Pasar Mobil Hybrid Juli 2026 di Indonesia: PHEV dan HEV Kompak Turun
19 Agustus 2026, 15:12 WIB
Menurut Auto2000 terdapat beberapa penyebab Market Share Toyota menyentuh angka 32,8 persen di tahun ini
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penjualan mobil di Indonesia pada 2024 memang masih jauh dari harapan. Terdapat banyak batu sandungan yang membuat masyarakat menahan daya beli.
Kondisi ekonomi serta politik di Indonesia turut berperan besar. Sehingga pasar otomotif khususnya kendaraan roda empat cukup lesu.
Situasi yang terjadi sekarang membuat beberapa pihak buka suara. Seperti tengah dirasakan oleh diler Toyota, yakni Auto2000.
“Memang patut diakui pasar tahun ini sangat menantang. Daya beli masyarakat kelas menengah sedang melambat,” ujar Yagimin, Chief Marketing Auto2000 di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Lebih jauh ia menjelaskan kalau konsumen menjadi berhati-hati ketika ingin membeli kendaraan. Mereka mempertimbangkan banyak hal.
Seperti merek sudah memiliki reputasi bagus di Tanah Air, adanya jaminan Aftersales sampai Resale Value yang tinggi.
“Orang Indonesia beli mobil tidak hanya sekadar dipakai, tetapi juga dipikirkan ini adalah investasi yang bisa dijual cepat dan menghasilkan uang,” Yagimin menambahkan.
Ia pun tidak memungkiri kalau situasi tersebut membawa berkah tersendiri bagi Auto2000 maupun Toyota saat lesunya penjualan mobil.
“Ada kecenderungan masyarakat memilih produk yang lebih Secure. Beruntung Toyota cukup kuat secara reputasi maupun Brand Image,” tegas Yagimin.
Memang jika dilihat secara keseluruhan penurunan penjualan mobil tidak berdampak banyak terhadap Toyota tahun ini.
Sebab pabrikan asal Jepang tersebut masih memimpin Market Share kendaraan roda empat nasional dengan angka 32,8 persen dari total Retail Sales sebanyak 584.879 unit.
Artinya Toyota berhasil mencatatkan penjualan di angka 192.047 unit mobil selama periode Januari sampai Agustus 2024.
“Secara Market Share menjadi bukti bahwa konsumen masih percaya dengan Brand-Brand yang sudah kuat,” pungkas yagimin.
Di sisi lain Auto2000 optimistis pasar kendaraan roda empat bakal segera membaik. Apalagi menjelang akhir tahun nanti.
“Di Desember itu kan semua orang menunggu bulan tersebut untuk membeli mobil,” ungkap Nur Imansyah Tara, Aftersales Business Division Head Auto200.
Kemudian dia menuturkan kalau penjualan kendaraan di Desember relatif bertumbuh. Hal ini sudah mereka alami di tahun-tahun lalu.
“Biasanya di kuartal empat bila dibandingkan dengan tahun-tahun lalu selalu lebih tinggi dari kuartal lain,” kata Tara.
Kondisi itu terjadi karena berbagai program menaik seperti potongan harga yang ditawarkan para diler. Bahkan jumlahnya mencapai puluhan juta.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 Agustus 2026, 15:12 WIB
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
07 Agustus 2026, 08:00 WIB
06 Agustus 2026, 20:28 WIB
Terkini
22 Agustus 2026, 12:34 WIB
Pihak BYD sebut Denza hanya akan mengalami penyegaran identitas logo yang memang dilakukan secara global
21 Agustus 2026, 19:08 WIB
Robot Aimoga, hasil kolaborasi dengan Chery hadirkan inovasi di pameran robot di Beijing, 19-23 Agustus 2026
21 Agustus 2026, 17:00 WIB
Yamaha sampai Honda terpantau tidak menaikan harga motor matic 150 cc, konsumen berkesempatan meminang unit.
21 Agustus 2026, 14:16 WIB
Changan tuai respons positif berkat Nevo Q05, kontribusinya 80 persen dari total 1.120 SPK di GIIAS 2026
21 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih ada di lima lokasi berbeda dan melayani perpanjangan
21 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta hari ini (21/08) kembali diandalkan untuk bisa memecah kebuntuan di jalanan
21 Agustus 2026, 06:00 WIB
Layanan kepolisian tidak dikendurkan jelang akhir pekan, termasuk dalam menghadirkan SIM keliling Bandung
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
BAIC mengaku memiliki rencana membangun pabrik mandiri, namun sekarang sedang fokus meningkatkan penjualan