Spesifikasi Toyota Hilux BEV, Pikap Listrik Harga Rp 1 M
03 Juli 2026, 13:41 WIB
Menurut Auto2000 terdapat beberapa penyebab Market Share Toyota menyentuh angka 32,8 persen di tahun ini
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penjualan mobil di Indonesia pada 2024 memang masih jauh dari harapan. Terdapat banyak batu sandungan yang membuat masyarakat menahan daya beli.
Kondisi ekonomi serta politik di Indonesia turut berperan besar. Sehingga pasar otomotif khususnya kendaraan roda empat cukup lesu.
Situasi yang terjadi sekarang membuat beberapa pihak buka suara. Seperti tengah dirasakan oleh diler Toyota, yakni Auto2000.
“Memang patut diakui pasar tahun ini sangat menantang. Daya beli masyarakat kelas menengah sedang melambat,” ujar Yagimin, Chief Marketing Auto2000 di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Lebih jauh ia menjelaskan kalau konsumen menjadi berhati-hati ketika ingin membeli kendaraan. Mereka mempertimbangkan banyak hal.
Seperti merek sudah memiliki reputasi bagus di Tanah Air, adanya jaminan Aftersales sampai Resale Value yang tinggi.
“Orang Indonesia beli mobil tidak hanya sekadar dipakai, tetapi juga dipikirkan ini adalah investasi yang bisa dijual cepat dan menghasilkan uang,” Yagimin menambahkan.
Ia pun tidak memungkiri kalau situasi tersebut membawa berkah tersendiri bagi Auto2000 maupun Toyota saat lesunya penjualan mobil.
“Ada kecenderungan masyarakat memilih produk yang lebih Secure. Beruntung Toyota cukup kuat secara reputasi maupun Brand Image,” tegas Yagimin.
Memang jika dilihat secara keseluruhan penurunan penjualan mobil tidak berdampak banyak terhadap Toyota tahun ini.
Sebab pabrikan asal Jepang tersebut masih memimpin Market Share kendaraan roda empat nasional dengan angka 32,8 persen dari total Retail Sales sebanyak 584.879 unit.
Artinya Toyota berhasil mencatatkan penjualan di angka 192.047 unit mobil selama periode Januari sampai Agustus 2024.
“Secara Market Share menjadi bukti bahwa konsumen masih percaya dengan Brand-Brand yang sudah kuat,” pungkas yagimin.
Di sisi lain Auto2000 optimistis pasar kendaraan roda empat bakal segera membaik. Apalagi menjelang akhir tahun nanti.
“Di Desember itu kan semua orang menunggu bulan tersebut untuk membeli mobil,” ungkap Nur Imansyah Tara, Aftersales Business Division Head Auto200.
Kemudian dia menuturkan kalau penjualan kendaraan di Desember relatif bertumbuh. Hal ini sudah mereka alami di tahun-tahun lalu.
“Biasanya di kuartal empat bila dibandingkan dengan tahun-tahun lalu selalu lebih tinggi dari kuartal lain,” kata Tara.
Kondisi itu terjadi karena berbagai program menaik seperti potongan harga yang ditawarkan para diler. Bahkan jumlahnya mencapai puluhan juta.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
03 Juli 2026, 13:41 WIB
01 Juli 2026, 09:51 WIB
28 Juni 2026, 09:00 WIB
20 Juni 2026, 11:00 WIB
12 Juni 2026, 15:00 WIB
Terkini
08 Juli 2026, 11:00 WIB
Setelah tanpa kemenangan pada tiga balapan lalu, Marco Bezzecchi ingin tampil maksimal di MotoGP Jerman 2026
08 Juli 2026, 09:00 WIB
Pada semester satu 2026, penjualan mobil Cina mengalami gejolak sehingga menggalami penurunan cukup besar
08 Juli 2026, 07:00 WIB
Xpeng GX menjadi salah satu kandidat SUV premium REEV yang bakal masuk pasar Indonesia di masa mendatang
08 Juli 2026, 06:19 WIB
SIstem Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan pemerintah kota DKI untuk menurunkan tingkat kemacetan
08 Juli 2026, 06:00 WIB
Layanan SIM keliling Jakarta bermaksud mempermudah masyarakat dalam memperpanjang SIM, simak persyaratannya
08 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi salah satu opsi terbaik buat Anda yang ingin mengurus dokumen berkendara
07 Juli 2026, 21:15 WIB
Leapmotor menilai ada beberapa faktor yang membuat LiDAR belum optimal dan cocok di jalanan Indonesia
07 Juli 2026, 06:00 WIB
Melakukan road trip h dengan menyertakan anak-anak membutuhkan banyak persiapan agar liburannya berkesan