari